
Permasalahan Khanza dan Yusuf ternyata rumit, mamih Yusuf tetap teguh pada pendiriannya, supaya Yusuf bisa menikahi perempuan yang sehat di bandingkan Khanza yang sampe saat ini belum bisa memberikan keturunan.
Yusuf bolak balik meminta saran kepada Aisyah, tapi Aisyah menanggapi semua masalah yang ada dengan tenang, dia tidak mau gegabah dalam bertindak, Aisyah sudah pernah meminta Yusuf pertemukan dirinya dengan mamihnya, tapi mamihnya Yusuf masih belum mau bertemu dengan Aisyah.
Aisyah sendiri tidak paham, kenapa maminya menghindari Aisyah juga, padahal selama ini Aisyah dan keluarga tidak pernah mengganggu kehidupan rumah tangga Yusuf ataupun rumah tangga mamihnya Yusuf.
Yusuf masih terus membujuk mamihnya agar mau bertemu dengan Aisyah, tapi alasannya selalu "Kepala mamih pusing Suf", jadi apa daya Yusuf juga tidak mau terlalu memaksa mamihnya.
"Bunda bagaimana lagi caranya, mamih selalu menghindar kalau bertemu dengan bunda" ucap Yusuf, dia sedang berkunjung ke rumah Aisyah
"Ajak mamih mu jalan jalan keluar, misal ke taman, atau kemana, nanti bunda akan menemuinya disana" sahut Aisyah
"Aku harus izin dulu pada Khanza bun, nanti dia salah paham sama aku" jawab Yusuf
"Salah paham apa? kamu kan hanya membawa ibu mu mencari ketenangan pikiran" ucap Aisyah
"Saat aku bawa mamih keluar, belum tentu hanya aku dan mamih, pasti mamih akan mengajak wanita jadi jadian itu bun" sahut Yusuf
"Lakukan lah yang menurut mu baik" jawab Aisyah tenang
"Memang apa yang akan bunda lakukan jika bertemu dengan mamih?" tanya Yusuf penasaran
"Bunda hanya ingin berdiskusi dari hati ke hati, sesama perempuan, tidak ada hal lain yang akan kita bahas" jawab Aisyah
"Yusuf kembali ke kantor dulu ya bun, jam istirahat sudah mau habis" ucap Yusuf mencium tangan Aisyah dan segera pergi
Kenapa masih ada aja, orangtua ingin menghancurkan rumah tangga anak kandungnya sendiri, hanya perkara belum memiliki anak, apa dia tidak pernah merasakan dikucilkan dengan orang lain, dan lagi pula pernikahan Yusuf, Khanza belum lama, mungkin ini hadiah yang Allah kasih untuk anak hamba, agar dia menjadi pribadi yang lebih kuat lagi. Gumam hati Aisyah
"Assalamu'alaikum" ucap Khanza
"Wa'alaikumsalam, loh nak" jawab Aisyah kaget
"Bunda seperti lihat hantu aja, padahal ini anaknya yang imut dan menggemaskan" ucap Khanza
"Sama siapa kesini? sudah izin Yusuf?" tanya Aisyah bingung
__ADS_1
"Tadi pas dijalan aku izin sama kak Yusuf, dan dia bilang OK" jawab Khanza tersenyum
"Tapi tumben anak bunda ke sini sendirian, biasanya kan nempel terus bagaikan perangko yang dikasih lem besi" ucap Aisyah menggoda anaknya
"Kuat banget tuh perangko pakai lem besi" jawab Khanza tertawa
"Sudah makan sayang?" tanya Aisyah dengan suara super lembutnya itu
"Justru mau minta makan disini, bunda masak apa?" tanya Khanza balik
"Bunda hanya masak sayur bening, sama semur ayam, hari ini bingung mau makan apa, jadi buat seadanya aja" jawab Aisyah
"Alhamdulillah, masih di kasih rezeki ya bun sama sang Maha Kuasa pemilik langit dan bumi ini" ucap Khanza
"Makanya kita itu harus banyak banyak bersyukur dengan kehidupan yang kita dapat di dunia, dari kesenangan hingga penderitaan, Allah lebih tau batas kemampuan kita saat dia sedang rindu dengan umatnya, jika ada orang yang tidak suka dengan kita, cukup doakan orang tersebut supaya dapat hidayah segera bukan kita ikut ikutan tidak suka dengannya" tutur Aisyah
"Kangen deh kalau denger bunda nasehatin aku begini" ucap Khanza memeluk erat bundanya
Aisyah tau dan sangat tau perasaan anak perempuannya saat ini, Khanza itu anak yang pandai menutupi masalah yang ada, dia rela menyimpan dan sakit sendiri apa yang dia rasakan.
"Kita makan bersama, anak bunda ini terlihat semakin kecil badannya, jangan diet diet ya sayang" ucap Aisyah
"Kan mau lebih cantik bun, makanya kaka harus diet dong" jawab Khanza tersenyum
"Cantik seseorang itu relatif, buat apa cantik di mata manusia kalau kita tidak bisa menjaga marwah dan lain lain, lebih baik cantik di mata Allah, cantik ibadahnya, pasti dengan sendiri semua mengikuti, awas ya sampe bunda denger kaka diet" ucap Aisyah
"Iya bunda sayang, kaka janji tidak akan diet, tapi kan kaka hanya membuat dirikan cantik dan enak dipandang dimata kak Yusuf" jawab Khanza
"Emang Yusuf masih belum bisa melihat kecantikan anak bunda yang alami begini, bunda omelin nanti si Yusuf" ucap Aisyah pura pura marah
"Jangan di omelin dong, kasihan tau" jawab Khanza cemberut
"Bucin dengan Yusuf" ucap Aisyah
"Masa harus bucin sama tetangga, hahaha" jawab Khanza tertawa
__ADS_1
Aisyah senang anaknya tertawa lepas, itulah tujuan awal Aisyah, membuat anaknya tertawa lebih dulu.
"Sehat sehat terus ya nak, jadilah istri soleha, berbakti dan patuh sama suami selama itu semua masih di jalan Allah" tutur Aisyah mengingatkan anaknya
"Insyaa Allah bu, doain Kaka terus ya, semoga bisa seperti menjadi ayah dan bunda, rumah tangganya bertahan" ucap Khanza tersenyum tapi sakit
"Itu sudah kewajiban bunda mendoakan semua anaknya agar selalu diberikan keberkahan hidup, sehat jasmani dan rohani, dan menjadi anak anak yang hebat kuat dan tanggung di kala badai datang" jawab Aisyah
"Terima kasih bunda, selalu ada untuk Kaka, kaka akan selalu rindu dan rindu dengan bunda, rasanya kaka ingin kembali seperti anak kecil yang setiap hari di peluk di gendong dan ditenangi oleh bunda, dan lebih enaknya lagi tidak memiliki beban apapun" ucap Khanza menangis dalam pelukan sang bunda
"Percayakan setelah hujan akan selalu adanya pelangi yang indah, begitu juga kehidupan rumah tangga, seberat apapun masalah kelak akan menjadi ringan di akhir dan bisa menikmati masa tua dengan kebahagian bersama suami kita" jawab Aisyah mengelus punggung anaknya, mereka saling menyalurkan kasih sayang yang tidak akan pernah putus sampai kapan pun
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.
__ADS_1