KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Tanpa Judul


__ADS_3

"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam" jawab serempak


"Zalin, kok kamu kesini?" tanya Yusuf kaget melihat adiknya


"Adik mu sering kesini, lagian ini juga rumahnya kenapa kalau dia kesini" ucap Arnold memberikan tatapan horor pada Yusuf


"Heh, emang iya sering kesini" tanya Yusuf lagi


"Tiap hari kita komunikasi, dan dua hari sekali Zalin datang ke sini dan menginap disini" sahut Aisyah


"Ini lah salah satu kaka yang sudah tidak peduli lagi terhadap adiknya" ucap Zalin pura-pura ketus


"Bukan begitu Zalin, setiap hari juga kaka selalu chat kamu, lalu dimana titik ketidak pedulian kaka" sahut Yusuf merasa terpojok


"Oh iya aku lupa" jawab Zalin tertawa


"Untung sayang sama kamu, tidak sayang aku tempeleng kepala mu" gerutu Yusuf


"Kamu bilang apa? mau tempeleng anak ayah" ucap Arnold membela Zalin


"Eh, bu..kan ayah" timpal Yusuf takut


"Main-main kaka sama ayah" sahut Khanza tertawa bersama Zalin


"Zalin mau spaghetti juga?" tanya Aisyah


"Tumben bunda masak makanan modelan begitu" jawab Zalin bertanya balik


"Itu kaka mu yang ingin spaghetti tapi bunda yang masak" sahut Khanza


"Sungguh menyusahkan saja kak Yusuf ini, menyuruh nyuruh bunda, mantu durhakim" jawab Zalin


"Enak saja, tadi kaka sudah bilang tidak jadi tapi ayah juga ikut memaksa kaka untuk bilang keinginan, ya sudah kaka jawab dong" bela Yusuf tidak mau disalahkan


"Sama saja, merepotkan, menyusahkan orangtua" timpal Zalin


"Bunda, Yusuf tidak jadi spaghettinya" teriak Yusuf menghampiri Aisyah di dapur


Hahahaha .... Zalin, Khanza dan Arnold tertawa puas melihat Yusuf


"Apa" sahut Aisyah heran


"Tidak jadi spaghettinya" jawab Yusuf pelan


"Kenapa, ini sudah dibuat" ucap Aisyah


"Lanjut saja bunda, tadi Zalin habis meledek kak Yusuf, entah kenapa dia jadi baperan begini" sahut Khanza menyusul suaminya ke dapur


"Ih, kalian ini pakai segala ngerjain aku" jawab Yusuf kesal


"Iya maaf, lagian kaka kenapa jadi mudah baperan begini, biasanya juga santai aja tuh" ucap Khanza


"Mana ada ya kaka baperan" jawab Yusuf membela diri

__ADS_1


"Ini sekarang, pundungan" sahut Khanza


"Perasaan kamu saja" jawab Yusuf meninggalkan dapur


"Aneh sekali, sini Bun, kaka bantuin" ucap Khanza ikut membantu bundanya


"Kaka beneran tidak merasa apapun dalam diri kaka?" tanya Aisyah pelan dan hati-hati


"Tidak, rasa apa yang bunda maksud" jawab Khanza menatap bundanya


"Misal, kaka jadi mudah lelah, atau cepat mengantuk, mual dan sering pusing" ucap Aisyah


"Tidak, kaka sehat-sehat saja bun, kalau ciri-ciri yang bunda sebutkan tadi itu tandanya lagi kurang sehat, tidak enak badan, yang merasakan itu sudah dua minggu ini kak Yusuf, tapi di ajak kerumah sakit selalu menolak, katanya dia sehat, bla... bla.... bla" jawab Khanza


"Yusuf? kamu tidak?" tanya Aisyah lagi penasaran


"Iya hanya kak Yusuf, kalau kaka sehat ini buktinya sekarang kaka ada di depan bunda, apa bunda melihat kaka sedang sakit" jawab Khanza bingung dengan pertanyaan bundanya


"Kapan terakhir kamu dapat tamu bulanan?" tanya Aisyah


"Lupa bun, bunda tau sendiri tamu bulanan kaka tidak pernah sesuai" jawab Khanza


"Ya sudah, besok kan bunda check-up kamu ajak Yusuf juga ikut check ya, takutnya dia lagi sakit tapi menutupi dari kita" ucap Aisyah sedikit berbohong


"Beneran juga ya, kak Yusuf orangnya selalu tidak pernah bilang kalau sedang sakit" sahut Khanza tersenyum


Aisyah dan Khanza sudah menyelesaikan masak memasak spaghetti, itu makanan mudah dan simple bagi Aisyah, mereka semua menikmati makanannya di meja makan, tanpa ada candaan atau obrolan.


