
Akhirnya Yusuf, mamih dan Aisyah pulang bersama, tujuan pertama mengantar mamihnya pulang terlebih dahulu, setelah itu Yusuf akan menjemput Khanza dan mengantar bundanya pulang.
Yusuf berharap Khanza senang saat melihat bundanya ikut menjemput dirinya di kampus.
"Suf, kita mau kemana?" tanya Aisyah dengan lembut
"Mau jemput Khanza dulu ya bun, kalau Yusuf antar bunda duluan, nanti Khanza nunggu lama, kasihan dia" jawab Yusuf khawatir
"Silahkan, bunda senang kamu memberikan perhatian kepada Khanza, tapi bukan karena ada bunda disini dong" ledek Aisyah
"Astaghfirullah, bunda tidak percaya sama Yusuf?" tanya Yusuf melirik ke arah Aisyah
"Hahaha, bunda hanya bercanda, jangan tegang begitu dong" jawab Aisyah tertawa pelan
"Lagin bunda bikin jantung Yusuf mau copot aja, pertanyaannya" sahut Yusuf
"Memangnya Khanza kalau pulang kuliah sering minta jemput sama kamu? nanti pekerjaan mu terganggu dong Suf" tanya Aisyah penasaran
"Tidak bun, terkadang aku yang maksa dia memberikan jadwal kuliahnya, aku tidak mau kejadian yang lalu terulang lagi" jawab Yusuf mengingat kejadian dimana Khanza pernah di lecehkan oleh seniornya.
"Terima kasih ya, sudah bersedia menjaga dan melindungi anak bunda" ucap Aisyah dengan lembut
"Itu kan tanggung jawab Yusuf, bun. Masa iya Yusuf tega membiarkan istri sendiri terluka dan sedih, aku yakin ayah Arnold juga akan melakukan hal yang sama kepada bunda" sahut Yusuf
"Suf, itu bukannya Adi?" tanya Aisyah melihat anaknya dengan beberapa orang
"Iya bun, sedang apa dia, dan mereka siapa?" tanya Yusuf
"Kita dekati, setelah itu jangan keluar dulu, cukup lihat mau apa mereka" jawab Aisyah, Yusuf mendekatkan mobilnya tapi sepertinya Adi belum menyadari itu mobil Yusuf
Adi dan segerombolan lainnya sedang saling berbincang tapi menggunakan urat semua nada bicaranya.
"Menjauhlah dari gua, gua mau balik" ucap Adi lantang
"Berani lu sama kita, lu sudah membuat masalah sama kita, tau ngga lu" sahut salah satu laki laki
"Heh, gua buat masalah apa?" tanya Adi santai
"Lu sudah mengagalkan rencana gua, untuk mendekati Aira" jawab salah satu pimpinan dari mereka
"Lu denger baik baik ya, Aira itu punya salah apa sama lu, lu semua, hah, sampe lu semua membully dan hampir melecehkan dia" ucap Adi kesal mengingat nama itu
"Bacot lu, orangtuanya dia tuh punya hutang, dan dia sepakat kalau ngga bisa bayar jaminannya Aira, gua habisi sekarang lu" sahut salah satu mulai maju
__ADS_1
"Eiitsss tunggu bro, kalau lu laki satu lawan satu jangan keroyokan, itu namanya banci men" jawab Adi siap berkelahi
"Banyak omong lu, hajar dia" ucap pimpinannya menyuruh mengeroyok Adi
Di dalam Mobil
"Astaghfirullah, Suf, hentikan mereka" ucap Aisyah panik
"Baik bun, tapi bunda jangan keluar ya" sahut Yusuf keluar dari mobil
Disaat Adi dan yang lain berkelahi Yusuf pun berteriak.
"HENTIKAN" teriakan Yusuf begitu keras
Adi yang hampir babak belur pun pada berhenti berkelahi
"Ka..k Yusuf" lirih Adi yang sudah ngos ngosan
"KALIAN PULANG SEKOLAH BUKANNYA MALAH BERKELAHI, APA MAU KALIAN SAYA BAWA KE KANTOR POLISI SEMUANYA" ucap Yusuf dengan lantang membuat mereka gemeteran
Mereka hanya menunduk dan terdiam.
"SUDAH PADA BEGINI DIAM SEMUA KALIAN, SIAPA YANG MULAI INI SEMUA?" tanya Yusuf
"Kenapa gua, yang melecehkan perempuan lu semua, gua hanya nolongin, terus kalian berhentiin gua disini dan ngajak ribut" sahut Adi kesal karena dituduh
"DIAM" teriak Yusuf "DUDUK KALIAN SEMUA" ucap Yusuf lagi "Siapa yang melecehkan wanita?" tanya Yusuf dengan suara lebih kalem tapi tegas
"Mereka semua, dengan alasan orangtua tuh cewe punya hutang dengan bapanya dia" jawab Adi kesal
"Siapa nama kamu?" tanya Yusuf menanya kepada salah satu yang ditunjuk Adi
"Sa..ya Indra kak" jawab Indra gugup
"Orangtua kamu siapa? dan bekerja dimana?" tanya Yusuf
"Ayah saya Malik dan ibu saya Indri, ayah saya bekerja di perusahaan Zavier Intermedia" jawab Indra membuat Adi dan Yusuf kaget
"Sebagai apa ayah kamu bekerja disana?" tanya Yusuf lagi
"Manager, kak" jawab Indra
"Besok kamu datang ke perusahaan tersebut setelah pulang sekolah" ucap Yusuf
__ADS_1
"Memang kaka siapa?" tanya Indra memberanikan diri
"TIDAK PERLU TAU, SEKARANG KALIAN BUBAR SEMUA, KALAU MASIH BERLANJUT TERPAKSA SAYA BAWA KASUS INI KE JALUR HUKUM" bentak Yusuf meninggal kan mereka semua termasuk Adi
Yusuf masuk ke dalam mobil nya dan menurunkan kaca mobil di samping bundanya, dia melajukan mobilnya dengan perlahan agar Adi bisa melihat ke dalam mobil.
"Bunda" lirih Adi saat melihat mobil Yusuf melintas, Adi segera mengambil motornya dan menyalakannya, dia segera pulang kerumah, sedangkan Yusuf menuju kampus Khanza
"Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Aisyah penasaran
"Tadi katanya Adi, gerombolan itu hampir melecehkan wanita bun, karena alasan orangtua si wanita punya hutang, anak bunda menjadi pahlawan menolong tuh wanita, akhirnya Adi yang di intai, ketua geng nya katanya juga ayah dia bekerja di kantor ayah Arnold" jawab Yusuf santai
"Astaghfirullah, masih ada aja ya yang mau melecehkan, mereka tuh di didik supaya jadi lebih baik, kenapa beringas begitu, lalu kamu bilang apa?" tanya Aisyah masih penasaran
"Aku nyuruh anak itu untuk datang ke kantor ayah Arnold besok setelah pulang sekolah, nah selebihnya kita bahas dirumah bun, sekalian bunda minta tolong sama ayah untuk pulang lebih awal saja" jawab Yusuf
"Baiklah, bunda akan chat ayah, hari ini kamu dan Khanza menginap ya dirumah?" ucap Aisyah
"Siap bunda, kami akan menginap dirumah bunda" jawab Yusuf tersenyum
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara
ππΌ like
π komen
π hadiah
ποΈ vote
dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :
Cinta Zavier untuk Aisyah ππΌππποΈ
Beda Usia? Tak Masalah ππΌππποΈ
berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.
__ADS_1