KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Perempuan Lain


__ADS_3

Yusuf dan Khanza sudah diperjalanan menuju rumah mamih, papihnya Yusuf. Selama diperjalanan Khanza lebih banyak diam. Yusuf juga merasakan aneh dengan sikap istrinya.


Setiba di rumah papih, Yusuf dan Khanza langsung masuk ke dalam rumah.


"Mas Yusuf" ucap Azalina adik Yusuf berlari memeluk kakanya dengan rasa rindu yang sangat-sangat


"Hei, apa kabar adik kesayangan ku" jawab Yusuf mempererat pelukannya


"Aku kangen sekali dengan kaka" ucap Zalin mencoba melepas rindu


"Kaka juga sangaaaattt kangen dengan mu" jawab Yusuf melepas pelukan adiknya dan mencium pipi adiknya


"Kaka sama siapa kesini?" tanya Zalin menatap kakanya


"Oh iya, ini kenalkan istri kaka" jawab Yusuf terlihat bahagia


"Ini pasti kak Khanza ya, perempuan yang sudah berhasil melelehkan batu es" ucap Zalin meledek Yusuf


"Hai, apa kabar" ucap Khanza basa basi dan masih terlihat canggung


"Jangan tegang dong kak, Zalin ngga akan makan kaka kok" jawab Zalin ramah dan lucu


"Mamih dan papih mana?" tanya Yusuf melihat keadaan rumah sepi


"Ada di taman belakang, lagi barbeque kak" jawab Zalin santai menggandeng tangan Khanza mengajak masuk ke dalam


Mereka bertiga memasuki rumah Yusuf bagian taman belakang untuk menemui kedua orangtua Yusuf. Ternyata disana bukan hanya ada orangtua Yusuf tapi ada satu perempuan yang Yusuf kenali. sedangkan papihnya terlihat sibuk berkomunikasi


"Tante itu Yusuf datang" ucap perempuan itu


"Oh iya, sana dekati dan sambut Yusuf" jawab mamih memerintah pada perempuan itu, perempuan itu sangat senang dan berjalan menghampiri Yusuf


"Hai Suf, aku kangen sekali dengan mu" ucap perempuan itu memeluk Yusuf, dengan cepat Yusuf melepas pelukannya


"Ngapain kamu dirumah ku?" tanya Yusuf heran


"Aku diundang tante ke sini, katanya kamu mau pulang dan ditambah lagi aku sudah sangat kangen dengan mu" jawab perempuan itu tanpa memperdulikan Zalin dan Khanza


"Dasar mak lampir" lirih Zalin masih terdengar oleh Khanza yang berada disampingnya


"Hus, ndak boleh mencela orang" bisik Khanza mengingatkan adik iparnya

__ADS_1


"Sayang, mamih kangen dengan mu" ucap mamih memeluk Yusuf


"Yusuf juga kangen dengan mamih" jawab Yusuf membalas pelukan mamihnya


"Kamu sendirikan ke sininya, mamih tadi undang Sabrina ke sini, agar kalian semakin dekat" ucap mamih tidak memperdulikan Khanza


"Aku ke sini ya bawa istrilah mih, lagian maksud mamih apa? semakin dekat dengan Sabrina? kami ngga ada hubungan apapun dan yang mamih harus ingat kalo Yusuf sudah menikah" jawab Yusuf sedikit bingung


"Mamih kan ngga menyuruh kamu bawa istri" ucap mamih santai menuntun Yusuf dan Sabrina untuk duduk dimeja makan


"Apa hubungan ka Khanza dan mamih kurang baik?" tanya Zalin melihat mamihnya acuh pada Khanza


"Entahlah, jangan berpikir apa-apa ya, ini urusan kaka dan mamih, jadi Zalin cukup mikir bagaimana caranya mamih dan papih bangga pada Zalin" jawab Khanza tersenyum walau hatinya sangat sakit


Ada apa dengan mamih dan ka Khanza? dan kak Yusuf kok dodol sih malah mau aja di gandeng mamih dengan mak lampir itu. ini ngga benar namanya. Gumam Zalin dalam hati


Apa itu perempuan yang akan di jodohkan oleh kak Yusuf apabila aku belum juga hamil dalam akhir bulan ini. Gumam Khanza dalam hati dengan perasaan sedih


