
Pagi menjelang,adzan subuh pun berkumandang.Membangunkan setiap insan yang tengah tertidur lelap,begitupun dengan mirah,ketika adzan subuh menggelitik indra pendengaran nya ia pun segera bangkit dari peraduan lalu bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil wudhu.Kemudian ia pun menunaikan kewajibannya dengan khusyuk,dilanjutkan dengan berdoa memohon dan menghiba kepada sang MAHA KUASA,agar setiap langkah kehidupan yang ia jalani senantiasa diberikan kemudahan serta dalam keridhoan NYA.
"Nana,bangun sayang,sholat subuh dulu 'yuk," wanita cantik itu mengguncang pelan bahu nana,dikecup nya bertubi tubi kening gadis kecil yang masih setia memejamkan mata
"Hoahmm,sebentar lagi bu...," nana menggeliat malas
"Eh,mana boleh begitu,waktu subuh itu sebentar,ayok bangun.Nana 'kan anak baik dan rajin," mirah masih berusaha membangunkan nana yang masih malas malasan.
"Iya bu...ini nana bangun," ucapnya sambil bangkit dari tempat tidur,kemudian dengan mata yang masih mengantuk ia berjalan ke kamar mandi belakang diantar sang ibu.
Setelah selesai melaksanakan sholatnya,mirah bergegas kedapur,menghampiri disah dan musa yang sudah terlebih dahulu ada disana.
Disah tengah mempersiapkan beras untuk dimasaknya menjadi nasi,sedangkan musa sedang menyalakan kayu bakar di tungku.
"Eh,mir...nana mana?" disah tak melihat gadis kecil periang kesayangan nya
"Masih mengantuk katanya,dia tidur lagi," terang mirah,kemudian ia sibuk mempersiapkan bahan masakan untuk sarapan pagi ini,ada sayur sayuran dan ayam.
"Mau dibuat apa 'kak,sayuran dan ayam ini?" tanya mirah
"Terserah kau sajalah 'mir," disah memasrahkan menu sarapan pagi itu ke adik nya.
"Baiklah,"
Dengan cekatan ibu satu anak itu mengolah semua bahan bahan makanan menjadi makanan yang lezat dan sehat.
Setelah beberapa saat ibu satu anak itu berkutat di dapur,akhirnya beres juga,mirah dan disah pun segera menyajikan semuanya di meja makan.
Sayur bening bayam,ayam goreng lengkuas,dan tumis pedas daun pepaya sudah tersusun rapi di meja makan.Kini giliran mirah untuk membangunkan kedua anaknya,untuk sarapan bersama.
"Soni,bangun 'nak,ayo kita sarapan bersama," disah mengguncang pelan bahu soni.
Tidak terlalu sulit membangunkan soni,karena terbukti anak itu langsung membuka matan dan bangkit dari tidur nyaman nya,ia segera ke kamar mandi untuk membasuh muka sekalian cuci tangan.
__ADS_1
Namun mirah agak sedikit kesulitan ketika membangunkan si gadis kecilnya,anak itu malah bergelung dalam selimut ketika sang ibu membangunkan dirinya.
"Ayolah anak manis,segera bangun,dan kita sarapan bersama.Kasihan emak dan bapak serta kakak mu sudah menunggu di meja makan," bujuk mirah lagi
Akhirnya dengan malas malasan nana pun bangun,setelah membasuh wajah nya ia segera bergabung dengan yang lain di meja makan.
***
Sekitar pukul delapan pagi mirah berpamitan kepada musa dan disah,hari ini ia akan berkunjung ke rumah dori,orang yang berjasa mengurusnya dari kecil hingga ia menikah.Bahkan ia membawa serta kedua anak nya soni dan nana.
"Masih jauh 'bu? rumah uwak?" tanya soni,ini memang pertama kalinya soni berkunjung ke rumah dori.Bukan tidak pernah di ajak,sebelumnya ketika mirah awal menikah dengan almarhum amir ia pernah mengunjungi dori,namun soni waktu itu tidak mau ikut.
"Sebentar lagi sampai," mirah melemparkan senyum hangatnya kepada soni.
Tak berapa lama tempat yang mereka tuju pun sudah di depan mata.
