
Hubungan Aisyah dan Arnold sudah biasa biasa saja, memang dari kenal dengan Aisyah dia hampir tidak pernah marah yang sampe lama waktunya, jadi mudah juga bagi Arnold menenangkan sang istri tercinta.
Sementara Adi masih kurang sehat, hari ini Adi izin untuk tidak masuk sekolah, Aisyah juga sudah menghubungi pihak walikelasnya.
Pagi ini Arnold dan Yusuf membuat rencana tentang kejadian Adi, Arnold tidak akan memberhentikan karyawan, jika memang si karyawan tersebut tidak mengetahui hal yang menimpa anaknya.
"Jangan sampai kalian bertindak gegabah, dan merugikan orang lain, apalagi memutus rezeki orang" ucap Aisyah mengingatkan suami dan mantunya
Yusuf dan Arnold hanya saling pandang, memang rencana awal mereka akan mengistirahatkan sejenak karyawannya.
"Tapi kalau memang karyawan ayah melakukan tindakan yang meminta anak perempuan secara paksa karena untuk membayar hutang orangtuanya, itu sangat tidak adil untuk keluarga si perempuan" tutur Arnold
"Ayah boleh memberikan sanksi pada orang tersebut, tapi disini yang besar kepala itu anak karyawan ayah, jika tidak mau terjadi lagi seperti ini, kita temui juga pihak si perempuan, supaya lebih jelas dan mendapatkan informasi tidak dari satu pihak" ucap Aisyah
"Hahaha, kak Yusuf dan Ayah, wajahnya sangat lucu aneh aneh begitu, sabar ya untuk kalian berdua" sahut Khanza
"Memangnya ada apa kak?" tanya Aisyah heran
"Niat mereka kan mau memberi pelajar pada karyawan ayah, mendengar ucapan bunda nyali mereka pada menurun" jawab Khanza tertawa
"Haiiihhh, bukannya di bantuin, malah tertawain kaka" sahut Yusuf kesal
"Bukan begitu kak Yusuf yang tampan, hanya saja rencana jahat akan selalu gagal, dengan hal baik" jawab Khanza pada suaminya
"Bunda juga paham, lihat gelagat mereka aneh dari pagi, makanya bunda ingatkan" ucap Aisyah
"Lebih baik ya, kalau memang ayah dan bunda atau kak Yusuf nih, ada rezeki, bayarin aja, seolah olah mereka yang berhutang pada ayah, tanpa jangka waktu, dibayar cicil dan seadanya, jadi kita tidak terlalu membebani dia, ya kan dek" tutur Khanza menatap adiknya
"Itu terserah kalian" jawab Adi
"Sebenarnya ya bun, kaka menemukan sesuatu loh" ucap Khanza tersenyum jahil
"Ketemu apaan?" tanya Aisyah penasaran
"Di dalam kamar Adi, di bawah belakang lemari ada celengan yang bertulisan untuk membantu Aira" jawab Khanza menaik turunkan alisnya dan Adi terkejut kakanya bisa mengetahui itu
"Aira siapa?" tanya Arnold dan Aisyah berbarengan
"Itu gadis yang dia tolong namanya Aira" jawab Yusuf
__ADS_1
"Kamu suka sama perempuan itu?" tanya Arnold menyelidiki
"Bu..kan, ha..nya" ucap Adi bingung
"Jawab saja yang benar nak" sahut Aisyah dengan lembut
"Adi hanya kasihan, setiap pulang sekolah dia bekerja disalah satu restoran, dan setiap hari pulang ke rumah jam sebelas malam terkadang hampir dini hari, makanya aku dan teman teman berencana membantu dia dengan menyisihkan uang jajan semampu kita di dalam celengan, jadi yang bukan hanya Adi yang nyelengin uang untuk Aira" tutur Adi menjelaskan
Arnold mendekati anaknya dan memeluk Adi, menyalurkan rasa cinta dan kasih untuk anak laki lakinya, Adi semasa di pesantren pun banyak membantu teman temannya, dia juga pernah melakukan hal membawa semua makanan dari rumah untuk keluarga temannya, Arnold bangga pada anaknya, memang Adi terlihat santai pada hal apapun, termasuk dalam mata pelajaran sekolah, tapi nilai yang diraih tidak lah jelek untuk anak remaja seusianya.
"Ayah bangga padamu, tapi lain kali kalau ada apa apa info pada bunda atau ayah, ayah dan bunda juga ingin membantu, apalagi usia kita sudah mendekati sang maha kuasa, jadi mau memperbanyak ibadah dan bersedekah" ucap Arnold
"Apaan sih ayah bicaranya begitu" jawab Adi kesal, ayahnya membahas kematian
"Yang dikatakan ayahmu benar, tidak selamanya kita bersama terus seperti ini, akan ada masanya dimana salah satu dari kita akan meninggalkan yang namanya dunia, jadi di usia ayah dan bunda memang lebih baik memperbanyak ibadah, dan melakukan hal yang bermanfaat untuk banyak orang" sahut Aisyah setuju dengan suaminya
"Aahhh, tidak mau dengar apapun" teriak Adi menutup telinganya, Adi memang orang yang paling takut kehilangan orangtuanya, dia masih ingin bermanja manja lebih lama, bahkan dia rela apabila di takdirkan menjadi seperti anak kecil lagi, asal selalu bersama ayah bundanya.
"Sudah, masih pagi ini, lebih baik kita siap siap, setelah itu sarapan bersama" ucap Yusuf menenangkan semuanya
"Adi, hari ini tidak sekolah ya, bunda sudah izin pada walikelas Adi" ucap Aisyah memeluk dan memberikan ketenangan untuk Adi
"Adi tidak salah, ayah dan bunda yang salah bicara di waktu yang tidak tepat" ucap Aisyah
"Jangan bahas tentang itu lagi, Adi tidak mau dengar" sahut Adi menangis
"Iya, tidak akan bahas lagi" ucap Aisyah tersenyum
"Cowo cengeng banget kamu, dek" sahut Khanza melihat Adi menangis
Adi hanya diam saja, tidak menanggapi apa yang dikatakan kakanya.
"Kaka kuliah?" tanya Arnold duduk di bangku meja makan
"Kuliah jam sepuluhan" jawab Khanza tersenyum
"Berangkat sama pak Yono saja ya" ucap Arnold mengingatkan anaknya
"Nanti Yusuf yang antar kok, yah" timpal Yusuf yang baru bergabung lagi dimeja makan
__ADS_1
"Kamu itu bekerja, bagaimana caranya kamu yang antar?" tanya Arnold heran
"Gampang, Yusuf nanti pulang dulu untuk jemput Khanza dan mengantarkannya ke kampus" jawab Yusuf
"Biarkan Khanza berangkat dengan pak Yono, kamu fokus saja pada kerjaanmu, nanti pulangnya di jemput ndak apa apa" ucap Aisyah kasihan pada mantunya kalau harus bolak balik
"Tidak perlu bunda, biar tetap Yusuf saja yang antar Khanza kuliah" jawab Yusuf yakin
"Keras kepala kamu, pantas ibu mu tidak suka dengan anak ayah, karena dia menganggap Khanza hanya merepotkan kamu saja, dan menyulitkan kamu" timpal Arnold kesal
"Ayah, jangan bicara begitu" tegur Aisyah
"Terserahlah" ucap Arnold
Yusuf hanya terdiam, Khanza pun jadi tidak enak dengan suaminya, Khanza selalu mengelus pa*ha suaminya agar tidak tersinggung dengan ucapan sang ayah, Yusuf hanya tersenyum pada Khanza dan di balas senyumannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.
__ADS_1