KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Bercerita


__ADS_3

Yusuf dan Adi masuk ke dalam kamar masing-masing, tidak lupa juga Khanza ikut masuk ke kamar melayani suaminya, menyiapkan keperluan sang suami.


Selesai mandi Yusuf memeluk Khanza, dia benar-benar kangen dengan istrinya, Khanza yang dipeluk oleh Yusuf pun membalasnya, mereka berdua sama-sama menyalurkan rasa kangen, rindu dan cinta.


"Bagaimana kuliah mu?" tanya Yusuf melepas pelukannya dan membawa istrinya untuk duduk di sisi tempat tidur


"Alhamdulillah, kuliah ku lancar" jawab Khanza menatap wajah lelah suaminya


"Syukurlah, kaka harap cita-cita mu sebagai dokter terwujud, dan kaka akan berusaha terus untuk selalu mendukungmu" ucap Yusuf mengelus wajah istrinya yang lembut


"Ada yang aku takuti" sahut Khanza serius


"Apa itu?" tanya Yusuf lembut


"Bagaimana jika aku koas (Co-***, co-assistant)?" jawab Khanza sendu


"Kapan rencananya? kalau menurut perhitungan kaka, kamu koas itu setelah melahirkan kurang lebihnya begitu kan" tanya Yusuf lagi


"Iya itu yang menjadi ke khawatiran aku" jawab Khanza sedih


"Jangan sedih, tunggu deh kamu kapan menyusun skripsinya?" tanya Yusuf mencoba berhitung masa hingga Khanza selesai


"Dari semester kemarin aku sudah mengajukan judul, sebenarnya sudah aku persiapkan, insyaallah bulan depan aku fokuskan membuat proposal skripsinya" jawab Khanza


"Bismillah ya, semoga tidak ada masalah, untuk koas, kamu jangan memikirkannya dulu, berpikirnya satu-satu jadi kamu tidak pusing kepalanya, tahap pertama yang kita pikirkan skripsi dulu ya" tutur Yusuf


"Iya, aku ikut saran kaka saja" sahut Khanza


"Ada yang ingin kaka ceritakan, tapi kamu jangan menyela ucapan kaka sebelum kaka selesai bicara ya" ucap Yusuf serius, Khanza hanya menatap suaminya


"Kaka sudah tidak bekerja lagi dengan papih, kenapa? karena kamu dan papih ingin melihat kaka bertanggung jawab pada kewajiban kaka, makanya kaka memutuskan selesai dengan papih dan mencari pekerjaan lain diluar, agar kaka tidak seenaknya seperti yang pernah kalian ucapkan pada kaka, dan kaka saat ini bekerja di salah satu biro perjalanan wisata, jabatan kaka manager, kaka berharap kamu selalu mendukung, apapun pekerjaannya, jadi saat ini kamu harus benar-benar menjaga kesehatan, dan berhati-hati bila melakukan apapun, karena waktu kaka akan habis di tempat pekerjaan, jam masuk kerja seperti biasa 08.00 selesai jam 16.30, waktu yang kita miliki untuk berdua kurang lebih hanya 12 jam perhari jika kaka tidak lembur bekerja" tutur Yusuf mengelus tangan istrinya


"Aku tidak bermaksud menuntut kaka atau mengatur kaka tentang tanggung jawab diperusahaan,...." ucap Khanza terpotong dan sedih mendengar suaminya berbicara


"Tidak apa-apa, dengan begini kaka belajar, kaka juga tidak bermaksud memojokan kamu, kaka hanya ingin bercerita itu saja, dan meminta maaf sama kamu, karena kaka tidak bisa lagi antar jemput seperti yang tadi pagi kaka bilang" sahut Yusuf


Tok... tok... suara ketukan


"Kak Yusuf, kak Khanza, kita makan bersama yukkk" teriak Adi dibalik pintu


"Adi, kaka mu tidak tuli, kenapa harus berteriak" tegur Aisyah


"Maaf bunda sayang" jawab Adi senyum


"Kak, halo Assalamualaikum, ada orang kah di dalam" ucap Adi lagi memanggil kakanya


