KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Gara-Gara Telur Dadar


__ADS_3

"Sekarang kita siap-siap juga ya" ucap Zalin


"Siap-siap untuk apa?" tanya Ray


"Untuk pulang, aku tidak mau menginap lagi di hotel ini, sehari kita menginap dirumah kak Yusuf sebelum aku pergi jauh" jawab Zalin


"Ya sudah hari ini aja kita menginap di rumah kak Yusuf, kamu info mereka sekarang" ucap Ray


"Apa mamih dan papih mengizinkan, terutama kakek Alex" tanya Zalin


"Ini keputusan ku, kan aku sudah katakan jika aku dan Rayyan adalah cucu yang paling pembangkang" jawab Raymond


"Iya juga sih" sahut Zalin


"Begini saja, mereka semua akan checkout lebih dulu, setelah mereka pulang baru giliran kita yang pergi, kerumah kak Yusuf" ucap Ray


"Baiknya menurut mu saja" jawab Zalin


Ray dan Zalin mengemas pakaiannya sebelum ikut check out dari hotel.


Setelah kepergian keluarga besarnya, Ray memesan taxi untuk kerumah Yusuf dan menginap disana, berhubung waktunya sudah semakin sedikit di Indonesia.


"Kamu sudah info kak Yusuf kita otw ke rumahnya" tanya Ray


"Sudah, dan kak Yusuf juga sangat senang mendengarnya" jawab Zalin


"Alhamdulillah" ucap Ray


Selama di perjalanan kerumah Yusuf, Ray dan Zalin saling berdiskusi tentang kebutuhan Zalin selama tinggal di Cairo, Ray juga menyarankan agar Zalin jujur apabila dia tidak betah tinggal di sana.


Setiba di rumah Yusuf, Zalin dan Ray beristirahat sebentar di dalam kamar, itu semua atas perintah dari Yusuf.


"Sayang, lagi ngapain di dapur, sudah berapa kali aku bilang jangan main-main di dapur" ucap Yusuf


"Hanya buat telur dadar, aku lagi kepengen banget" jawab Khanza santai


"Kenapa tidak bilang, kan bisa aku yang masak, kamu kalau mau apa-apa bilang saja sama aku" ucap Yusuf mengambil alih wajan yang dipegang Khanza


"Ya ampun kak, kamu kenapa jadi berlebihan, justru supaya aku banyak gerak, kata bunda kalau banyak gerak insyaa allah lahirannya lancar" jawab Khanza


"Kalau kamu mau banyak gerak bolak balik aja dari kamar ke taman, tidak perlu mengerjakan apapun, mau makanan pun kamu bisa minta tolong pada bibi" ucap Yusuf


"Iya sayang, aku tidak akan melakukan apapun" jawab Khanza senyum memegang kedua pipi suaminya


"Ucapan mu kali ini sulit aku percaya" ucap Yusuf


Khanza hanya tertawa mendengar ucapan suaminya yang semakin hari semakin posesif pada kehamilan Khanza.


Yusuf membuatkan telur dadar yang di inginkan oleh Khanza, tidak lupa telur yang dibuat di tambah potongan sayuran.


"Kak Yusuf, kenapa ada telurnya pakai wortel dan kacang polong" ucap Khanza cemberut

__ADS_1


"Supaya sehat, harus ada sayurnya, lagi pula kamu makan tidak pakai nasi, bisa membuat kamu lebih kenyang juga" jawab Yusuf santai


"Tapi aku hanya mau makan telurnya saja, kak" ucap Khanza bete


"Makan dulu saja yang itu, nanti aku buatkan lagi yang tanpa sayuran" jawab Yusuf


"Tidak pengertian" ucap Khanza kesal


"Justru aku sangat pengertian pada anak kita, supaya dia tetap sehat di dalam kandungan" jawab Yusuf dengan tenang