"Adi kalau pulang jam berapa bun?" tanya Khanza


"Kasihan juga Adi, harus kuliah dan mengurus kantor" ucap Khanza iba


"Itu melatih mental dia, sekuat apa Adi bisa menjalankan amanah yang ayah dan bunda titipkan" jawab Arnold


"Apa ayah dan bunda yakin, Adi akan mampu menjalankan itu semua?" tanya Khanza khawatir


"Insyaa Allah yakin, yang penting Adi mendapatkan dukungan dari kaka" jawab Aisyah


"Kaka mau bantuin Adi di kantor?" tanya Arnold


"Cape, lagian itu haknya Adi, jadi lebih baik kaka tidak ikut campur disana, semoga Adi kuat menjalankannya" jawab Khanza


"Lalu, kapan kaka akan ngecek cafe yang bunda berikan, informasi yang bunda dapat, kaka belum sama sekali kesana?" tanya Aisyah tersenyum


"Hehe, maaf bun, kaka tidak ada kemampuan dibidang bisnis deh kayanya, jadi masih bingung" jawab Khanza


"Sedikit-sedikit kak, harus belajar, bunda dan Aisyah tidak selamanya sehat, Yusuf bekerja di kantor, kamu bisa bertanya pada suami mu, atau bertanya langsung pada ayah dan bunda" tutur Arnold


"Iya deh, nanti kaka mampir ke cafe dan mulai membuka komunikasi dengan orang-orang yang ada di cafe" jawab Khanza


"Tidak perlu terburu-buru belajarnya, kita itu harus selalu belajar dan belajar" ucap Aisyah


"Siap bunda, ayah, kaka pasti akan selalu belajar" sahut Khanza


"Zalin, kegiatan mu bagaimana?" tanya Arnold

__ADS_1


"Emang Zalin kegiatannya apa?" tanya Yusuf menimpali


"Adikmu buka usaha kecil-kecilan dibidang online shop" jawab Aisyah


"Itu keinginan ku dulu loh" sahut Yusuf lemah


"Ya sudah, gabung aja, kaka taro saham di tempat ku" ucap Zalin tersenyum


"Bener tuh, hitung-hitung kamu membantu usaha adikmu" sahut Arnold


"Bukan tidak mau, tapi lebih tepatnya tidak percaya" jawab Yusuf melirik Zalin


"Sama adik sendiri tidak percaya, coba ayah dan bunda bayangkan, kaka macam apa ini" sahut Zalin kesal


"Jelas tidak percaya, kaka belum lihat hasil kinerja kamu" jawab Yusuf


"Makanya main berkunjung ke toko aku" sahut Zalin


"Tau juga tidak alamatnya" jawab Yusuf


"Benar-benar keterlaluan, toko adiknya sendiri tidak tau, kak Yusuf sebenarnya kaka kandung aku atau bukan sih" tutur Zalin


"Bisa jadi bukan deh, kita aja tidak mirip loh, coba kamu lihat Khanza dan Adi, dia kaka adik cewe cowo tapi sekilas mirip" jawab Yusuf bercanda dan menahan tawa


"Eh, iya juga ya, apa jangan-jangan..." ucap Zalin terpotong


"Buang jauh-jauh pikiran jelek, kaka mu hanya bercanda, kaka adik tidak selalu mirip, contohnya adik bunda, Bayu dan Santi wajah berbeda" sahut Aisyah


"Betul, Bayu seperti arab, Santi sipit seperti Chinese gitu" timpal Arnold mengingat adik iparnya


"Tuh denger" sulut Zalin cemberut


"Hahaha, gemes deh sama adik ku yang satu ini" jawab Yusuf memeluk Zalin


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


__ADS_1


berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2