"Ya Allah anak papih sudah datang" ucap papih memeluk Khanza


"Papih sibuk sih, jadi ndak sadar aku datang" jawab Khanza meledek papihnya


"Hahaha..iya maaf, ini lagi ada pekerjaan penting, Yusuf mana?" tanya papih tidak melihat Yusuf


"Zalin, ndak baik, dari tadi nyebut nama orang mak lampir terus" ucap Khanza kembali mengingatkan adik iparnya


"Kaka jangan terlalu baik dengan mak lampir itu, dia bisa menusuk dari belakang" jawab Zalin memperingatkan kaka iparnya


"Jangan su'udzon ah, ndak baik, mau dia jahat apa ndak, nanti terlihat kok, dan akan dapat balasan langsung dari Allah, jadi ndak perlu berprasangka buruk" ucap Khanza mencoba tenang, walau sebenarnya hati dia tidak tenang juga


"Huh, hanya orang bodoh melepaskan ka Khanza" jawab Zalin memeluk Khanza


"Papih senang deh, kalian bisa akur ternyata, kirain akan seperti sama dengan mamih, kamu tidak suka dengan Khanza" ucap papih mengelus kepala Zalin


Jadi mamih benci dengan kak Khanza, berarti kak Khanza bahaya kalo ada dirumah ini. Batin Zalin khawatir


"Yusuf" teriak papih dengan lantang, Yusuf berlari ke arah papihnya


"Ada apa pih?" tanya Yusuf bingung


"Sepertinya papih salah menikahkan kamu dengan Khanza ya? setiap datang ke sini kamu abaikan istrimu" bentak papih pada Yusuf, Yusuf yang bingung melihat ke arah Khanza

__ADS_1


"Maksud papih apa?" tanya Yusuf minta penjelasan


"Ngapain kamu asik-asik ngobrol dengan mamih, sedangkan istrimu disini dengan adikmu, kamu ini suaminya atau bukan sih" jawab papih emosi


"Maaf pih, Yusuf ngga bermaksud...." ucap Yusuf terpotong


"Sudah cukup, kenapa papih jadi marahin Yusuf sih" sahut mamih datang bersama Sabrina


"Papih tidak akan marahin Yusuf, kalo di tau tanggungjawab nya sebagai suami" ucap papih dengan nada dingin dan ketus


"Mungkin aja kan istrinya yang ngga bisa menyenangkan Yusuf, makanya Yusuf lupa dengan tanggungjawabnya" jawab mamih santai melirik sinis ke arah Khanza


Papih semakin emosi dan ingin menampar mamih, tapi terhalang oleh Yusuf.


"Pih, jangan sampe main tangan" ucap Yusuf khawatir pada mamihnya


Khanza jadi merasa serba salah dan bingung harus bagaimana, sedangkan mamih dan papihnya sama-sama penuh dengan hawa emosi.


"Mendingan kak Yusuf ajak kak Khanza ke kamar dulu, kasihan tau" ucap Zalin ngga tega melihat Khanza


"Pih, aku mohon jangan main tangan, kita bicarakan baik-baik ya" ucap Yusuf mengabaikan Zalin


"Kak, aku tuh lagi bicara sama kaka, malah diabaikan sih" sahut Zalin kesal


"Diam kamu Zalin" bentak Yusuf pada Zalin


"Hanya orang bodoh yang mengabaikan kak Khanza" sindir Zalin mengajak Khanza keluar tapi Khanza menolaknya


"Suami kaka masih ada disini dek" ucap Khanza lembut dan pelan tapi masih bisa didengar dengan yang lain


"Apa yang kaka harapkan dari kak Yusuf yang tidak bertanggungjawab ini?" tanya Zalin sengaja menyindir


"Seburuk apapun kak Yusuf, saat ini dia masih suami kaka, dek" jawab Khanza pelan, tapi hatinya ngerasa sakit


Yusuf hanya terdiam dengan ucapan Khanza.


"Yang buruk itu kamu, sebagai istri ngga bisa memberikan kebahagian untuk Yusuf dan keluarganya" bentak mamih pada Khanza


"Kebahagian seperti apa yang mamih inginkan?" tanya Khanza memberanikan diri


"Sampai saat ini kamu belum bisa hamilkan? dan ternyata kamu itu sebenarnya mandul" jawab mamih sinis

__ADS_1


"Astaghfirullah" ucap serempak kecuali Sabrina


"Apa mamih punya rekam medis yang menyatakan aku mandul?" tanya balik Khanza


__ADS_2