KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Pertemuan Aisyah dan Besan


__ADS_3

Mamihnya pun hanya terdiam, tanpa menanggapi perkataan Yusuf, disaat melewati posisi sang bunda, Aisyah pura pura tidak melihat dan langsung membalikan badannya membelakangi Yusuf dan mamihnya.


Yusuf mendorong terus kursi roda mamihnya sebelum mamihnya melihat mertuanya.


"Yusuf berhenti" ucap mamih, membuat Yusuf deg degan


Kenapa mamih nyuruh berhenti ya, apa melihat bunda. batin Yusuf


"Ada apa lagi mih?" tanya Yusuf


"Kok mamih seperti kenal dengan orang itu ya" jawab mamih menunjuk Aisyah


"Masa sih, tapi sekilas dari belakang Yusuf juga seperti mengenalnya" ucap Yusuf pura pura


"Menurut kamu itu siapa?" tanya mamih


"Hemm, kalau menurut mamih siapa?" ucap Yusuf membalikan pertanyaan mamihnya


"Kamu ditanya, balik tanya gimana sih" sahut mamih kesal


"Aku ragu, makanya aku nanya mamih" jawab Yusuf


"Itu terlihat seperti, Aisyah, mertua kamu" ucap mamih melihat wajah Yusuf


"Sekilas mirip, tapi wajahnya tidak tau" sahut Yusuf


"Kita dekati saja" jawab mamih


"Tidak mau ah, nanti bukan bunda Aisyah, bikin malu Yusuf aja" ucap Yusuf pura pura


"Kalau benar itu mertua mu bagaimana? bisa aja dia lagi butuh sesuatu" sahut mamih


"Bunda Aisyah itu tidak pernah menyusahkan orang mih, jadi dibilang butuh sesuatu tidak mungkin, dia serba bisa melakukan apapun sendiri" jawab Yusuf


"Bisa saja dia lagi nunggu orang atau kehilangan apa gitu" ucap mamih masih penasaran

__ADS_1


"Kehilangan apa? jikalau kehilangan pasti orang yang pertama di hubungi adalah ayah Arnold bukan yang lain, sudah lah kita pulang saja" jawab Yusuf


"Aisyah" panggil mamih kepada mertuanya Yusuf


Aisyah pun menoleh, karena merasa namanya di panggil, dan Aisyah langsung memberikan senyuman hangat kepada mamih dan Yusuf. Yusuf seperti terhipnotis dengan senyuman Aisyah yang selalu tulus.


"Kalian disini juga?" tanya Aisyah basa basi


"Iya, tadi Yusuf mengajak jalan jalan, supaya tidak bosan dirumah" jawab mamih


"Alhamdulillah, yang dilakukan Yusuf sudah benar, memberikan kesempatan untuk besan keluar rumah, melihat keindahan luar, bagaimana kondisinya" ucap Aisyah dengan lembut


"Saya Alhamdulillah juga sudah jauh lebih sehat" jawab mamih tersenyum


"Semoga selalu sehat terus, agar bisa mendoakan anak anak kita ini segera mendapat kesempatan menjadi orangtua juga, dan kita bisa segera menimang cucu" ucap Aisyah sengaja membahas perihal cucu


Mamih hanya terdiam, mencerna apa yang di katakan Aisyah.


"Jangan bahas cucu lah bun, ganti pembahasan aja" sahut Yusuf


"Loh, itu kan ke inginan orang banyak, tetapi kita itu hanya bisa berkeinginan tidak boleh berlebihan, jika memang Allah belum memberikan kalian momongan, berarti Allah ingin memantaskan kalian terlebih dahulu, karena jadi orangtua itu tidak lah mudah, harus membimbing anaknya agar menjadi anak yang soleh dan soleha, jadi Yusuf dan Khanza harus lebih banyak banyak belajar, yang paling penting perteballah iman mu, perbanyaklah ibadahmu, dan mencarilah ilmu dalam agama yang kita jalankan, bagaimana caranya menjadi suami istri yang baik dalam islam, lalu belajar caranya mendidik anak dalam islam, mungkin setelah Yusuf dan Khanza belajar dan memahami semuanya, insyaa allah akan diberikan anak yang soleh dan soleha, ingat sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik, kita kalau makan saja harus berhenti sebelum kenyang kan" tutur Aisyah dengan suara lembutnya yang bisa membuat orang terhipnotis tidak lupa juga dengan senyumannya


***Apa ini mertuaku, kalimat yang terucap selalu bisa membuat orang tersadar, bahkan aku sendiri merasa tersentil oleh kalimat itu. batin Yusuf


Kenapa kalimat Aisyah sangat menusuk, seolah olah dia sedang menceramahi ku, dan menyindir diriku yang selalu menuntut anaknya agar meninggalkan Yusuf, cuma karena anaknya belum juga mengandung. Gumam hati mami***


"Hei, kalian melamun semua, apa ada perkataan aku yang salah" tanya Aisyah


"Hah, tidak tadi Yusuf baru ingat, Khanza hari ini minta jemput nanti, jadi masih kepikiran" jawab Yusuf tidak nyambung


"Kamu kenapa tidak nyambung sih" ucap mami kesal


"Apanya yang tidak nyambung, kan bunda bertanya kenapa melamun, ya aku jawab lagi kepikiran sama istriku, memang salah kalau aku kepikiran" sahut Yusuf


"Kalian sudah mau pulang?" tanya Aisyah

__ADS_1


"Iya, kita mau pulang bun, bunda juga pulang bareng aku dong, biar sama sama" jawab Yusuf


"Tapi bunda kesini sama pak Yono, sayang" jawab Aisyah penuh kasih sayang


Bahkan Aisyah memperlakukan Yusuf seperti anaknya, dia bertutur kata dengan lembut pada Yusuf. batin mamih


"Yusuf yang info pak Yono deh, atau pak Yono ikutin mobil Yusuf" ucap Yusuf


"Baiklah, asalkan bunda tidak merepotkan Yusuf sama sekali" jawab Aisyah


"Bunda tidak pernah merepotkan Yusuf, Yusuf yang sering merepotkan bunda, hampir setiap hari" ucap Yusuf tertawa


Akhirnya Yusuf, mamih dan Aisyah pulang bersama, tujuan pertama mengantar mamihnya pulang terlebih dahulu, setelah itu Yusuf akan menjemput Khanza dan mengantar bundanya pulang.


Yusuf berharap Khanza senang saat melihat bundanya ikut menjemput dirinya di kampus.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2