KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Rumah Sakit


__ADS_3

Keesokan paginya seperti biasa, hampir semua keluarga akan melakukan sarapan bersama sebelum berangkat atau melakukan aktifitas seperti bekerja, sekolah dan lain-lain.


Rumah Arnold


"Adi, Aira sudah menggunakan alat yang kemarin belum?" tanya Aisyah melihat Adi keluar kamar


"Bunda kok masak, bukannya istirahat?" tanya Adi khawatir melihat bundanya menyediakan makanan di meja makan dan mengabaikan pertanyaan sang bunda


"Jawab dulu pertanyaan bunda" ucap Aisyah


"Kenapa bunda masak?" tanya Adi lagi tanpa menanggapi ucapan Aisyah


"Jawab pertanyaan bunda, sayang" ucap Aisyah mengelus wajah Adi


"Belum, lalu bunda kenapa masak" jawab Adi masih menatap sang bunda


"Bukan bunda yang masak, tapi bibi, bunda hanya membuatkan minuman untuk ayah, kamu bilang Aira, gunakan dulu alatnya" ucap Aisyah lembut


"Ada apa?" tanya Arnold keluar dari kamar


"Biasa, anakmu ini terlalu cemas" jawab Aisyah


"Adi anak bunda, jelas Adi cemas, bunda itu harusnya istirahat, bukan sibuk tidak jelas, Aira juga tadi bilang mau bantuin masak tapi sama bunda disuruh masuk kamar" sahut Adi masih terlihat khawatir


Ceklek... suara pintu kamar terbuka


"Aira, sudah pakai alat kemarin?" tanya Aisyah menatap menantunya


"Sudah bun, ini Aira mau bertanya sama bunda, disini hanya terlihat garis merah sebanyak dua, yang satunya juga sama, tadi Aira pakai dua alat sekaligus" jawab Aira memperlihatkan tes kehamilan pada Aisyah


Arnold dan Aisyah yang mendengar kata dua garis merah langsung terlihat bahagia, Adi hanya memicingkan matanya menatap kedua orangtuanya yang sedang tersenyum bahagia.


"Alhamdulillah" ucap Aisyah dan Arnold


"Kok, Alhamdulillah, artinya apa? Adi dan Aira tidak paham, bunda dan ayah sudau Alhamdulillah saja" sahut Adi penasaran


Aisyah memeluk Aira begitu juga Arnold memeluk Aisyah dan Aira sekaligus secara bersamaan.


"Idih, sekarang main peluk-peluk istri orang" ucap Adi kesal


"Selamat ya sayang, sudah memberikan kabar bahagia ini" tutur Aisyah dengan mata berkaca-kaca


"Kabar bahagia apa coba? Aira baru bilang dua garis merah" ucap Adi tambah kesal dari tadi di abaikan


"Lebih baik kita kerumah sakit yuk?" ajak Arnold antusias

__ADS_1


"Sekarang apalagi ini, tadi Alhamdulillah, lalu ngajak kerumah sakit, apa Aira sakit atau gimana, jelasin dulu dong, ahh" ucap Adi emosi dan duduk di bangku meja makan


Arnold menepuk bahu anak bungsunya, lalu memeluknya sambil berkata "Selamat ya, sebentar lagi kamu dan Aira akan menjadi orangtua" tutur Arnold masih memeluk Adi dan segera melepaskannya


Adi diam saja masih mencerna ucapan ayahnya, Aira pun sama-sama masih loading, Arnold dan Aisyah hanya tersenyum.


"Masih mau melamun? kita sarapan lalu ke rumah sakit ya" ucap Aisyah semangat


"Maksud ayah dan bunda, Aira sedang hamil?" tanya Aira penasaran dan memperjelas ucapan ayahnya


Aisyah hanya menganggukan kepalanya serta tersenyum.


