
"Mas Raymond kenapa bertanya begitu?" tanya balik Zalin
"Bukan begitu, aku kan belum paham banget sama keluarga mu, supaya tidak salah-salah kata" jawab Ray
"Kalau sama keluarga kak Yusuf orangnya santai, jadi tidak perlu takut salah-salah kata" ucap Zalin serius
Kamar Yusuf
"Sayang jangan ngambek dong, nih aku buatkan lagi telur dadar yang kamu mau" ucap Yusuf
"Sudah tidak berselera untuk makan" jawab Khanza
"Ya jangan gitu dong, Daddy sudah susah payah memasak ini" ucap Yusuf nyengir menyebut dirinya daddy
"Masak telur dadar itu mudah, susah dari mana" jawab Khanza
"Sudah ah jangan ngambek, nanti anak kita tertular" ucap Yusuf
"Tertular apa? Emangnya penyakit" jawab Khanza kesal
"Tertular jadi tukang ngambek karena mommy juga suka ngambek" ucap Yusuf senyum manis pada istrinya
"Kak Yusuf aja yang makan, selera ku untuk makan telur hilang setelah melihat telur dadar yang pertama kakak buat" jawab Khanza
Dia memang sudah tidak nafsu lagi untuk makan telur dadar.
"Cobain sepotong aja nih, ayo buka mulutnya" ucap Yusuf menyodorkan sendok
"Tidak mau kakak" jawab Khanza menutup mulutnya
"Hanya sepotong, hargailah masakan suami mu ini" ucap Yusuf memelas
Dengan terpaksa Khanza membuka mulutnya dan memakan sepotong telur dadar buatan Yusuf.
"Enak?" tanya Yusuf
"B aja" jawab Khanza santai
"Istri jahat" ucap Yusuf cemberut dan keluar dari kamar untuk meletakan telur tersebut di meja makan
Saat di meja makan sudah ada Zalin dan Raymond.
"Kalian mau makan?" tanya Yusuf meletakan piring
"Tidak, kami mau main billiard" jawab Zalin ngasal
Tok... Suara pukulan
Yusuf memukul pelan kepala Zalin dengan sendok.
"Sakit tau" ucap Zalin
"Lebay, makanya kalau di tanya jawab yang bener" jawab Yusuf ikut duduk di bangku meja makan
"Dasar lagi kesel sama istri, aku yang kena, bukannya di rayu tuh istrinya ngapain coba ikut duduk disini" ucap Zalin
"Suka-suka orang" jawab Yusuf
__ADS_1
Raymond hanya diam saja melihat argumen Yusuf dan Zalin, karena dia tidak paham apa yang sedang di bahas oleh kakak adik itu.
"Ray, kamu kapan berangkat ke Cairo lagi? " tanya Yusuf
"Dua hari lagi bang" jawab Ray
"Titip adik abang ya, dia itu memang ngeselin nyebelin tapi di jamin hati dan perasaannya sangat sensitif, jika kamu sudah bosan dan tidak mencintainya lagi, tolong pulangkan saja ke abang secara baik-baik, bagaimana kamu saat meminta adik abang untuk menjadi istrimu" tutur Yusuf yang hati kecilnya tidak ingin jauh lagi dari Zalin
"Dan satu lagi, tolong jangan melakukan kekerasan pada adik abang ya, dia di besarkan oleh mamih dan di didik oleh bunda dengan kasih sayang" ucapnya lagi
"Kok didik dengan bunda sih, Zalin itu dibesarkan, dirawat dan didik oleh mamih makanya menjadi wanita sholeha, insyaa allah" sahut Khanza ikut bergabung
"Setidaknya ada campur tangan bunda lah, kalau tidak di titipkan pada bunda, pasti Zalin tidak akan menjadi Zalin yang sekarang" ucap Yusuf
