
Mereka bertiga berangkat di antar oleh pak Yono, untuk menghemat tempat dan kendaraan juga saat dirumah kakek Niel.
"Assalamualaikum" ucap Yusuf, Khanza dan Adi
"Wa'alaikumsalam" jawab keluarga besar
"Ya Allah, pagi-pagi sekali kamu nak" ucap nenek Ras memeluk Khanza
"Iya nek, Khanza bawain sarapan untuk kalian semua" jawab Khanza menunjuk ke arah Adi dan Yusuf
"Kamu masak banyak nak" tanya Aisyah terkejut
"Iya, kata bunda tadi malam kalian tidak akan sempat memikirkan sarapan, makanya kaka bawain, ini semua yang masak bibi kok" jawab Khanza tau ke khawatiran bundanya
"Bunda kira kamu yang masak semua" ucap Aisyah merasa lega
"Aku bisa di ceramahin lebih dulu sama kak Yusuf, bun" jawab Khanza tersenyum
"Nenek, Adi kangen" ucap Adi memeluk neneknya
"Assalamualaikum" ucap keluarga Almahendra
"Wa'alaikumsalam" jawab semua
Dua keluarga saling berpelukan dan mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga Aisyah, Aisyah juga terkejut keluarga suaminya datang semua, hingga kakak-kakaknya dan keponakan suaminya
"Halo Aunty" ucap Raj anak dari Asfand kakanya Arnold
"Hai sayang, mana istrimu" jawab Aisyah memeluk keponakan suaminya
"Dia tidak boleh perjalanan jauh aunty, makanya harus istirahat dirumah" jawab Raj tersenyum
"Sudah berapa bulan?" tanya Aisyah lembut
"Alhamdulillah bulan ke tujuh, doain ya aunty supaya anak Raj lahir dengan sehat dan ibunya juga kuat" jawab Raj
"Aamiin, doa terbaik untuk kalian semua" ucap Aisyah
Melihat kedekatan Aisyah dan Raj membuat Adi cemberut cemburu, bundanya di peluk dan dirangkul, dari kecil Raj memang dekat dengan Aisyah, bahkan Raj pernah menginap bersama Aisyah waktu kecil.
"Siap-siap nanti ada boom meledak" ucap Arnold tersenyum
"Boom apa?" tanya nene Ras cemas
"Boom kecemburuan" jawab Arnold tertawa
"Siapa yang cemburu?" tanya Vina istri Asfand
"Tuh, anak bujangnya Aisyah lagi cemberut saja" jawab Arnold menunjuk ke arah Adi
__ADS_1
Semua orang tertawa karena sikap Adi yang lucu dan absurd bagi mereka.
"Ternyata cemburuan dia" ledek Asfand
"Ya begitulah bang, suka ada-ada aja tingkahnya" jawab Aisyah
"Apa bedanya sama Raj, sebelum menikah dia cemburu banget kalau mamanya dekat sama laki-laki, mau anak kecil atau anak remaja sekali pun" sahut Vina menggoda anaknya
"Tapi aku tidak separah adek mam" ucap Raj membela diri
"Iya sih, tetap saja, cinta pertama anak perempuan ayahnya, cinta pertama anak laki-laki ibunya, kadang lebih posesif anaknya dibandingkan bapaknya" timpal umi mahen
"Bunda, Adi mau bicara" ucap Adi tiba-tiba
"Tuhkan, baru aja di bilangin, sudah mulai mau meledak nih" sahut Arnold tertawa
"Apaan, ini masalah di cafe tau" jawab Adi ketus
"Kok kamu malah bahas cafe, disini itu bahas yang lain dong" ucap Arnold
"Sebentar doang, janji deh, di kamar bunda saja" jawab Adi berharap
"Temani, mungkin boomnya mau meledak tanpa kita ketahui" ledek Asfand
Keluarga Almahendra menghilangkan sedikit rasa sedih yang ada, rumah semakin ramai dengan kedatangannya, mereka saling bergurau.
