KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Cerita pada Bunda Aisyah


__ADS_3

Yusuf pulang dengan wajah berseri, dia senang hari ini bekerja diperusahaan papinya, walau masih menjadi karyawan dia tetap menikmati setiap pekerjaan yang diberikan.


Tidak lupa juga Yusuf mampir ke toko kue, dia ingat istrinya suka sekali memakan brownis keju panggang, Yusuf juga membelikan beberapa roti untuk bunda Aisyah dan nene Ras, dia berniat mampir sebentar kerumah mertuanya.


"Walau hanya roti dan buah, setidaknya aku ingat dengan mereka semua" ucap Yusuf sendiri,


Setiba di rumah Aisyah, Yusuf langsung masuk karena tadi di garasi bertemu pak Yono dan memberikan izin Yusuf masuk ke dalam rumah.


"Assalamu'alaikum" ucap Yusuf


"Wa'alaikumsalam, eh, abang ganteng ku datang" jawab Adi cengengesan tidak jelas


"Kenapa kamu nyengir begitu" tanya Yusuf duduk disamping Adi


"Tidak ada apa apa, ini senyuman termanis ku untuk kak Yusuf" jawab Adi tersenyum aneh menurut Yusuf


"Bunda dan Ayah mana?" tanya Yusuf


"Bunda ada tuh dikamar, ayah belum pulang, lembur mungkin" jawab Adi sibuk dengan ponselnya


"Main games terus, kapan belajarnya?" tanya Yusuf mengingatkan adik iparnya


"Aku walau sudah remaja begini, mau main games juga atas persetujuan bunda dulu" jawab Adi melirik Yusuf


"Kalau dipikir sebenarnya buat apa izin, kan gamesnya ada di dalam ponsel mu sendiri" ucap Yusuf


"Iya dong, aku hanya tidak mau salah langkah, hal sekecil apapun aku harus terbuka dengan bunda, ayah dan ka Khanza" sahut Adi


Benar kata Adi, dia selalu cerita tentang hal apapun yang padahal itu hanya hal sepele, dan dia juga menjaga amanah untuk selalu meminta izin apa yang akan dia lakukan. batin Yusuf


"Kak Yusuf ngapain kesini? lalu kaka ku mana?" tanya Adi baru sadar Yusuf datang seorang diri


"Kakakmu dirumah lah, kak Yusuf kan baru pulang kerja dan mampir ke sini sebentar" jawab Yusuf santai


"Kaka sudah shalat? upsss" ucap Adi langsung menutup mulutnya


"Sudah tadi di jalan, kenapa kamu langsung menutup mulut" sahut Yusuf


"Bukan, Adi salah pertanyaan, harusnya Adi bicara Kaka shalat dulu sana sebelum waktu maghrib habis, bukan bertanya kaka sudah shalat atau belum" jawab Adi nyengir


"Memang kenapa?" tanya Yusuf lagi


"Bunda sih hanya bilang, ibadah seseorang itu kan hanya dirinya dan Allah yang tau, takutnya orang tersebut tidak melakukan ibadah dan tersinggung atas pertanyaan kita, jadi alangkah baiknya ucapan pertanyaan di ganti, gitu kata bunda" jawab Adi meletakan ponselnya dan melihat puding yang ada di paperbag yang Yusuf bawa


"Bunda memang hebat" ucap Yusuf bangga


"Kak, bawa apa itu?" tanya Adi menunjuk dengan bibirnya


"Oh ini, tadi kaka mampir ke toko kue dan beli beberapa untuk disini, makanya tanyain bunda, ada yang mau kaka tanya juga sama bunda" jawab Yusuf memberikan paperbag yang dibawa


"Adi panggil dulu ya, sepertinya masih mengaji di dalam" ucap Adi dan mendapat anggukan dari Yusuf


Adi memanggil bundanya dan langsung berlari ke arah paperbag lalu membawanya ke meja makan, Yusuf melihat itu hanya tertawa melihat tingkah Adi yang tertarik dengan puding yang dia bawa.


