KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Yusuf Pertama Bekerja


__ADS_3

Keesokan harinya Yusuf dan Khanza kembali kerumah kakek Niel, Khanza juga sudah siap untuk pergi kuliah terlebih dahulu, sedangkan Yusuf ke kantor papihnya, dia sengaja kesana untuk meminta pekerjaan sementara.


Papih Yusuf dengan senang hati menerima anaknya bekerja di kantor milik keluarga Mahadika.


"Yusuf, rencana kedapan bagaimana?" tanya papi dengan santai


"Belum kepikiran" jawab Yusuf


"Jadi bercerai dengan Khanza?" tanya papi tersenyum sinis


"Tidak perlu bahas itu" ucap Yusuf datar


"Bukankah kemarin kamu berniat menceraikan istrimu demi mamih tercinta kamu itu" sahut papi memancing, Yusuf hanya terdiam


"Kok diem, bimbang? atau gimana, kemarin kamu membela mamih mu dan rela menceraikan Khanza di hadapan papi, lalu kenapa sekarang di tanya hanya diam tak menjawab" ucap papi


"Pih cukup, aku tidak mau bahas itu, buat nafsu makan ku hilang saja" gerutu Yusuf


"Papi ingatkan sekali lagi sama kamu, jangan pernah terpancing oleh omongan mamih mu, dengan dalil mamih sakit dan tidak bertahan lama, kehidupan ini sudah ada yang atur, apalagi nyawa seseorang sudah di tentukan oleh Allah dan hanya Allah lah yang tau kapan kita meninggal" ucap papi tegas


"Tuh papi tau kehidupan ini sudah ada yang mengatur, jadi kelak apapun yang terjadi antara aku dan Khanza itu pun takdir yang Allah berikan" sahut Yusuf


"Ya kamu benar, semoga Allah mempertahankan rumah tangga mu dengan Khanza, jika tidak bisa dipertahankan, maka papi tidak akan pernah menganggap kamu adalah anakku" ucap papi tegas dan ancaman


"Papi mengancam ku? pih aku juga tidak mau berpisah dengan Khanza, tapi ...." jawab Yusuf terpotong


"Tapi kalau kepepet akan kamu lakukan begitu?" tebak papi tersenyum "Punya anak kok bodoh, padahal disekolah kan tinggi tinggi biar otak itu bekerja dengan baik, ternyata masih bodoh hingga sekarang" sindir papi kesal


"Sudahlah, kamu lanjut saja pekerjaan mu, papi akan kembali keruangan papi" ucap papi meninggalkan ruang kerja Yusuf


Saat papi Yusuf membuka pintu, dia terkejut dengan seseorang yang sudah berdiri di depan pintu ruangan Yusuf.


"Sejak kapan disini?" tanya papi tenang


"Papi apa kabar" ucap Khanza mengalihkan pertanyaan dan mencium tangan papinya


"A.. Alhamdulillah baik, keruangan papi yuk" jawab papi mengajak mantunya


"Anak papi kenapa ini, hemm" ucap papi menoel hidung Khanza


"Apa yang dikatakan papi tadi itu beneran? kalau kak Yusuf berniat menceraikan aku" tanya Khanza dengan pelan


"Sudah, jangan dipikirkan lagi ya, papi masih percaya sama Yusuf, dia tidak akan meninggalkan kamu" jawab papi santai

__ADS_1


"Aku sudah membahas ini dengan kak Yusuf, dan aku juga sudah mengingatkan kak Yusuf, disaat dia terpaksa harus melepaskan aku, makan pulangkan aku secara baik baik" ucap Khanza sedih


"Anak papi ini bicara apa sih, tidak akan ada yang memulangkan kamu ke keluargamu, papi janji itu, tidak lama lagi rencana mami akan ketahuan” sahut papi menenangkan mantunya


"Rencana apa? hari ini aku mau ketemu sama mami dengan kak Yusuf" ucap Khanza bingung


"Jangan sekarang mainnya, papi punya rencana, nanti papi kabarin kapan kamu boleh berkunjung menemui mami" ucap Papi


