KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Belanja


__ADS_3

Aira dan Adi sarapan bersama, Adi sedikit canggung karena duduk di samping Abinya, dia khawatir di tanya-tanya lagi seperti pertama kali makan satu meja.


"Tegang cuyy suasananya" ucap Rafael adik Aira baru bergabung di meja makan


"Apa yang tegang" tanya Abi santai


"Abang ipar mau kemana, pagi-pagi sudah ganteng" tanya Rafael


"Mau keluar sebentar sama kaka dan adikmu" jawab Adi santai


"Ikut dong" ucap Rafael melihat ke arah Adi


"Dirumah aja, bantuin Abi" sahut Abi


"Sekali-kali jalan sama abang ipar" ucap Rafael


"Mau makan atau mau ngobrol?" tanya umi menatap anak bujangnya


"Makan, masa nyuci" jawab Rafael nyengir


"Sekolah tidak?" tanya Abi pada anaknya


"Rafeal libur, biasa kakak kelas mau ujian, Meira aja libur" jawab Rafael


"Rencana kalian berdua mau kemana?" tanya Abi pada Adi


"Cuma ke pusat perbelanjaan, tidak berdua, tapi bertiga, Meira juga mau ikut katanya" jawab Adi


"Meira mau beli apa sampai ikut?" tanya Abi


"Ada buku yang mau Mei beli, Bi" jawab Meira pelan


"Sebelum berangkat, Meira temui Abi dulu ya" ucap Abi dapat anggukan dari Meira


Selesai sarapan Aira dan Adi sedang bersiap, tadi Adi hanya memakai kaos biasa, sekarang di ganti kemeja panjang tapi dengan bagian lengan di lipat hingga ke siku dan memakai celana jeans.


Semenjak bekerja, Adi lebih suka pakai kemeja panjang yang dilipat bagian lengan, dia pakai kaos hanya ketika ingin tidur saja, Mereka bertiga sudah di perjalanan menuju pusat perbelanjaan, tiba di tujuan Adi segera mengambil troli untuk membeli kebutuhannya.


"Susu Almond seperti apa?" tanya Aira jalan berdampingan dengan Adi


"Susunya yang biasa itu tuh" jawab Adi menunjuk susu dengan kotak berwarna hijau


"Ambil berapa kotak? biasanya diminum sehari berapa kali?" tanya Aira


"Aku kalau bekerja ya minumnya hanya pagi dan malam, diem saja dirumah siang atau sore terkadang minum juga, sehari bisa 3 kali mungkin" jawab Adi berpikir


"Ambil 3 kotak saja dulu ya" ucap Aira


"Lima saja" jawab Adi cepat


Aira mengambil 5 kotak susu yang dibutuhkan untuk Adi.


"Ini ada langsung susu Almond namanya" ucap Aira

__ADS_1


"Tidak enak itu, aku sudah pernah coba" jawab Adi lembut


"Lalu cari almond seperti apa?" tanya Aira benar-benar tidak paham apa yang Adi butuhkan lagi


"Almond biasa, kalau tidak ada yang powder ya berarti nanti kamu halusin sendiri" jawab Adi senyum


Meira hanya mengikuti kaka dan abang iparnya terlebih dahulu sebelum ke tempat bagian buku.


"Kak, boleh tidak apabila Mei ke toko buku duluan?" tanya Meira pelan


"Tidak boleh" jawab Adi cepat


"Loh, kenapa?" tanya Meira lagi


"Kamu pergi sama aku dan kaka mu, jadi tidak boleh ada yang terpisah di antara kita, nanti ada orang jahat" jawab Adi


"Biar cepat selesai, siapa tau bang Adi selesai belanja Meira juga selesai mencari buku" ucap Meira


"Sekali tidak tetap tidak, paham" jawab Adi tegas menyuruh Meira berjalan di depannya


Aira hanya senyum saat ini adiknya ada yang bantuin jagain, selain dirinya atau Rafael.


"Meira, kamu tidak mau belanja gitu, ambil sekalian barang kebutuhan mu" ucap Adi mendorong troli


"Tidak perlu bang, insyaallah kebutuhan Mei masih ada dirumah" jawab Meira pelan, sebenarnya ada yang ingin dia beli, tapi Abinya memberikan uang hanya cukup untuk membeli buka yang dibutuhkan.


"Adikmu suka apa? lalu kebutuhannya apa, kamu saja yang ambil" ucap Adi berbisik pada Aira


"Dia bilang tidak butuh" jawab Aira pelan


Aira jadi berjalan berdampingan dengan Meira, adiknya, Adi di belakang mendorong troli


"Dek, kamu butuh apa ambil saja, kaka takut kalau kamu tidak ambil, mas Adi akan marah sama kaka" bisik Aira bohong


"Kok marah" tanya Meira bingung


"Sudah kamu ambil kebutuhan mu ya, jangan sampe kita lama disini" ucap Aira lagi


"Itu Almond powder deh" sahut Adi menunjuk, Aira melihat ke arah yang tunjuk Adi


"Beli satu kaleng saja ya" tanya Aira


"Iya sudah, nanti kurang tidak?" tanya Adi balik


"Emang pakainya banyak?" tanya Aira


"Biasa yang buatkan bunda, aku tinggal minum, jadi tidak tau takarannya" jawab Adi


Akhirnya Aira hanya mengambil satu kali kecil, dan Meira juga mengambil beberapa barang keperluannya.


"Nah gitu dong ngambil yang dibutuhkan, jangan hanya diam saja seperti satpam, kamu itu di ajak untuk ikutan memilih apapun yang di mau" ucap Adi


"Iya bang" jawab Meira pelan

__ADS_1


"Sekalian belanja kebutuhan dapur dan lain-lain saja" ucap Adi pada kedua wanita di depannya


"Belanja di pasar aja" jawab Aira


"Disini saja, sekalian sama buah, jangan kebanyakan komplain, aku tidak terima itu" ucap Adi


Aira terpaksa mengikuti kemauan Adi dari pada debat di tempat umum, dia juga belum tau karakter Adi seperti apa, Adi mengambil banyak daging-daging.


Meira melihat ke arah Adi terkejut, troli yang dibawanya sudah bertambah menjadi dua troli, yang satu troli sudah penuh.


Meira menoel kakanya. "Lihat suami mu kak" bisik Meira, Aira membalikan badannya


"Astaghfirullah" ucap Aira kaget


"Ada apa" tanya Adi khawatir


"Itu penuh banget, terus kenapa tambah troli lagi" jawab Aira


"Nunggu kalian lama, makanya aku ambil saja kebutuhan dapur, sekarang kita cari persabunan" ucap Adi mendorong kedua trolinya sendirian


"Sini aku bantu dorong yang kosong" sahut Aira mengambil alih


"Tidak perlu, aku saja, kamu pilih sabun-sabun aja, apapun untuk yang lain dan juga untuk lantai" jawab Adi


Selesai berbelanja, Aira dan Adi gantian menemani Meira membeli buku yang diperlukan, barang-barang yang Adi beli sudah masuk mobil di susun oleh salah satu bodyguardnya.


Saat Meira mau membayar bukunya di ambil Adi dan langsung dia yang membayarnya.


"Abang Adi, Meira bawa uang dari Abi" ucap Meira pelan


"Pulangkan saja lagi ke Abi, atau kamu kantongin" jawab Adi


Ada rasa syukur dalam diri Aira melihat tingkah Adi yang seperti saat ini dia lihat, tetapi ada rasa belum terima pernikahan secepat ini, dia masih ingin melanjutkan kuliahnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2