"Insyaa Allah, Ray akan selalu berusaha untuk membahagiakan Zalin dan memberikan kehidupan yang baik, walau nanti kita akan tinggal jauh, kita juga pasti akan berkunjung ke sini" jawab Raymond
"Kakak, mau makan?" tanya Zalin pada Khanza
"Iya, tiba-tiba lapar" jawab Khanza santai
"Telur dadarnya habiskan ya" ucap Yusuf senyum
"Aku mau makan sayur dan ayam, lagi tidak ingin makan telur" jawab Khanza membalas senyuman Yusuf
"Masih jadi istri yang jahat" ucap Yusuf
"Kirain perkara telur dadar sudah selesai, ternyata masih berlanjut ya" sahut Zalin
"Ada apa?" bisik Ray pada Zalin
"Oh" gumam Ray
"Kalian berapa hari disini?" tanya Khanza
"Hanya hari ini saja, besok kami harus mempersiapkan semuanya untuk kembali ke Cairo, data-data Zalin juga sudah selesai semua" jawab Ray
"Kamu harus sering memberikan kabar pada kita disini" ucap Khanza
"Iya kak, Zalin akan selalu memberikan kabar pada kakak" jawab Zalin
"Kalau suami mu kasar, bilang pada kakak, biar dia kakak menjadi urusan kakak" ucap Khanza
"Ya ampun kenapa pada tidak percaya pada ku sih" timpal Ray
"Bukan tidak percaya, karena laki-laki suka seenaknya sendiri, dan besar kepala merasa dia adalah seorang kepala keluarga dan berhak untuk A, B, C dan lainnya" ucap Khanza
"Tapi tidak semua laki begitu sayang, kamu belakangan ini suka membandingkan deh" sahut Yusuf
"Membandingkan apa, disini bukan lagi membandingkan antara kakak dan Ray" ucap Khanza
"Iya kemarin-kemarin kamu selalu bilang, kakak tuh harusnya kaya si ono si anu si inu, itu namanya membandingkan, dosa tau" jawab Yusuf
"Kenapa jadi kakak yang sensi" ucap Khanza
"Kenapa juga kalian jadi ribut" tanya Zalin lelah mendengar kakak dan kakak iparnya berdebat
"Habis makan kita kerumah om Arnold ya" ucap Ray mengajak Zalin
__ADS_1
"Rumah ayah kan di sebelah, lewat pintu itu juga bisa" jawab Zalin menunjuk pintu yang dibuat sebagai penghubung
"Iya tau, lewat pintu depan lah, masa lewat situ, kita itu mau bertamu" ucap Ray
"Ya mungkin aja kamu mau diajak lewat connecting door" jawab Zalin senyum
"Pengantin baru lagi anget ya enak" sahut Yusuf
"Apaan sih kak" ucap Zalin malu sendiri
"Sayang, masa tadi Zalin bilang dia sudah bukan gadis lagi tau" tutur Yusuf senyum
Uhukk... Tiba-tiba Ray teesedak, dengan sigap Zalin memberikan air mineral pada suaminya
"Ih siapa yang bilang, aku tidak pernah bilang begitu ya" elak Zalin tidak terima
"Gitu aja malu, tadi aja cerita sama kakak semangat" ucap Yusuf
"Kakak ipar harus percaya sama aku, aku tidak mungkin cerita begitu pada kak Yusuf" jawab Zalin
"Tenang saja kakak percaya padamu" sahut Khanza
"Dasar biang kerok" timpal Zalin
"Ciee, aku mau dapat anak sekaligus ponakan" ucap Yusuf
"Sudah, kita makan tidak selesai-selesai ini, karena kebanyakan ngobrol, biasanya juga di meja makan itu hening" timpal Khanza
"Eh iya padahal dirumah ini ada larangan makan sambil bicara loh" ucap Yusuf
"Telat" jawab Khanza dan Zalin bersamaan
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
Perbedaan Dua Insan ππΌππποΈ
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.
__ADS_1