KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Tanpa Judul


__ADS_3

"Zira panggilnya apa?" tanya Zira pada Ray dan ayahnya


"Harusnya panggil bibi, tapi kurang bagus ah, gimana kalau Zira panggil istri paman kakak saja" jawab Raymond membuat Rayyan terdiam bingung dengan permintaan Raymond


"Halo kaka" ucap Zira lagi mencium tangan Zalin


"Halo juga Zira, salam kenal ya, nama mu indah dan cantik seperti orangnya" jawab Zalin menoel hidung Zira


Zira pun tersenyum dengan sentuhan Zalin, dia suka dengan sikap Zalin yang mudah akrab pada anak seusia Zira.


"Paman, kenapa istri paman cantik, tapi paman biasa saja" tanya Zira menggemaskan


"Ya Allah nih kerucil kalau bicara nusuk sampai ke empedu" ucap Raymond kesal di bilang biasa saja, sedangkan keluarga lain yang mendengar celotehan Zira tertawa bahagia


"Zira hanya bertanya paman, kenapa paman kesal" sahut Zira menunduk


"Paman Ray tidak kesal pada Zira, dia hanya lelah habis acara, jadi Zira jangan sedih lagi, maafkan paman Ray" jawab Zalin menenangkan perasaan Zira


"Iya kakak Zalin" sahut Zira senyum


"Untung keponakan kalau bukan sudah ku uleg kerucil satu ini" gerutu Raymond


"Sudah, Zira masih kecil jadi pemikirannya masih sangat polos, belum paham apapun" ucap Zalin menenangkan suaminya


"Tau sama bocah aja kesel begitu, gimana misalkan punya anak, yang ada anaknya langsung direbus sama bapak kandungnya sendiri" timpal Rayyan senyum meledek


"Adik tidak ada akhlak kau" sahut Ray


"Hentikan, kalian ini bagaikan tikus dan kucing, setiap ketemu ada saja keributan yang dibuat, apa tidak lelah, kalian juga sudah pada tua" ucap mamih Shafira


"Aku masih muda mih, tua darimana coba, yang tua itu abang" sahut Rayyan tidak terima


"Enak saja, gini-gini aku kekar dan kuat tau" sahut Ray tidak mau kalah


"Astagfirullah, lelah mamih sama kalian berdua, lebih baik pada istirahat sana, Zalin juga sudah terlihat lelah tuh" ucap Shafira


Raymond dan Zalin pamit lebih dulu untuk menuju kamar yang sudah di sewanya untuk bermalam sebagai pengantin baru.


Perasaan Zalin sangat tidak karuan, dia berjalan lambat tidak seperti biasanya.


"Ada apa Zalin? Kenapa jalan kamu pelan sekali" tanya Ray yang memperhatikan gerak gerik Zalin


"Heh, ini.... " jawab Zalin terbata


"Ini apa?" tanya Ray lagi berhenti menunggu Zalin menjawab


"Anu... Apa ya" jawab Zalin bingung dan gugup


"Ada apa bicara saja pada ku" ucap Ray memperhatikan Zalin dari atas kepala hingga ujung kaki

__ADS_1


"Gimana ya bicaranya" jawab Zalin


"Zalin" panggil Ray dengan suara yang lebih lembut


"Anu... Kaki aku terasa sakit dan perih sedikit" jawab Zalin pelan dan menunduk


"Ya Allah, Zalin, kenapa tidak bilang dari tadi, aku bisa gendong kamu hingga ke kamar kita" ucap Ray menatap Zalin


"Ih, tidak begitu juga lah, bikin malu saja" jawab Zalin merona


"Mau aku gendong?" tanya Ray meminta izin lebih dulu sebelum menyentuh Zalin


"Tidak perlu, aku masih sanggup jalan, kamarnya sudah tidak terlalu jauhkan" jawab Zalin gugup


"Belok ke lorong sebelah kanan itu kamar kita" ucap Ray menunjuk ke salah satu lorong


"Hey lagi pada ngapain ini di tengah jalan" teriak Rayyan mengagetkan abang dan kakak iparnya


Di belakang Rayyan ada rombongan keluarganya yang ingin beristirahat juga di kamar masing-masing.


Lantai tersebut sudah di sewa oleh tuan Alex untuk keluarganya jadi tidak ada pengunjung dari luar di lantai tersebut.


"Ray dan Zalin kok masih disini?" tanya Shafira


"Ini mih kaki Zalin katanya terasa sakit dan perih makanya berhenti sebentar" jawab Ray jujur sesuai ucapan Zalin


"Peka dikit dong bang, itu tandanya kakak ipar minta di angkat sampai ke kamar" ledek Rayyan menaik turunkan alisnya


"Di gendong saja kalau memang terasa sakit kakinya" ucap tuan Alex menimpali


"Ini sedikit lebih enak kok, bisa untuk berjalan lagi, kakek" jawab Zalin malu apabila Raymond benar-benar menggendongnya


"Raymond segera bawa istrimu ke kamar, di gendong saja, kamu ini jadi suami tidak ada perhatiannya sama istri" ucap Alex lagi


"Iya" jawab Raymond singkat


"Maaf ya aku gendong kamu, karena kalau tidak kakek bisa semakin emosi melihat aku tidak perhatian pada mu" bisik Ray meminta persetujuan lagi


"Tapi aku sudah bisa jalan sendiri, sedikit ditahan" jawab Zalin pelan dan malu


Raymond tanpa bertanya lagi langsung membawa istrinya ala bridal ke dalam kamar, sedangkan Rayyan dan keluarga lain menggoda pasangan baru tersebut.


"Co cweett banget cihh" teriak Rayyan senang


"Mau berapa ronde nih" ledek om nya Ray


"Jangan ganas-ganas ya sama istrinya" teriak sodara lainnya


Tiba di kamar Raymond menurunkan Zalin di atas tempat tidur dengan posisi Zalin duduk.

__ADS_1


"Aku lihat kaki kamu ya" ucap Raymond sudah memegang kaki Zalin dan melepaskan sepatu yang digunakan Zalin


Memang ada sedikit luka lecet dan membiru di kaki Zalin.


"Kamu bersihkan diri dulu, setelah itu aku akan obati luka mu" ucap Raymond berdiri di hadapan Zalin


"Iya, terima kasih" jawab Zalin gugup


"Aku mau ke kamar Rayyan sebentar, sekalian meminta obat luka, jika ada yang mengetuk pintu kamar ini selain aku mamih atau papih jangan dibuka kan, kamu bisa melihat lebih dulu di layar tersebut siapa yang ada di balik pintu" ucap Raymond tegas


"Iya" jawab Zalin bingung kenapa suami barunya belum genap 24 jam sudah posesif


Raymond menuju kamar Rayyan memang ada yang ingin dia tanya, dari pas ijab kobul Raymond ingin bertanya tapi waktunya sangat tidak tepat.


Tok... Tok.. Suara ketukan


Ceklek... pintu terbuka


"Wew ada pengantin baru berkunjung ke kamar kita, sayang" ucap Rayyan memanggil istrinya


Raymond memutar matanya dengan malas.


"Ada masalah bang" tebak Zulaiha melihat raut wajah iparnya


"Siapa yang mengundang Nicko?" tanya Raymond tiba-tiba serius


Nicko adalah sepupu Raymond dan Rayyan, dia sangat terkenal di keluarga dengan perilaku yang tidak baik, dan semua keluarga tau jika Nicko sering bermain dengan wanita-wanita yang dia bayar.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Perbedaan Dua Insan πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2