KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Kehangatan Pagi Hari


__ADS_3

"Semua orangtua ingin anaknya mendapat pasangan yang terbaik, jadi wajar saja jika Khanza di tuntut untuk hamil, mungkin hanya salah saja cara yang diberikan, hamil itukan gimana kuasa Allah, bukan kuasa manusia, jika kita sehat tapi belum hamil itu semua kehendak Allah, marah pada Allah ndak mungkin kan, yang ngasih kita setiap detik Allah. Disini yang sedang di uji adalah Kesetian Cinta kamu Yusuf, disaat istrimu belum mampu memberikan keturunan, mampukah kamu menjaga dan menepati janji kamu saat acara pernikahan waktu lalu, kamu mengatakan akan selalu setia pada pasanganmu apapun itu yang terjadi kelak. Bunda ndak bisa ikut campur masalah rumah tangga kalian berdua, bunda hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk rumah tangga kalian, bunda istirahat duluan ya, kalian jangan malam-malam ngobrolnya" tutur Aisyah meninggalkan Yusuf dan Zalin dengan perasaan sedih dan ngga sanggup melihat anaknya di hina oleh mertuanya sendiri.


Ya Allah berikan lah kekuatan, ketabahan untuk putri hamba Adiba Khanza Zavier, bantulah pertahankan rumah tangganya, ringankan lah beban hidupnya. Gumam Aisyah dalam hati, didepan pintu kamar Khanza


Ruang tamu


"Kak Yusuf, sepertnya bunda marah ya?" tanya Zalin pelan


"Mungkin bunda sedih mendengar anaknya di bilang mandul oleh mertuanya sendiri, tapi bunda ndak mau menunjukan rasa kekesalan dan kesedihannya di depan kita, karena kita anaknya mamih" jawab Yusuf merasa bersalah


"Ka Yusuf jangan pernah tinggalin Ka Khanza loh, sulit menemukan keluarga seperti keluarganya kak Khanza ini, coba kalo bunda kak Khanza bukan bunda Aisyah, aku yakin sudah pasti akan marah dan mencaci kita, anaknya sudah terhina" sahut Zalin


"Kamu benar dek, bunda itu tidak pernah mau mengetahui masalah rumah tangga anaknya, menurut dia mertua itu adalah musuh dalam rumah tangga anaknya, karena bisa membela hanya satu pihak, bunda tuh bijak banget, makanya kaka nyaman tinggal disini, setiap kak Yusuf ada masalah selalu ketahuan oleh ayah Arnold, tapi bunda selalu menegur ayah Arnold agar tidak ikut campur, bahkan mereka berdua pernah saling mendiamkan satu sama lain, hanya karena kaka dan Kak Khanza sedang berantem" ucap Yusuf


"Kaka berjanjilah, agar selalu setia dengan kak Khanza, jangan menduakannya, apalagi melakukan kekerasan" ujar Zalin


"Iya kaka janji, sekarang kita istirahat, ndak enak tadi sudah ketahuan bunda" jawab Yusuf mengajak adiknya tidur


Malam itu Yusuf menjadi susah tidur, dia kepikiran dengan perkataan Zalin, dan bunda, dan dua juga memikirkan nasib rumah tangga orangtuanya yang sudah diabang kehancuran.


πŸ’Œ mamih Yusuf


Khanza, gara-gara kamu, mamih dan papih bercerai, PUAS KAMU SUDAH MENGHANCURKAN kehidupan keluarga mamih, kenapa kamu malah menjadi pembawa sial untuk mamih Yusuf dan yang lainnya, Mamih MENYESAL mengizinkan Yusuf menikahi kamu, sudah mandul dan pembawa sial


Karena memang Yusuf belum tidur dengan pulas dia mendengan suara pesan masuk di ponsel Khanza, dengan rasa penasaran, dia mengambil dan membuka isi chatnya.


Yusuf terkejut dengan isi chat yang masuk ke ponsel Khanza, ternyata mamihnya.


