KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Rencana Pindah Tempat


__ADS_3

"Terima kasih juga selalu mendukung dan melindungi ku dari orang-orang yang jahat pada ku" sahut Khanza melihat Yusuf


"Termasuk mamih?" tanya Yusuf menatap Khanza saat lampu lalu lintas berwarna merah


"Aku hanya belum mengambil hati mamih, makanya mamih masih bersikap dingin dengan ku" jawab Khanza tersenyum


"Besok kuliah ya, bareng kaka?" tanya Yusuf mulai menjalankan mobilnya kembali saat lampu hijau


"Iya kak Yusuf sayang" jawab Khanza mengelus wajah suaminya, Yusuf hanya tersenyum bahagia mendengar Khanza memanggil sayang


"Gitu dong, panggil suami dengan mesra, kan enak di denger" sahut Yusuf menoleh sekilas ke Khanza


"Tapi ada syaratnya" ucap Khanza lembut menatap suaminya yang sedang nyetir


"Mulai pakai syarat nih" sahut Yusuf


"Kaka jangan pernah lagi bilang kalo kaka mandul, aku ndak suka" ucap Khanza pelan


"Kalo kenyataannya seperti itu bagaimana?" tanya Yusuf pelan


"Insyaa Allah, kita semua sehat" jawab Khanza


"Aamiin, Ya Allah" ucap Yusuf tersenyum


Yusuf dan Khanza sudah tiba di kantor Zavier Intermedia.


Yusuf menggandeng tangan Khanza, memasuki kantor tersebut, banyak mata yang mengarah ke mereka berdua.


"Eh itu laki-laki yang pernah kesini temui pak Andre kan, kok sama anaknya Big Bos ya" ucap karyawan A


"Apa mereka pasangan?" tanya karyawan B


"Anaknya Big Bos kan ngga pernah tuh mau di gandeng laki-laki" jawab karyawab A


"Hey, Sayang, kalian kok kesini, ada apa?" tanya Arnold mencium kepala Khanza dan Yusuf


"Mau ketemu ayah dong" jawab Khanza dengan nada manjanya


"Tumben, ya sudah ayo ke atas, kita keruangan ayah" ucap Arnold menggandeng Khanza dan merangkul Yusuf


"Tuh kan, pasti itu pasangan anaknya, buktinya Big Bos perhatian bangat sama laki-laki itu" bisik karyawan A


Ruangan Arnold


"Ayo cerita ada apa?" ucap Arnold penasaran, karena anak dan mantunya baru pertama datang berdua ke kantor

__ADS_1


"Aku keruangan uncle Andre ya" ucap Khanza hendak pergi


"Tunggu, kamu sini aja" sahut Yusuf pelan menahan Khanza


"Kalian ini ada apa sih?" tanya Arnold semakin penasaran


"Begini ayah, Yusuf mau menyewa apartemen ayah sementara sampe Yusuf mendapatkan rumah, jadi Yusuf, Khanza dan Zalin akan tinggal bersama" jawab Yusuf menatap ayah


"Kalian datang ke sini cuma mau bilang sewa apartemen ayah?" ucap Arnold memastikan


"I...iya ayah" jawab Yusuf dan Khanza barengan


"Lucu nya kalian ini, apartemen ayah itu untuk keluarga, siapa aja yang mau menempati silahkan, apalagi kalian berdua anak ayah, tinggal pakai aja, tapi kenapa kalian ingin tinggal disana bertiga?" ucap Arnold dengan santai


"Kasihan Adi, apabila Zalin tinggal dirumah bersama, masa ayah satu kamar bertiga dengan Adi" jawab Yusuf pelan


"Ayah sudah biasa sekamar bertiga, lagi pula kamar ayah itu di bagi dua, sengaja jika ada tamu Adi akan out dari kamarnya dan pindah ke dalam kamar ayah, intinya ada kamar khusus untuk Adi di dalam kamar ayah begitu, Khanza juga tau kok" sahut Arnold santai


"Iya tapi gimana ya" ucap Yusuf bingung


"Begini aja, Yusuf dan Khanza silahkan tinggal di apartemen, tapi untuk Zalin biarkan tinggal dirumah, jadi Zalin akan menempati kamar Khanza, atau begini, kalian tinggal aja dirumah kake Niel, kasihan kake Niel hidup berdua doang dengan nene Ras, itung-itung kalian membantu kake disana hidup dari awal, gitu-gitu kake pandai berdagang" jawab Arnold memberi usul


