KESETIAAN CINTA YUSUF

KESETIAAN CINTA YUSUF
Ayah Yang Emosional


__ADS_3

Aisyah sudah chat suaminya untuk pulang lebih awal, Arnold apabila istrinya chat dan meminta pulang dia akan langsung pulang tanpa banyak bertanya atau bicara, Arnold sudah paham, pasti ada yang tidak beres dengan ini semua.


Khanza juga sudah satu mobil dengan Yusuf dan bundanya, benar dugaan Yusuf, Khanza sangat senang, apalagi mendengar akan menginap dirumah bundanya, Khanza jauh lebih manja jika ada Aisyah.


Kediaman Arnold


"Assalamu'alaikum" ucap Adi


"Wa'alaikumsalam" jawab bibi


Adi langsung berlari ke kamar, setelah mematikan motor.


"Den, itu kenapa mukanya" tanya bibi khawatir


"Ndak apa apa bi, hanya terjatuh" jawab Adi dibalik pintu kamarnya


"Astaghfirullah, kalau bapak tau bisa dimarahi" lirih bibi


Adi membersihkan dirinya sebelum kedua orangtuanya pulang, Adi juga yakin pasti bundanya sudah bercerita apa yang dilihat tadi, ada rasa takut dalam diri Adi mengingat ayahnya suka emosi lebih dulu.


"Assalamu'alaikum" ucap Arnold pulang lebih dulu


"Wa'alaikumsalam, sudah pulang pak? ibu belum pulang" jawab bibi


"Loh, ibu kemana? sama pak Yono?" tanya Arnold


"Iya, tadi bilangnya mau ke taman kota, bukannya ibu sudah izin dengan bapak" jawab bibi dengan ramah


"Lupa, kapan izinnya ya" ucap Arnold berpikir


"Apa bapak semakin menua, jadi pelupa begini" jawab bibi tersenyum


"Ya sudahlah biarkan saja, tapi untuk apa minta saya pulang lebih awal kalau dia sendiri tidak ada dirumah" ucap Arnold


"Wah, kalau itu bibi tidak tau, tapi dirumah hanya ada den Adi saja di kamar" jawab bibi


"Saya temui Adi dulu deh" ucap Arnold mengetuk kamar anaknya


"Adi buka pintunya" ucap Arnold sambil mengetuk pintu


Ceklek ... suara pintu terbuka


"Sedang apa kamu?" tanya Arnold


"Buat tugas sekolah" jawab Adi menunduk


"Angkat kepala mu, dan tatap ayah" ucap Arnold aneh melihat anaknya hanya menunduk


Adi mengangkat kepalanya dengan pelan dan menatap mata ayahnya yang terlihat menakutkan.

__ADS_1


"Sudah merasa menjadi jagoan, mulai ikut ikut berkelahi kamu" ucap Arnold masih tenang melihat wajah anaknya babak belur


Adi hanya menggelengkan kepalanya. bibi yang melihat itu hanya diam dan langsung mengirim pesan pada Aisyah. Aisyah yang membaca pesan meminta Yusuf untuk mempercepat laju mobilnya.


"Apa yang ada di dalam pikiran kamu sampe berkelahi?" tanya Arnold


Lagi lagi Adi hanya menggelengkan kepala.


"Jawaban apa itu geleng geleng kepala terus" ucap Arnold


"Maaf" lirih Adi


"Mungkin ini bunda mu meminta ayah pulang lebih awal, untuk melihat anaknya sudah menjadi jagoan" ucap Arnold memegang rahang Adi dengan kuat


"A..ayah, sa..kit" lirih Adi


"AYAH LEPAS" teriak Aisyah "Apa sih, sama anak kasar begitu" ucap Aisyah kesal melihat suaminya bertindak kelewatan


"Karena dia tidak mau jawab dari tadi" sahut Arnold


"Ya, tapi tidak membuat anaknya tambah sakit dong" ucap Aisyah, Khanza dan Yusuf juga terkejut melihat bundanya marah marah


"Kamu selalu memanjakannya, begini jadinya, pulang sekolah berkelahi, mau jadi apa, dia itu hidup di pesantren bukannya benar menjadi berandalan" tutur Arnold menatap Adi yang menunduk


"Kalau ayah tidak tau ceritanya, jangan asal menuduh anak, bertanya sama anak juga bukan dengan cara kekerasan" ucap Aisyah marah


"Maaf, Yusuf ikut campur, lebih baik Adi diobati dulu, dan ayah, ada yang mau Yusuf bicarakan" ucap Yusuf hati hati


"Iya bun" jawab Khanza yang memang belum paham apa yang terjadi


"Ayah saja yang antar kalian" ucap Arnold langsung berdiri


"Tidak perlu, bunda saja yang bawa Adi bersama pak Yono" sahut Aisyah menuntun Adi dengan lembut


Arnold langsung berlari mengejar istri dan anaknya, dia merebut kunci mobil yang ada di tangan pak Yono, Aisyah yang melihat tindakan suaminya hanya pasrah.