Mirah kembali menitikkan air mata,melihat bangunan yang sangat familiar di di depan mata,rumah masa kecil nya.Disinilah ia memulai segalanya,pertama kali ia merasakan kebahagiaan dan kepahitan,limpahan kasih sayang yang dori berikan serta pengkhianatan karwan dan pengasuh nya,kemudian ia mempercayakan hatinya kembali kepada herman.
Setetes air mata jatuh menuruni pipinya yang mulus nan halus.
"Ah,tidak apa apa," mirah tersenyum lembut,kemudian tangannya terulur mengusap lembut pucuk kepala nana.
"Yuk kita masuk,uwak pasti ada di dalam," mirah mengajak kedua anak nya.
Kemudian mereka bertiga pun melangkah mendekati pintu besar rumah dori,mirah segera mengetuknya dan mengucapkan salam.
Tak lama pintu terbuka,menampilkan wajah dori.
"Ya Allah,mirah! apa kabar kamu 'nak?" dori sangat terkejut sekaligus bahagia dengan kunjungan anak asuhnya.
"Alhamdulillah sangat baik 'kak," jawab mirah sembari tersenyum hangat.
"uwak oiiii," nana menghambur kepelukan dori,nana memang sangat akrab dengan pria itu,Karena dori sering berkunjung ke rumah disah untuk menjenguk ratna.
__ADS_1
"Panggil aku kakek! aku bukan kakak ibumu,tapi uwak ibumu," pinta dori,sebenarnya ia sangat ingin dipanggil kekek,karena dirinya belum mempunyai cucu.
"Aaahhh,bosen ah.Tiap bertemu,itu itu saja yang wak oii bilang," nana mengerucutkan bibirnya,menurutnya ia sudah sangat nyaman memanggil dori uwak,tapi pria itu selalu meminta nana memanggilnya dengan sebutan kakek,dan itu berlangsung setiap kali bertemu.
Dori dan mirah terkekeh dengan tingkah nana yang ngambek.
"Ini siapa 'mir? tunjuknya pada soni
"Oh,hampir mirah lupa.Ini anak almarhum kang amir,yang berarti anak mirah juga,dulu waktu saya dan kang amir menikah,kakak tidak sempat berkenalan dengan dia,lalu ketika saya berkunjung kemari dengan suami,dia juga tidak ikut," terang mirah,dan raut wajahnya pun berubah sendu.
Dori menangkap raut wajah anak asuhnya yang berubah sendu,kemudian ia langsung melemparkan pertanyaan kepada soni untuk mengalihkan kesedihan mirah.
"Soni masih sekolah?" tanya dori.
"Baru kemarin lulus wak," anak laki laki itu menjawab
"Terus,nak soni ini tinggal sama siapa?"
"Saya tinggal di rumah peninggalan almarhum bapak,sendirian," terangnya
"Ooo,begitu.Mau lanjut sekolah,atau mau bantu bantu uwak di sini? nanti soni bisa pilih,mau di pabrik karet atau di pabrik sabun," dori menawarkan pekerjaan pada soni,pada waktu itu dengan keadaan hidup dipedesaan masihlah jarang orang yang melanjutkan sekolah,makanya dori menawarkan itu.
Soni mengucapkan terimakasih atas tawaran dori,namun ia menolaknya.
"Terimakasih tawaran nya wak,tapi soni minta maaf karena harus menolaknya," ucap soni kemudian
"Lho,memangnya kenapa?" tanya dori
"Jelas dia meolaknya 'kak,biar dikata baru lulus sekolah dasar.Tapi penghasilannya banya," mirah yang sejak tadi diam pun akhirnya buka suara kembali
"Benarkah?" dori berkerut kening
" Jadi,anak ku ini.Setelah kepergian almarhum,dia langsung mengambil alih semua pekerjaan yang sebelumnya di pegang kang amir,"
__ADS_1
Prok! prok! prok!
Dori bertepuk tangan, "waahh,hebat sekali nak soni ini.Masih muda sudah mau berusaha keras,bagus,bagus...uwak sukaaa sekali,apabila ada anak muda yang suka bekerja keras seperti ini," dori manggut manggut,ia merasa bangga dengan anak dari almarhum amir ini.