
"Selalu ditinggal begitu, apa tidak bisa sekali saja bersikap romantis sama istri, walau sudah tua begini kan masih mau di manja dan diperhatikan sama suami sendiri" gerutu mamih
Dengan berat hati mamih turun kebawah dan ikut bergabung ke acara tersebut, acara syukuran ini memang untuk Khanza atas kehamilannya tapi pihak keluarga tidak ada yang mengatakan Khanza sedang mengandung.
Pengajian tersebut murni hanya meminta kesehatan dan kebahagian untuk semua terutama untuk Yusuf dan Khanza, hingga acara selesai mamih masih saja cuek dan gerutu dalam hati.
Mamih berharap akan segera tau tujuan pengajian ini, ternyata hanya meminta kesehatan, itu semua membuat mamih tambah kesal.
"Kenapa tidak berdoa sendiri aja masing-masing, hanya untuk kesehatan, mau sehat ya kontrol diri sendiri, bikin rumah orang berantakan aja jadinya" gerutu mamih pelan tapi masih di dengar oleh papih dan Zalin yang kebetulan duduk di antara keduanya
Papih menatap mamih dengan tajam, dia takut besannya juga mendengar ucapan sang istri yang tidak pernah bisa di kontrol, mamih Yusuf dulu tidaklah seperti ini, semenjak Yusuf menikah saja tingkahnya berubah 360Β°.
Para tamu sudah pada pulang, tinggal sanak saudara saja yang masih berkumpul disini.
"Sebelumnya Yusuf dan Khanza mengucapkan banyak-banyak terima kasih sama semua yang sudah menyempatkan waktu duduk bersama disini dan pengajian bersama, saling mendoakan satu sama lain, berhubung disini tinggal sanak saudara maka Yusuf akan memberitahukan tujuan awal pengajian ini, pengajian ini salah satu rasa Syukur Yusuf dan Khanza kepada Allah SWT yang selalu melindungi dan menjaga pernikahan Yusuf dan istri hingga saat ini, dan hari ini juga Allah SWT memberikan hadiah kepada Yusuf dan Khanza, hadiah yang sangat bernilai dan berharga bagi kami, Allah memberika kepercayaan yang luar biasa pada kami untuk menjadi orangtua seperti kalian yang sudah pada memiliki anak" tutur Yusuf dengan mata berkaca-kaca karena terharu, dan para keluarga pun senang serta ikut terharu mendengar kabar bahagia ini
"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, akhirnya kakek dapat cucu dari Yusuf" ucap kakek Yusuf senang bahagia
"Yusuf hanya minta doanya dari kalian semua sebagai keluarga disini, semoga senantiasa kalian mendoakan kebaikan untuk Yusuf dan Khanza" sahut Yusuf merangkul istrinya
"Itu sudah pasti, kami akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian, jaga istrimu baik-baik, Yusuf, ibu hamil itu banyak sekali maunya dan aneh-aneh" ucap tante Yusuf
"Justru itu yang Yusuf tunggu, tante" sahut Yusuf tersenyum
"Kami pamit pulang dulu ya, maaf apabila sudah merepotkan tuan rumah dan yang lain" ucap Arnold
"Tidak ada yang repot pak Arnold, ini kan untuk kita semua, jangan terlalu kaku dong" sahut papih Yusuf merangkul Arnold
"Terima kasih semuanya, kami pamit, assalamualaikum" ucap Arnold
Arnold dan Aisyah serta Adi sengaja pulang lebih dulu, karena mereka melihat wajah besan perempuan nya seperti tidak bahagia, dan itu membuat Arnold ingin marah dan meluapkan emosinya, makanya Aisyah mengaja suami serta anaknya untuk pulang dari pada terjadi keributan.