"Ada apa dengan cafe?" tanya Aisyah
Aisyah mengerutkan keningnya, "Gimana, bunda tidak paham?" tanyanya yang masih tidak mengerti dengan jawaban Adi
"Shafira itu semena-mena bunda, dia sok mengatur semua, banyak keluhan dari karyawan yang sudah aku selidiki" jawab Adi kesal
"Jelaskan sama bunda secara perlahan, dan bunda harap yang keluar dari mulutmu bukan hanya kata-kata tapi dengan bukti yang akurat" ucap Aisyah tenang
"Bunda ku sayang, selama ini Shafira itu bekerja hanya santai-santai, lalu dia sering meminta karyawan lembur tanpa di bayar lemburannya, selanjutnya yang seharusnya karyawan kerja shift di hilangkan sama dia secara sepihak, contoh misalkan bunda masuk pagi, Adi masuk sore tapi Adi di chat sama dia untuk tidak masuk karena Adi di kasih libur, tapi besoknya saat Adi masuk lihat absen kemarin Adi tidak masuk kerja karena bolos begitu keterangannya, ini tidak benar bunda, Adi mau bunda ambil tindakan" tutur Adi emosi
"Sabar, buktinya mana?" ucap Aisyah
"Ya Adi belum ada bukti, ini masih dikumpulkan" jawab Adi
"Sebelum Adi cerita bunda bilang apa?" tanya Aisyah
"Ucapan yang keluar dari mulut Adi harus ada bukti" jawab Adi cemberut
"Pandai anak bunda, jadi waktu bunda terbuang dengan prasangka yang ada" ucap Aisyah
"Ini bukan prasangka tapi kenyataan" jawab Adi
"Bunda harus hati-hati dengan Adi, kenapa bisa saja jika yang Adi ucapkan tidak benar nanti jatuhnya Adi memfitnah orang" ucap Aisyah
__ADS_1
"Please lah bunda, ini sudah keterlaluan, mau sampai kapan Shafira di biarkan begitu, sampai cafe bunda gulung tikar gitu baru bunda menyadari" jawab Adi kesal
"Astaghfirullah, masa kamu mendoakan tidak baik, itu juga cafe kakak mu, doa itu yang baik-baik saja" ucap Aisyah
"Sudahlah bunda tidak asik, aku pamit" sahut Adi kesal mencium tangan bundanya
"Mau kemana, hai nak" ucap Aisyah memanggil Adi yang sudah keluar dari kamar
"Adi mau kemana?" tanya Aisyah di depan keluarganya
"Tadi bunda bilang Adi harus cari bukti, agar bunda percaya sama Adi" jawab Adi emosi
"ADI, Turunkan nada bicaramu" tegur Arnold
Adi pergi begitu saja tanpa pamit lagi, dia memakai mobil yang tadi di bawa sama pak Yono.
"Ada apa bun?" tanya Khanza
"Dia mencurigai seseorang di cafe, tapi bunda bilang Adi tidak pegang bukti, bunda hanya mengingatkan takutnya nanti dia jadi memfitnah orang" jawab Aisyah tenang
"Kali ini coba deh percaya sama Adi, kalian juga cari tau" ucap Vina
"Kelakuan Adi sama persis dengan Raj, dia peka dan mudah mencari informasi, Raj pernah bilang kalau karyawan di restoran aku begini begitu, awalnya aku tidak percaya terus aku meminta bukti padanya, lalu malamnya Raj menunjukan semua bukti dan ucapannya benar, dia sampai mendiamkan aku tiga hari karena kesal" tutur Vina mengingat kejadian lampau
Aisyah mencoba mengirim pesan pada Adi setelah mendengarkan cerita kaka iparnya.
βοΈ Bunda
Adi pulang ya, bunda percaya sama Adi, setelah ini kita pikirkan sama-sama caranya agar Shafira tidak melakukan hal kurang baik itu, bunda tunggu ya di rumah nenek Ras, kasihan juga keluarga yang sudah datang jika Adi tinggal oleh Adi begitu saja. bunda sayang Adi
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.