Ceklek.... suara pintu terbuka

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam" jawab Yusuf dan Khanza


"Alhamdulillah dibuka juga, aku sudah khawatir aja" sahut Adi


"Khawatir kenapa?" tanya Arnold


"Takut kaka ku di aniaya sama kak Yusuf" jawab Adi nyengir


"Dijaga ucapanmu" tegur Aisyah


"Maaf ya kak Yusuf, aku hanya bercanda saja" ucap Adi mencium tangan Yusuf


"Santai aja dek" jawab Yusuf mengelus kepala Adi


"Sudah sini pada makan, kalau mau diskusi selesai makan saja" ucap Arnold


"Kak Yusuf sudah jujur" bisik Adi ditelinga Yusuf


"Alhamdulillah, sudah" jawab Yusuf pelan


"Bagus, ini baru kaka ku" sahut Adi mengacungkan ibu jarinya


"Kalian bisik-bisik apa?" tanya Khanza heran


"Dilarang bisik-bisik kalau di sebelah kalian lagi ada orang ketiga, keempat dan kelima" ucap Arnold


"Barusan loh" sahut Khanza


"Aku minta uang sama kak Yusuf" jawab Adi nyengir


"ADI!!" panggil Aisyah tegas


"Upss, sorry lagi" jawab Adi


Yusuf hanya tersenyum melihat tingkah Adi, walaupun dia sudah dewasa tapi sikapnya masih seperti anak-anak, tetapi otaknya orang dewasa, Adi memang paling unik di keluarga Arnold.


Selesai makan malam, Yusuf dan Khanza pamit masuk kamar duluan, Khanza sengaja mengajak Yusuf masuk ke kamar, dia mengingat waktu yang dipunya untuknya sekarang sedikit dan tidak leluasa seperti dulu.


"Ada masalah lagi kah dengan mereka?" tanya Arnold melihat istrinya


"Waktu mereka hanya sedikit ayah, makanya mereka berdua ingin saling bercerita" celetuk Adi sambil memeluk bundanya


"Ayah tidak paham" jawab Arnold


"Kak Yusuf itu bekerja disalah satu perusahaan yang bergerak bidang biro perjalanan, perusahaannya sih kecil, jadi kurang lebih 70% waktu kak Yusuf habis untuk bekerja jika lembur pekerjaannya" tutur Adi santai


"Tau darimana kamu dek?" tanya Aisyah mengelus kepala Adi yang rebahan di pangkuannya

__ADS_1


"Hari ini aku bilang kan mau ketemuan dengan seseorang, nah yang aku temui adalah kak Yusuf sebagai perwakilan perusahaannya untuk mempresentasikan program gathering yang akan kita lakukan" jawab Adi


"Lalu" timpal Arnold


"Tanpa pikir panjang aku acc deh proposal yang diajukan kak Yusuf, disana kita bagaikan orang lain tidak saling mengenal" jawab Adi


"Kenapa Yusuf bertindak diluar nalar kita ya" ucap Arnold heran


"Mungkin ada pemikiran lain kenapa dia sampai bekerja di tempat lain" jawab Aisyah


"Kalau dia mau bisa ayah tempatkan di kantor, hitung-hitung bantu Adi yang selengean itu" ucap Arnold


"Pasti sudah dipikirkan matang-matang oleh Yusuf, yang terpenting kita sudah tau Yusuf bekerja apa, dan kamu Adi harus meminta maaf sama Yusuf, tadi pagi kamu memfitnahnya, menduga Yusuf selingkuh" sahut Aisyah


"Astaghfirullah, iya Adi lupa minta maaf, besok aja deh" jawab Adi kembali memainkan ponselnya


"Minta maaf sekarang sana" ucap Arnold


"Besok aja, pasti mereka lagi memanfaatkan waktu berdua" jawab Adi


"Ayo bunda kita juga memanfaatkan waktu berdua di kamar, jangan disini diganggu sama dia" ucap Arnold menarik pelan tangan istrinya


"Hua...hua... bunda ku jangan diambil ayah, nanti aku sama siapa?" sahut Adi pura-pura menangis dan memegangi tangan Aisyah


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.

__ADS_1


__ADS_2