"Astaghfirullah, mamih kok tega chat Khanza seperti ini, lebih baik aku screenshot sebelum dihapus, besok aku akan menemui mamih dan papih" lirih Yusuf memejamkan mata sambil bersandar


Ya Allah ampunilah segala dosa-dosa yang pernah hamba perbuatan, yang sengaja maupun tidak sengaja, berikanlah kekuatan iman dalam diri hamba, agar bisa menjaga dan mempertahankan keluarga kecil hamba yang baru saja dimulai. Gumam Yusuf dalam hati

__ADS_1


"Lebih baik besok Khanza ganti kontak baru, supaya mamih tidak menghubungi Khanza lagi" ucap Yusuf pelan menatap wajah istri tercintanya


Dengan perasaan campur aduk dan rasa tidak tenang, Yusuf memaksakan untuk tidur, agar besok dia terlihat fresh di depan Khanza.


Pagi hari meja makan sudah penuh dengan hidangan untuk sarapan keluarga Zavier dan yang lain.


"Adi hari ini jangan pulang telat ya, kamu ndak ada jadwal piket apapun" ujar Aisyah mengingatkan anaknya


"Siap bunda" jawab Adi memeluk Aisyah "Halo kak Zalin sudah bangun rupanya" ucap Adi menyapa Zalin


"Halo juga Adi, ini kan sudah siang, masa iya belum bangun" sahut Zalin pada Adi


"Buset dah ini jam 6 dibilang siang, lalu 12 itu dianggap apa" ucap Adi membuat wajah lucu


"Sudah-sudah, Zalin ayo duduk, Adi selesaikan makannya, bunda panggil ayah dulu" timpal Aisyah meninggalkan Zalin dan Adi di meja makan


"Kak Zalin, nyenyak ndak tidur dikamar ku? kamar ku ndak ada nyamuk kan?" tanya Adi basa basi mulai sarapan


"Alhamdulillah nyaman, terima kasih ya atas tumpangannya, sepertinya lebih baik aku cari kost aja deh, biar ngga merepotkan bunda" jawab Zalin mengoles roti dengan selai


"Ho'oh ayah benar sekali, lagian santai aja kali kak, walau Adi jadi ndak dapat kamar disini, Adi bisa nginap dirumah uncle Andre" ucap Adi menaik turunkan alisnya pada sang bunda


"Minta di hapus dari daftar kartu keluarga" sahut Aisyah becanda biar ngga tegang


"Jahatnya, main di hapus aja di daftar kartu keluarga" ucap Adi cemberut


"Yusuf dan Khanza belum keluar?" tanya Arnold menatap istrinya


"Belum, nanti juga keluar kalo sudah merasa lapar" jawab Aisyah santai


"Ish...ish..ish... tak patut di contoh itu, kata kak Zalin aja ini sudah siang, mereka masih bermalas-malasan di dalam kamar" timpal Adi nyengir saat di tatap bundanya

__ADS_1


"Nanti saat Adi menikah juga akan merasakan yang namanya berduaan di dalam kamar dengan istri" sahut Arnold


"Nikahin Adi dong ayah bunda" ucap Adi memelas


"Iya nanti bunda nikahin dengan anak kucing" jawab Aisyah kesal


"Wow, anak kucing, tuh kucing kita si Momos langsung nengok, hahaha" ucap Adi tertawa melihat kucingnya pas melintas


Aku ngga pernah becanda dengan mamih dan papih di meja makan, disaat becanda mamih dan papih pasti menegur agar tidak ribut di meja makan dengan suara datar dan dingin, tapi disini melihat Adi becanda dengan bunda Aisyah serta ayah Arnold rasanya bahagia sekali. Batin Zalin


"Zalin kenapa diam aja? apa memikir kan sesuatu" tanya Arnold pelan


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia, Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



Berikan dukungan juga untuk Kedua cerita ini. Oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang No. 1 ya, karena masih sambungan cerita


__ADS_2