"Adi mau punya anak? seperti kaka?" tanya Adi masih belum percaya


"Iya anak bunda yang tampan seperti Shahrukh Khan" jawab Aisyah


"Ahhh tidak mau" ucap Adi membuat yang lain terkejut dengan maksud Adi


***Maksudnya tidak mau punya anak?. batin Arnold


Ini anak, tidak mau apa coba. batin Aisyah panik


Apa mas Adi tidak mau memiliki anak dari Aira. batik Aira sedih***


Mereka pada berasumsi yang bukan-bukan dengan ucapan Adi.


"Ya Adi tidak mau di sama dengan Shahrukh Khan, Adi maunya di sama kan dengan Anjasmara lebih berkarisma dan beribawa" jawab Adi santai


"Ayah kira kamu tidak mau memiliki anak dari Aira" ucap Arnold emosi


"Mana mungkin tidak mau, setiap malam bikin berarti mau punya anak lah" jawab Adi nyengir membuat Aira merona malu dengan wajah yang sudah memerah


Plakkk... Aisyah memukul bahu anaknya, dia ikutan kesal dan sudah panik.


"Tapi ini benerkan, Aira sedang hami?" tanya Adi memastikan jawaban bundanya


"Menurut tes kehamilan itu dua garis tandanya positif hamil, makanya supaya akurat nanti setelah sarapan kita ke rumah sakit ya" jawab sang bunda penuh ke sabaran


"Yeeaaayyyy, Adi mau punya anak" teriak Adi memeluk Aira hampir saja Aira terjungkal ke belakang


"Adi, hati-hati, kalau istri mu jatuh bagaimana? jangan ceroboh jadi orang" tegur Arnold melihat menantu hampir terjungkal


"Maaf, Adi senang saja" jawab Adi nyengir


"Senang boleh, tetapi jangan berlebihan, itu sangat tidak baik" ucap Aisyah mengingatkan

__ADS_1


"Iya bunda sayang, muachh" jawab Adi mencium pipi Aisyah


"Aira tidak cemburukan, apabila Adi sering mencium bunda, bunda khawatir Aira cemburu" ucap Aisyah


"Tidak bun, Aira senang melihatnya" jawab Aira senyum


"Kalau ada yang tidak nyaman, bilang langsung sama Adi, dan Adi juga harus bijak buatlah diri kalian nyaman satu dengan yang lain, jaga komunikasi yang baik, agar tidak ada kesalahpahaman, bunda akan sama menerapkan ini pada kalian dan juga Khanza, bunda tidak mau terlalu ikut campur urusan rumah tangga kalian semua, jika ada masalah selesaikan dengan kepala dingin, jadilah air dan api, di saat salah satu dari kalian menjadi api, maka fungsi air untuk mematikan api tersebut, dan apabila ada masalah usahakan jangan pernah keluar rumah, dan membuat opini tetangga yang tidak baik" tutur Aisyah


Aira dan Adi mendengarkan ucapan sang bunda dengan serius sebelum memulai sarapan.


Selesai sarapan, keluarga Arnold menuju rumah sakit untuk memeriksakan kehamilan Aira, Adi yang mengendarai mobil, sedangkan pak Yono stand by di rumah bersama bibi.


Dari rumah sebelah Zalin melihat kepergian Arnold, Aisyah, Adi dan juga Aira, dia semakin penasaran melihat keluarga itu pergi masih pagi hari, dia menghampiri pak Yono yang hendak menutup gerbang.


"Pak Yono" panggil Zalin mendekat


"Iya non Zalin, ada yang bisa pak Yono bantu?" tanya pak Yono ramah


"Ayah sama bunda kemana, kok sepi?" tanya Zalin


"Ibu sama bapak kerumah sakit, bersama den Adi dan juga non Aira" jawab pak Yono jujur


"Siapa yang sakit?" tanya Zalin panik


"Wah, kalau itu pak Yono tidak tau, mungkin ibu yang sakit, kemarin sempat tidak enak badan" jawab pak Yono yang memang tidak tau


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2