"Tapi kenapa? rencana apa?" tanya Khanza semakin bingung


"Papi bilang jangan banyak pikiran, belum pantas kalian memikirkan hal seperti ini, kamu fokus aja kuliah, Yusuf aja jadi tidak fokus, padahal dia seharusnya melanjutkan kuliah agar kedokterannya semakin matang" jawab papi


"Kalau kak Yusuf bertanya bagaimana? tanya Khanza polos


"Bilang saja kamu ada tugas kampus yang penting dan harus di selesaikan, dan kamu harus pulang lebih awal, simple bukan" jawab papi


"Berarti aku bohong?" tanya Khanza


"Ini yang terbaik sayang, percayalah sama papi, oke" ucap papi


"Ya sudah, Khanza pamit pulang ya pih, papi jaga kesehatan" sahut Khanza lembut


"Siap, sayang, beruntung sekali papi punya menantu seperti kamu" ucap papi tersenyum bahagia


Sepeninggalan Khanza papi dan Yusuf kembali sibuk bekerja, bahkan Yusuf pun melupakan janjinya pada Khanza yang akan menemani dia berkunjung ke maminya.


"Belum pulang? sudah sore ini" ucap papi masuk keruangan Yusuf


"Jam berapa?" sahut Yusuf tanpa melihat ke papinya


"Ya Allah, Yusuf, ini jam setengah lima, apa kamu tidak kangen dengan istri kamu yang imut cantik dan menggemaskan itu" ucap papi tertawa


"APA!!! JAM SETENGAH 5" teriak Yusuf kaget saat melihat jam di ponselnya


"Astaghfirullah, kenapa harus teriak begitu" ucap papi kesal


"Pih, aku ada janji sama Khanza, akan mengajak dia berjumpa dengan mami, kenapa aku jadi lupa begini" jawab Yusuf membereskan meja kerjanya


"Coba lihat ponselmu, apa Khanza memberikan kabar atau tidak, kalau tidak berarti dia juga lupa atau lagi banyak tugas kampus, harusnya kamu jadi suami itu paham dengan mental istri yang selalu di hina dan di caci, tapi malah mau mempertemukan istrimu dengan mami" ucap papi


"Dia yang mau, bukan aku yang memaksa dia" sahut Yusuf kesal dan memeriksa ponselnya


πŸ’Œ Istriku

__ADS_1


Kak Yusuf maaf, aku tidak jadi bertemu dengan mami, tugasku hari ini banyak sekali dan aku juga langsung pulang kerumah kakek Niel, sekali lagi maaf ya kak πŸ˜”


"Alhamdulillah, ternyata tidak jadi" ucap Yusuf lega saat membaca teks dari istrinya


"Tidak jadi apa?" tanya papi pura pura


"Khanza tidak jadi menemui mama, lega rasanya aku" jawab Yusuf duduk bersandar


"Ingat baik baik Yusuf, papi tidak mau ada kata PERCERAIAN antara kamu dan Khanza, PAHAM" ucap papi tegas dan menakutkan bagi Yusuf


Ini hal pertama kali melihat papinya berbicara dengan nada lantang dan menakutkan.


"Tidak akan pih, aku sudah berjanji pada diriku sendiri, apapun yang terjadi aku akan tetap mempertahankan Khanza, walaupun aku harus menjadi anak durhaka" jawab Yusuf tegas


"Bagus, pulanglah temui istrimu, dan bawakan dia sesuatu yang segar apalagi dia lagi mengerjakan tugas kampus, kamu lanjutkanlah kuliah mu, agar status kedokteranmu jauh lebih jelas" ucap papi


"Apa aku salah ambil jurusan ya?" tanya Yusuf berpikir


"Maksudnya?" tanya balik papi


"Kerja di kantor lebih enak ternyata, aku pindah jurusan aja S2 ku" jawab Yusuf


"Gila kamu, cape cape S1 mengejar kedokteran S2 mau pindahan jurusan, otakmu bermasalah ya?" tanya papi bingung melihat Yusuf


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2