"Aku setuju, kak Yusuf setuju ngga?" tanya Khanza senang


"Anggap saja kamu sedang kost disana, tiap bulan ajak nene Ras dan kake Niel jalan-jalan sebagai bayaran sewa kamar, kalian disana bisa pakai kamar ayah dan bunda disana" ucap Arnold


"Gimana kak?" tanya Khanza menatap Yusuf


"Kaka setuju, sampai kita dapat membeli rumah sendiri" jawab Yusuf tersenyum pada Khanza


Setidaknya aku tidak melepas Khanza sepenuhnya, dia masih aman apabila tinggal di rumah ayah Niel, dari pada harus tinggal diapartemen. Gumam Arnold dalam hati


"Selama kalian tinggal di rumah kake Niel, Yusuf belajar lah berdagang, kamu kan katanya mau buka usaha baru, siapa tau dapat inspirasi dari kake Niel dan nene Ras" ucap Arnold tersenyum


"Terima kasih ayah sudah mau membantu Yusuf, maaf apabila Yusuf masih banyak kekurangan untuk Khanza dan keluarga ayah" sahut Yusuf pelan


"Kita ini sudah menjadi satu keluarga, jadi wajar saja apabila kita saling mendukung, yang penting jika butuh sesuatu bicara dan terbuka" ucap Arnold lembut


"Bilang ke bunda apa?" tanya Khanza baru ingat dengan bundanya


"Bunda akan setuju, bila kamu tinggal dirumah kake Niel, bandingkan di apartemen, Zalin juga sewaktu-waktu bisa nginap dirumah kake Niel" jawab Arnold


"Ya udah kaka dan kak Yusuf pulang duluan ya" ucap Khanza berdiri dari duduknya


"Cepat banget, baru juga ketemu ayah disini" sahut Arnold ngambek

__ADS_1


"Idih ayah, tiap hari kan ketemu dirumah, emang ayah ndak makan siang dirumah?" tanya Khanza


"Ayah sama uncle lagi ada urusan, makanya hari ini ndak makan siang dirumah, bunda juga sudah tau kok" jawab Arnold


"Bye ayah.. cup" ucap Khanza mencium pipi ayahnya


Yusuf melihat itu sangat terharu, begitu kompak dan kuat ikatan kekeluargaan di keluarga Zavier. Tujuan Khanza dan Yusuf sekarang kembali kerumah untuk bicara pada bundanya, dan meminta tolong untuk info ke kake Niel dan nene Ras.


Sampai dirumah, Yusuf dan Khanza langsung bercerita keinginannya pada Aisyah, sejujurnya Aisyah sedih anaknya keluar dari rumah, tapi kehidupan memang tidak ada yang pernah abadi, Aisyah juga sangat senang Khanza ingin tinggal dirumah orangtuanya yang sudah tua.


Orangtua Aisyah tidak pernah mau di ajak tinggal bareng oleh Aisyah, Santi ataupun Bayu, makanya hampir setiap hari Aisyah berkunjung kerumah ayah dan ibunya.


"Lalu Zalin bagaimana, kalo kak Yusuf dan kak Khanza pindah?" tanya Zalin yang mendengarkan dari tadi


"Zalin tinggal disini lah sama bunda" ucap Aisyah tersenyum membelai kepala Zalin


"Ngga ikut kak Yusuf?" tanya Zalin melihat Yusuf


"Jika kaka sudah punya rumah sendiri, kaka akan ajak Zalin, tapi karena papih ingin melihat Zalin mandiri jadi kaka terpaksa meninggalkan Zalin disini dengan bunda dan ayah Arnold" jawab Yusuf berbohong


"Apa papih jadi bercerai dengan mamih?" tanya Zalin pelan dan menunduk sedih


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai Readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ Like


πŸ“ Komen


🎁 Hadiah


🎟️ Vote


Dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia, Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



Berikan dukungan juga untuk Kedua cerita ini. Oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang No. 1 ya, karena masih sambungan cerita

__ADS_1


__ADS_2