Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
....


__ADS_3

Herman benar benar melupakan janjinya kepada mirah,laki laki itu pergi begitu saja dengan rohanah.Diketahui mereka akan bertransmigrasi ke sumatera.


Keadaan rohanah sekarang sudah membaik berkat perawatan herman yang telaten,kasih sayang yang dulu ia curahkan kepada mirah kini herman curahkan sepenuhnya kepada rohanah,karena hanya dengan cara itu rohanah berangsur sembuh.Namun untuk itu dia harus mengorbankan mirah menghancurkan hatinya dan mencampakkannya bersama anak yang masih dikandungan mirah yang dulu sangat ia nantikan kehadirannya.


Flashback off**


Suasana malam di kampung curug taneuh begitu hening,hanya terdengar suara serangga malam seperti bernyanyi bersahut sahutan.


Disebuah kamar terlihat balita cantik yang sudah terlelap dan seorang wanita cantik nan anggun duduk ditepian ranjang sedang termenung,beberapa hari ini hatinya dilanda kebimbangan apakah ia benar benar harus melepaskan herman seperti perintah kakak kakak nya.


"Haahh" apakah aku bisa benar benar melepaskan kang herman? apakah dia benar benar sudah melupakanku dan anaknya?" gumam mirah. "Tapi yang dikatakan kakak ada benarnya,sudah bertahun tahun kang herman pergi dan ia sama sekali tak memberikan kabar apapun,sudahlah lebih baik aku tidur saja dulu,akan aku putuskan semuanya besok" sambungnya lagi,dan akhirnya mirah pun tidur disamping ratna manggala dan memeluknya.


Ke'esokan paginya~


Musa sedang duduk di teras depan ditemani secangkir kopi hitam dan singkong goreng,sesekali ia menghisap cangklongnya,asap putih bergulung gulung ketika ia menghisap lalu menghembuskannya,sudah menjadi rutinitas musa kala pagi hari sebelum berangkat ke ladang.

__ADS_1


Mirah menghampiri musa yang sedang asyik menikmati hidupnya. "Kaakk..." sapanya.


"Eh'iya mir,kenapa? tanya musa,apa kamu sudah memutuskan permintaan kakak 'mir? sambungnya.


"Sudah kak,mirah sudah punya keputusan. Mirah...," ucapnya terjeda,lalu menarik nafas dalam. "Mirah siap melepaskan lang herman" lanjutnya tanpa ragu lagi.


"Hem,bagus! semoga dengan begitu kehidupanmu dan ratna akan lebih baik,aku sangat berharap kamu akan menemukan pendamping hidup yang betul betul menyayangimu dan anakmu" ucap musa panjang lebar.


"Dan ya' soal waktu itu aku pernah bilang kan sama kamu mir,ada pemborong bangunan yang sedang mencari istri,aku rasa dia akan cocok denganmu" lanjut musa.


Mirah hanya menunduk ketika mendengarkan kakaknya berbicara.


"Tapi kamu setuju kan,jika pemborong itu jadi suaminya mirah?


tanya musa kepada istrinya.

__ADS_1


"Iya aku sangat setuju,dia orang baik sudah mapan dan tampan,dia sangat cocok untuk mirah...tapi kan kita tidak bisa memaksakan kehendak pak,biarkan mirah mengambil keputusannya sendiri"


"khem" mirah berdehem. " Untuk sekarang ini aku belum kepikiran untuk mempunyai pendamping lagi kak,aku ingin fokus dulu membereskan urusanku dengan kang' herman!" tegas mirah kepada dua orang yang sedang berdebat di depannya itu.


"Ya sudah,kamu benar mir...kamu memang harus menyelesaikan urusanmu dulu bersama herman" musa mengalah,ia juga tak ingin memaksa. "Sudah siang,aku pergi ke ladang dulu ya" pamit musa.


Sepeninggalan musa disah dan mirah pun kembali menyelesaikan pekerjaannya masing masing,hari ini mirah libur tidak kepasar dulu karena disah mengatakan hari ini tetangga tetangga akan datang kerumah mereka untuk menumbuk padi.Menumbuk padi merupakan kegiatan menyenangkan bagi mirah karena itu akan membuat ikatan ketetanggaan mereka semakin erat,mereka akan bekerja sama menumbuk padi menggunakan lesung dan alu.


.


.


.


Like dan komen nya jangan lupa ya...

__ADS_1


__ADS_2