"Assalamu'alaikum nak" ucap Aisyah

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam bunda" jawab Yusuf menghampiri dan mencium tangannya


"Kok sendiri kesininya?" tanya bunda duduk di samping Yusuf


"Tadi siang Khanza sibuk dengan tugas kampusnya, jadi Yusuf mampir kesini, inget Adi suka puding tuh" jawab Yusuf tersenyum


"Jadi repotin kamu dong" ucap Aisyah mengelus bahu mantunya


"Bunda, ada yang mau Yusuf ceritakan" tutur Yusuf ragu


"Cerita apa? bicaralah jika kamu memang mau berbagi cerita" ucap Aisyah dengan lembut


Yusuf sekilas melirik ke arah Adi yang asik makan puding dan bermain ponsel.


"Adi sudah dewasa, dan dia juga lagi asik dengan pudingnya" ucap Aisyah lagi yang paham maksud Yusuf tidak enak bicara dekat Adi


"Adi, masuk dulu ke dalam kamar nak" ucap Aisyah memanggil Adi


"Okay bunda" jawab Adi semangat dan membawa puding kedalam kamar, Aisyah hanya menggelengkan kepala


"Bunda, Yusuf bingung mau mulai dari mana" jawab Yusuf


Yusuf menceritakan semuanya dari awal permasalahan dengan mamihnya, Aisyah hanya menjadi pendengar curhatan mantunya yang begitu rumit.


"Bunda bantuin Yusuf dong, tolong Yusuf, Yusuf tidak mau berpisah dengan Khanza" tutur Yusuf bersimpuh di kaki Aisyah


"Ya Allah, Nak, jangan begini, kita pikirkan baik baik, dan kita cari solusi ya, duduk lagi di samping bunda" ucap Aisyah sedih sebenarnya melihat rumah tangga anak perempuannya


"Apa yang Yusuf harus lakukan bun" sahut Yusuf lesu


Drrtt.... Drttt.... getaran ponsel Yusuf


"Angkatlah dan bilang dengan jujur kalau kamu lagi main disini" ucap Aisyah mengelus kepala Yusuf


📱Yusuf


Assalamu'alaikum, sayang


📱 Khanza


Wa'alaikumsalam, kaka dimana? kok belum pulang


📱Yusuf


Lagi dirumah bunda sebentar, tadi lihat puding dan terlihat enak aku jadi inget Adi, dia kan suka sekali puding, makanya aku mampir sebentar kesini


📱Khanza


Kaka sudah maghrib an?


📱Yusuf


Alhamdulillah sudah, sebentar lagi kaka pulang ya, ternyata disini hanya ada bunda dan Adi, ayah belum pulang kata Adi


📱Khanza

__ADS_1


Ayah disini kok, tuh lagi ngobrol dengan kakek Niel


"Bunda mau bicara boleh" ucap Aisyah, Yusuf memberikan ponselnya


📱Yusuf(Aisyah)


Nak, bilang ayah bunda tunggu setengah jam kalau tidak pulang tidur sama Adi


📱Khanza


Kok gitu bun?


📱Yusuf(Aisyah)


Bilang aja begitu, pasti ayah paham kok, apa yang bunda maksud


📱Khanza


Bunda berantem dengan ayah?


📱Yusuf(Aisyah)


Tidak sayang, bunda sama ayah baik baik saja, cuma tadi pagi ayah berangkat ke kantor tidak pamit langsung menghilang dan meninggalkan jejak. sudah bilang aja sama ayah seperti itu, nih bicara lagi dengan Yusuf


"Ayah, disuruh pulang sama bunda ditunggu, setengah jam belum sampe berarti malam ini ayah bobo dengan Adi kata bunda" ucap Khanza


"Ya Allah, bunda mu tega sekali, ya sudah ayah pamit pulang deh" jawab Arnold


📱Khanza


Aneh aneh aja bunda ini, ya udah kaka hati hati, jangan ngebut bawa mobilnya


📱Yusuf


Siap sayang ku, istriku.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


👍🏼 like


📝 komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah 👍🏼📝🎁🎟️


Beda Usia? Tak Masalah 👍🏼📝🎁🎟️

__ADS_1



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2