
Pagi yang begitu syahdu bagi sepasang pengantin baru.Aroma segar dedaunan dan pepohonan yang terbawa angin sejuk ciri khas pagi hari,memberikan ketenangan bagi siapa saja yang menghirupnya.
Aroma sisa percinta'an semalam masih tercium di kamar sepasang pengantin ini,amir memeluk mirah dengan posesif nya.Dua insan ini masih menikmati kebersama'an dan saling memberikan kehangatan.Ketika adzan subuh berkumandang mirah segera terbangun dan bangkit untuk membersihkan diri,namun ia tersadar ketika tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun.Mirah segera memunguti pakaian nya yang berserakan dan memakainya,karena hari masih gelap mirah pun membangunkan suaminya untuk pergi ke kamar mandi yang letaknya dekat sumur di belakang rumah.
"Kang,ayo bangun.Kita harus segera membersihkan diri,sebelum kakak terbangun.Kan malu kalau ketahuan mandi pagi pagi begini" mirah mengguncang tangan suaminya pelan,untuk membangunkan'nya.
"Hoahmm..." amir menggeliatkan tubuhnya dan meguap. "Memangnya sudah subuh?" amir malah bertanya.
"Ih...akang,makanya mirah bangunin akang.Karena mau shalat subuh,yuk bangun 'ah" mirah memaksa suaminya untuk segera bangun,dirinya tidak menginginkan disah dan musa memergokinya ketika habis mandi.Itu akan sangat memalukan fikirnyaa.
Amir pun segera bangkit dari tempat tidurnya dan membiarkan alat tempurnya terexpose.
"Akang,pakai dulu bajunya.Malu 'ih" mirah membuang muka.
"Alah pakai malu segala,semalam kamu begitu bernafsu sama dia" tunjuk amir kepada alat tempurnya.
__ADS_1
"Bugh" mirah melempar bantal kepada suaminya,dia sebal karena amir menggodanya.Mirah sangat malu.
"Sudah,ayo cepat.Kamu jangan menyebalkan" mirah menarik tangan suaminya,yang sudah selesai mengenakan pakaian,tapi bukan amir namanya kalau dia nurut begitu saja,dengan sigap amir menarik pinggang mirah dengan tangan satunya "Brukk" mirah menubruk dada bidang amir dengan sigap amir menarik tengkuk mirah dan mencium bibir ranum yang selalu membuatnya tergoda,tak hanya itu tangan amir juga tak mau tinggal diam.Dia menyingkap pakaian mirah dan mere*as dua bantalan empuk yang menantang itu dengan penuh nafsu.
Mirah hanya diam tak melawan,ia juga menikmati permainan suaminya.Namun,mirah segera tersadar mereka harus segera membersihkan diri.
"Stop kang! sudahi ini,mari kita membersihkan diri.Nanti keburu kakak bangun," mirah menghentikan aksi amir.
Dengan terpaksa amir menghentikan kegiatannya,padahal alat tempurnya sudah mode on.
"Ck,ya sudahlah.Ayo" amir berdecak tapi akhirnya pergi juga. "Awas kamu mir,habis nanti kamu sama akang.Kalau kita sudah di rumah" amir menggerutu,mirah hanya tersenyum dan geleng kepala.
SEUSAI SARAPAN...
Amir segera mengutarakan maksudnya kepada disah dan musa,dia akan memboyong mirah dan nana kerumahnya hari ini juga.
__ADS_1
"Masih terlalu pagi,nanti saja agak sorean pulangnya" disah sebenarnya belum ingin berpisah.
"Kak isah tenang saja,nanti kami akan sering sering berkunjung kemari 'ya" bujuk amir.
'Hah' ya sudah lah kalau kalian ingin cepat pergi,ayo sana pergilah" disah merajuk.
Disa'at seperti ini hanya mirah yang bisa meluluhkan hati disah.Mirah segera memeluk disah dan mencium keningnya dengan penuh kasih sayang.
"Aku dan nana sangat menyayangi kakak dan kak musa,kalian adalah hal terbaik yang tuhan berikan dalam kehidupanku.Jika tanpa kalian apalah jadinya diriku.Kali ini ijinkan aku pergi bersama suamiku,berikan kepercaya'an padanya" mirah memberikan pengertian dengan lembut kepada kakaknya yang tengah merajuk.
Disah memandang mirah lekat,kemudian mengangguk dan tersenyum.
"Baiklah,kakak ijinkan kau ikut dengan suamimu" lirihnya.
.
__ADS_1
.
.