Sepanjang perjalanan Arnold meminta maaf pada anaknya sudah berbuat kasar, Adi hanya menganggukan kepala. Sampai saat pulang pun Arnold masih meminta maaf.


"Ayah kenapa meminta maaf terus, kan Adi sudah memaafkan ayah" ucap Adi pelan


"Sebelum kamu bicara, ayah akan meminta maaf terus sama kamu" jawab Arnold melirik Aisyah


"Iya, sudah Adi maafkan, tapi tadi memang sangat sakit saat ayah menekan rahang Adi" ucap Adi pelan


Aisya tau rasanya di perlakukan seperti itu, dia pernah mengalamimya dahulu saat sebelum menikah dengan Arnold, makanya dia tadi sedikit emosi melihat suami kasar pada anak sendiri.


"Maafin ayah, ayah sungguh sungguh tidak bermaksud menyakiti Adi, ayah hanya emosi melihat Adi berkelahi" ucap Arnold pelan


"Sudah dimaafkan ayah, jangan bilang minta maaf terus" sahut Adi sedikit kesal dengan ayah ya

__ADS_1


Tiba di rumah, Khanza membantu adiknya untuk masuk ke dalam kamar sedangkan Arnold menahan tangan istrinya dan masih di dalam mobil.


"Ayah minta maaf juga sama bunda, bunda jangan marah" ucap Arnold dengan lembut


"Kendalikan emosi ayah, hari ini Adi yang disakiti, besok besok siapa, emosi ayah ini sudah menyakiti dua orang, dan itu akan berbekas sampe kapan pun" sahut Aisyah


"Iya, ayah tau, makanya ayah minta maaf sama bunda juga" ucap Arnold


"Bunda tidak mau melihat ayah main tangan dan kasar lagi pada anak anak, perjanjian yang dulu pernah kita buat dan disepakati, mulai hari ini dirubah dan menambahkan nama anak anak" sahut Aisyah


"Nanti kita buat lagi saja khusus nama anak anak, jangan mengganggu surat yang lama itu" ucap Arnold masih memegang tangan istrinya


Tok ... tok... suara ketukan


Arnold membuka jendela kaca mobilnya.


"Ada apa sayang?" tanya Arnold tersenyum pada anak perempuannya


"Ayah sama bunda ngapain sih, lama banget di dalam mobil, jangan bilang kalian lagi berantem ya" jawab Khanza menebak sesuatu


"Tidak sayang, ayah hanya lagi bicara sedikit saja dengan bunda" ucap Arnold


"Masuk dong, ngapain di dalam mobil terus, obat Adi mana, sini kaka yang kasih dia" tutur Khanza


"Ya ini bunda masuk, nanti bunda saja yang memberikan obatnya pada adikmu" ucap Aisyah keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah


Apa Aisyah marah, lagian aku kenapa sih emosian banget sama anak sendiri, belum tau kenyataannya malah kasar. batin Arnold


"Ayah beneran tidak berantem dengan bunda kan?" tanya Khanza penasaran


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai readers terima kasih yang sudah setia membaca "Kesetiaan Cinta Yusuf" terus berikan dukungannya ya dengan cara


πŸ‘πŸΌ like


πŸ“ komen


🎁 hadiah


🎟️ vote


dan berikan juga dukungan di karya yang lainnya seperti :



Cinta Zavier untuk Aisyah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ


Beda Usia? Tak Masalah πŸ‘πŸΌπŸ“πŸŽπŸŽŸοΈ

__ADS_1



berikan dukungan juga untuk kedua cerita ini. oh iya sebelum membaca Kesetian Cinta Yusuf baca terlebih dahulu yang no. 1 ya, supaya tidak bingung nantinya, sebab itu cerita ini adalah sambungan dari cerita yang No. 1.


__ADS_2