"Yusuf malam ini tinggal disini kan?" tanya mamih tersenyum hanya pada Yusuf
"Malam ini Yusuf harus pulang ke rumah bunda, dan kami akan tinggal disana lagi" jawab Yusuf datar
__ADS_1
"Tinggal disini saja, ini juga rumah mu" ucap mamih kaget mendengar anaknya akan tinggal dengan Aisyah
"Iya ini rumah ku tapi istriku tidak pernah dianggap dirumah ini" jawab Yusuf
"Maksud kamu apa Yusuf?" tanya kakek Yusuf yang bernama Mahadika
"Maafin aku, aku tidak bermaksud bicara kasar pada yang" jawab Yusuf
"Biarkan Yusuf pulang, kasihan istrinya juga pasti sudah lelah, ibu hamil tidak boleh kelelahan" ucap tante Yusuf dengan perhatian
"Pulanglah nak, jaga istri dan calon anak mu, jangan membuat mereka bersedih" timpal kakek tersenyum
"Mamih masih kangen sama Yusuf" ucap mamih sedih
"Seandainya mamih bisa menerima keadaan dan takdir yang ada, mungkin Yusuf tidak menjauh dari mamih" jawab Yusuf
"Kami pulang, Assalamualaikum" ucap Yusuf menggandeng tangan Khanza dengan lembut
"Wa'alaikumsalam" jawab semuanya
"Kaka kenapa melirik ke aku terus" tanya Khanza aneh
"Emang tidak boleh kaka melihat istri kaka sendiri" jawab Yusuf tersenyum
"Bukan tidak boleh, lebih baik fokus, kaka lagi nyetir, supaya kita semua selamat sampai tujuan" ucap Khanza
"Baiklah Nyonya, aku akan hati-hati sekarang dalam mengendarai mobil" jawab Yusuf tersenyum
Rumah Yusuf
"Selama ini papah tidak pernah bertanya apapun pada kalian semua, tapi sekarang papah akan bertanya, apa yang terjadi antara istrimu, anak dan mantunya?" tanya papah Mahadika pada sang anak
"Mamih itu tidak pernah suka sama kak Khanza, karena menurut mamih kak Khanza aja itu mandul dan bahkan mamih pernah menjodohkan kak Yusuf pada anak temannya, dan menyuruh kak Yusuf menceraikan kak Khanza, disitulah kak Yusuf mulai menjauh dari mamih, dan juga mamih sering menghina dan menghakimi kak Khanza" tutur Zalin yang sudah tidak tahan ingin bicara
"Astaghfirullah" ucap semua
__ADS_1
"Setega itu mba melakukan pada anak dan mantunya" tanya tante Yusuf
"Dimana hati kamu, sementara kamu memiliki anak gadis, apa kamu mau anak gadis mu di perlakukan semena-mena oleh mertuanya, kamu tidak berpikir ke arah sana apa, sehingga bisa melakukan hal menjijikan seperti itu, mba itu tidak mencontoh yang baik untuk anak-anaknya" sahut om Yusuf kesal
"Aku akan mendidik istriku lebih keras lagi, ini tanggung jawabku, mungkin selama ini aku salah mendidiknya" jawab papih Yusuf yang sudah malu di depan keluarganya
"Kasihan cucu mantuku selama ini, pasti dia selalu sedih, dia anak yang baik dan ceria" ucap papa Mahadika (kakek) mengingat Khanza
"Benar itu pah, lalu bagaimana dengan Tuan Almahendra?" tanya om Yusuf
"Keluarga Arnold dan Aisyah tidak ada yang memberitahukan ini semua pada Tuan Almahendra, mereka menutupi semua kejelekan mamihnya Yusuf" jawab papih Yusuf menunduk
"Didik lagi istri mu agar menjadi orang yang benar, kalau mau mencari masalah jangan pada keluarga Almahendra, salah sasaran itu namanya, jika Tuan Almahendra dan istri tau cucunya di sakiti, seketika kita bisa menjadi miskin mendadakan, paham kalian" ucap papah Mahadika (kakek) dengan tegas
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
__ADS_1
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.