KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Bukti-Bukti


__ADS_3

Aisyah mencoba mengirim pesan pada Adi setelah mendengarkan cerita kaka iparnya.


βœ‰οΈ Bunda


Adi pulang ya, bunda percaya sama Adi, setelah ini kita pikirkan sama-sama caranya agar Shafira tidak melakukan hal kurang baik itu, bunda tunggu ya di rumah nenek Ras, kasihan juga keluarga yang sudah datang jika Adi tinggal oleh Adi begitu saja. bunda sayang Adi


Adi membaca pesan dari bundanya, tapi dia tidak membalas, hatinya kesal karena tidak dipercaya, begitu menurutnya, Adi menuju cafe bunda dan akan mengecek langsung cctv yang ada di sana.


Aku harus mendapatkan bukti-bukti supaya bunda tidak meragukan aku lagi, bunda kirim pesan itu, aku yakin karena terpaksa. batin Adi


"Pagi pak Adi" ucap semua karyawan


"Pagi, siapa yang belum datang pagi ini?" tanya Adi tegas


"Aira dan ibu Shafira" ucap Ucup salah satu karyawan


"Aira masuk sore, kemarin kan dia izin tukeran shift sama aku" sahut Melda karyawan juga


"Oh berarti hanya ibu Shafira aja" ucap Arka menimpali


"Bu Shafira memang sudah biasa terlambat, upss" sahut Yanto menutup mulutnya


"Dari kapan Shafira terlambat" tanya Adi menatap semua karyawan


Para karyawan hanya diam takut tidak mau menjawab, selama ini karyawan tidak ada yang berani dengan Shafira, selain dia manager dia juga sering memotong gaji karyawan dan mengancam akan dipecat


"Kenapa kalian semua terdiam" teriak Adi kesal merasa di abaikan


"Apa kalau kita bicara, kita tidak dipecat pak Adi" ucap Melda menunduk takut


"Jika kalian diam semua dan menutupi kesalahan satu orang resikonya kalian lah yang saya pecat secara tidak terhormat" jawab Adi datar


"Dari awal masuk dan bergabung disini, bu Shafira sudah sering terlambat, terkadang dia tidak datang ke cafe hanya menerima laporan dari kami, lalu ibu Shafira memberikan informasi tersebut ke Nyonya Aisyah" sahut Ucup yakin


"Apa kalian punya bukti?" tanya Adi


"Selama ini Arka yang selalu mengcopy data absen dan cctv, itu buat jaga-jaga kalau salah satu dari kita ada yang tertuduh, jadi dengan lancang kita mengambil copyan itu sebelum di hilangkan oleh ibu Shafira" jawab Melda


"Mana Arka copyan datanya" pinta Adi


Arka memberikan Flashdisk yang setiap hari selalu ada di dalam saku celananya.


"Pak Adi, apa saya masih boleh menyimpan flashdisk itu, kami sangat butuh" ucap Arka saat memberikan flashdisknya


"Setelah data di dalamnya sudah saya salin semua, akan saya kembalikan padamu, terima kasih kalian berani mengambil resiko untuk mengcopy data ini semua, berarti bagian cctv ikut bekerjasama untuk menghapus data" tutur Adi, dan para karyawan menganggukan kepala


"Setelah ini saya harap, kalian bersikap seperti biasa, seolah-olah kejadian ini tidak terjadi, paham" ucap Adi tegas

__ADS_1


"Paham pak Adi" jawab semua


"Pagi" ucap Shafira lembut, dia sudah melihat mobil Aisyah di parkiran, jadi dia pikir Aisyah yang datang


"Wow, telat berapa menit bu Shafira" sahut Adi santai


"Saya tidak telat pak Adi, kemarin saya izin datang jam segini" jawab Shafira santai


"Izin pada siapa, ibu Shafira" tanya Adi


"Saya izin pada bagian HRD, pak Adi bisa bertanya langsung padanya" jawab Shafira sedikit panik, dia belum bekerjasama dengan HRD


"Baiklah saya percaya, karena HRD disini tidak mungkin menusuk bosnya sendiri" ucap Adi


"Kalian semua bisa lanjut bekerja, terima kasih atas briefing pagi ini" ucap Adi lagi


"Pak Adi habis briefing dengan mereka? mengapa tidak info pada saya, saya bisa datang lebih awal untuk mengikutinya" tanya Shafira


"Saya lebih suka sidak dadakan, jadi tau siapa saja karyawan yang datangnya telat" ucap Adi santai


"Apa ada karyawan yang telat hari ini?" tanya Shafira pada karyawan lain


"Ada, namanya Aira yang telat" jawab Adi, Melda dan yang lain terkejut mendengar nama Aira


"Maaf pak... " sahut Melda di potong oleh Adi


"Aira itu kebiasaan, selalu telat, tidak pernah disiplin waktu, seperti kita harus memecatnya pak Adi" sahut Shafira pura-pura marah


"Saya setuju, tapi tunggu info selanjutnya dari saya" ucap Adi senyum sinis


Shafira sangat senang, karena menurutnya kali ini Adi merespon dan mengabulkan keinginannya, dia juga sudah sangat kepedean dengan sikap dan tingkahnya yang genit di depan Adi.


Harus segera pulang nih. batin Adi


Adi kembali kerumah nenek Ras, dia sudah mengantongi bukti-bukti Shafira yang tidak pantas menjadi Manager di cafe bundanya.


"Bunda" panggil Adi


"Masuk rumah salam dong dek" tegur Khanza melihat Adi ngos-ngosan


"Maaf, Assalamualaikum" ucap Adi pelan


"Wa'alaikumsalam" jawab semua tersenyum


"Bunda mana?" tanya Adi tidak sabar


"Lagi di toilet, ada apa sih, penting sekali" jawab Arnold

__ADS_1


"Adi sudah mendapatkan semua bukti yang bunda mau, dan Adi juga akan membuktikan bahwa Adi tidak pernah memfitnah orang lain" ucap Adi


"Secepat itu mendapatkan bukti?" tanya Khanza salut dengan adiknya


"Iya, orang jahat akan cepat ketahuan busuknya" jawab Adi semangat


"Kerja yang bagus, cucu kakek Mahen memang harus gerak cepat, supaya manusia yang tidak bertanggungjawab segera di basmi habis-habis, agar tidak merugikan yang lain juga" tutur kakek Almahendra bangga pada semua cucunya


"Bunda" panggil Adi melihat bundanya keluar dari kamar mandi


"Akhirnya pulang juga" sahut Aisyah senyum


"Nih bukti-bukti yang Adi ucapkan tadi pagi pada bunda, semua lengkap ada di dalam flashdisk ini, biar bunda tidak menuduh Adi memfitnah orang lagi" ucap Adi kesal


"Maafin bunda, bunda tidak ada maksud begitu sama Adi, bunda hanya ingin ucapan kita itu tidak menjadi fitnah ataupun ghibah, sayang" jawab Aisyah


"Abaikan saja buktinya, lalu solusi kamu apa?" tanya kakek Almahendra pada Adi


"Loh kok diabaikan, aku susah mencarinya" jawab Adi tidak terima


"Bunda mu sudah cerita, dan kakek lebih percaya kamu walau tanpa bukti, jangan dibahas lagi, cari solusi saja" ucap kakek Almahendra tenang dan santai


"Pecat orang yang melakukan kesalahan" jawab Adi tegas


"Hanya itu, mudah sekali" sahut Arnold menimpali


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


__ADS_1


berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2