"Terserah kakak lah" ucap Khanza semakin badmood


"Sudah ah jangan ngambek-ngambek sama suami, dosa tau" jawab Yusuf, tetapi Khanza mengabaikan dia memilih makan dengan perasaan kesal


"Kak Khanza kenapa?" tanya Zalin yang baru saja turun melihat kakak iparnya cemberut


"Biasa bawaan bumil" jawab Yusuf senyum pada adiknya


"Oh kirain lagi berantem sama kak Yusuf" ucap Zalin


"Iya emang lagi berantem sama kakak mu, nih kak Yusuf makan saja telur buatan sendiri" sahut Khanza memberikan setengah telur pada Yusuf, Khanza memilih masuk ke dalam kamar


"Huftt" hembusan nafas Yusuf


"Katanya tidak berantem" ucap Zalin


"Masalah sepele, dia mau makan telur dadar, lalu kakak buatkan yang pakai sayur, eh ternyata dia tidak mau, hanya di makan sedikit" jawab Yusuf


"Mungkin keinginan baby nya kak, hanya ingin makan telur dadar tanpa campur apapun" ucap Zalin hati-hati takut salah berbicara, apalagi dia belum memiliki pengalaman


"Ya harus itu, takut anak kakak ileran kalau tidak dituruti" ucap Zalin


"Jangan dong masa anak kakak ileran, aduh repot nanti menghabiskan banyak tissu buat membersihkan ilernya" jawab Yusuf konyol


"Kakak aneh" ucap Zalin ikut masuk ke dapur


"Kamu mau ngapain ikutin kakak ke dapur" tanya Yusuf


"Mau ambil air minum yang dingin" jawab Zalin


"Untuk suami mu?" tanya Yusuf lagi


"Iya, dia lagi badmood makanya butuh yang dingin-dingin" jawab Zalin


"Baru nikah sudah badmood, kamu tidak memjalankan kewajibanmu?" ucap Yusuf menatap adiknya dengan tajam


"Sembarangan, tadi tuh sedikit ada pertikaian antara adiknya mas Raymond dan kakek Alex, makanya pikiran dia lagi kusut" jawab Zalin


"Kirain kamu tidak memberikan hak dia" ucap Yusuf sambil menyiapkan telur dan mangkok


"Eh tunggu, berarti kamu bukan gadis lagi dong" ucap Yusuf senyum menaik turunkan alisnya membuat Zalin malu mendadak

__ADS_1


"Ihh bahasnya yang tidak bermutu, udah ah aku mau antar minuman" jawab Zalin segera meninggalkan Yusuf


"Cie.. Cie, uuhuuyyy sudah bukan gadis lagi" teriak Yusuf meledek Zalin


Zalin hanya menggerutu di ledekin oleh Yusuf hingga masuk ke dalam kamar.


"Kenapa?" tanya Ray melihat Zalin kesal


"Tidak apa-apa, tadi kesal saja dengan kak Yusuf" jawab Zalin


"Aku pikir kamu kesal sama aku gara-gara aku meminta air dingin" ucap Ray


"Bukan, masa ambil air doang aku kesal" jawab Zalin


"Emang kak Yusuf ngapain kamu?" tanya Ray penasaran


"Ehhmmm tidak ngapa-ngapain, sudah lupakan saja tentang kak Yusuf" jawab Zalin malu bila harus jujur


"Apa kak Yusuf orangnya humoris?" tanya Ray


"Terkadang iya, tapi lebih seringnya datar dan dingin, dia humoris hanya pada istrinya saja" jawab Zalin


"Kalau sama keluarga, misal sama kamu atau sama keluarga om Arnold, apa bisa di ajak bercanda?" tanya Ray lagi


"Mas Raymond kenapa bertanya begitu?" tanya balik Zalin


"Bukan begitu, aku kan belum paham banget sama keluarga mu, supaya tidak salah-salah kata" jawab Ray


"Kalau sama keluarga kak Yusuf orangnya santai, jadi tidak perlu takut salah-salah kata" ucap Zalin serius


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Perbedaan Dua Insan πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2