
Cetarrr! cetarrr! jederrr! .Kilat dan petir bersahutan,hujan lebat yang disertai petir dan kilat serta angin yang kencang,menciptakan rasa takut yang berlebihan di hati siapapun yang menyaksikan nya.Begitu pula amir dan keluarga nya yang baru sampai dirumah beberapa jam yang lalu.Tiba tiba saja langit yang cerah berubah gelap,tak lama hujan lebat pun turun disertai angin kencang dan petir.Keadaan ini sudah berlangsung hampir setengah jam,membuat hati mirah sangat was was,teringat kakak nya yang tinggal di kaki gunung.Banyak pepohonan yang mengelilingi rumah musa,mirah khawatir pohon itu akan tumbang dan menghantam rumah penuh kenangan itu.Sejak tadi mirah mondar mandir,hatinya begitu tak tenang.
"Sayang,kemarilah.Duduk di sampingku" amir menepuk kursi di sebelahnya.Mirah mengangguk lalu ia pun duduk di samping suaminya.
"Kau terlihat cemas,apa yang mengganggumu 'hem? dengan lembut amir bertanya kepada istrinya.
"Hujan nya begitu lebat,anginnya juga sangat kencang.Aku khawatir terhadap kakak ku.Disekeliling rumah kak musa itu banyak sekali pepohonan besar" mirah mengutarakan kekhawatiran nya.
"Kau jangan terlalu cemas,mari kita berdoa untuk keselamatan semuanya.Dan semoga badai ini segera berakhir" amir mengusap punggung mirah,berusaha mengalirkan ketenangan kepada sang istri.
"Oh,iya sayang.Usia nana beberapa bulan lagi kan genap enam tahun,bagaimana kalau nanti kita daaftarkan dia sekolah" amir sengaja mengalihkan topik pembicaraan,ia melakukan itu.Supaya istri ya tidak terlalu cemas.
"Aku sih setuju saja,tapi kita tetap harus bertanya dulu kepada anak itu" ujar mirah.
"Gampang lah,nanti akang yang bicara sama dia.Oh,iya.Dimana anak anak? sejak tadi aku tak melihatnya" tanya amir.
"Anak anak tidur,kecapean barangkali" jawab mirah.
"Ehm,kalau begitu..." amir menggantungkan ucapannya.
"Kalau begitu a---akkhhh!!" pertanyaan mirah terpotong,ia menjerit ketika lengan kokoh amir dengan sigapnya menggendong mirah,masuk ke kamar.
"Ih,akang.Ngapain ke kamar,ini masih sore.Lagipula sebentar lagi waktunya sholat isya" mirah mengingatkan.
"Diam lah,sebentar saja.Kita bikin adek buat soni dan nana" amir mendudukan dirinya di sofa kamar,diapun mendudukan mirah dipahanya.Tanpa ba bi bu lagi amir langsung menyerang bibir ranum mirah dengan rakus namun penuh perasaan,tangan nya pun tak tinggal diam.Dengan kecepatan cahaya,pakaian mirah sudah tidak pada tempatnya lagi.Tubuh mirah yang putih bersih terpampang nyata dihadapan amir, bagaikan kanvas kosong yang siap menerima sentuhan ajaib dari amir.Sementara tangan amir sudah tak terkondisikan,tangannya sangat sibuk merem*t ini dan itu.
kita tinggalkan dulu mereka yang sedang mereguk nikmatnya bercinta.
__ADS_1
~~~~~
Hueekk! hueeekkk!...,marni saat ini sedang mengeluarkan semua isi perutnya,sejak beberapa hari ini perutnya selalu merasakan mual.Apalagi jika mencium makanan ,marni sudah sangat lemas ia kehilangan tenaganya.Ditambah asupan makanan nya berkurang drastis.Marni samasekali tidak bernafsu makan,setiap ia memasukan makanan kedalam mulutnya pasti langsung keluar.Pak bambang ayah marni begitu cemas melihat keadan putri tercintanya,yang begitu menyedihkan. wajahnya sangat pucat,dan badannya terlihat sangat lemah.
"Nak,sebenarnya apa yang terjadi? kamu sakit apa? ayah antar kamu kedokter ya?" bujuk pak bambang.
"Mungkin marni hanya masuk angin pak,tak perlu lah ke dokter segala."ujar marni yang kini tengah meringkuk di ranjangnya.
"Tapi ayah sangat khawatir,dengan keaadan mu,ke dokter saja ya.Biar di periksa dan diberi obat" bujuk pak bambang lagi.
"Baiklah,terserah ayah saja" putus marni.
Akhirnya malam itu marni pun tertidur pulas,setelah meminum dua gelas air putih hangat.
Esok harinya...
"Begini pak bambang,hal seperti itu sangat wajar terjadi.Jika seseorang sedang mengandung" jelas dokter.
Jederrr! ...pak bambang sangat shock dengan penuturan sang dokter.
"Ap--aa-pa? mengandung dokter,itu tidak mungkin dokter.Putri saya belum menikah,bagaimana bisa.Dia mengandung!" pak bambang tak terima.
"Untuk hal itu saya tidak tahu,coba saja bapak bicarakan baik baik dengan anak bapak,dan untuk lebih jelasnya lagi.Saya sarankan,anak bapak di bawa ke dokter kandungan.
Setelah mendapatkan pemberitahuan mengejutkan dari sang dokter,pak bambang merasa sangat shock.Berjalanpun rasanya ia tak sanggup,kakinya berasa lemas seketika.Hatinya sangat hancur mengetahui kenyata'an yang sangat pahit ini,bagaimana mungkin.Selama ini ia selalu menjaga putrinya dengan baik,memberikannya kasih sayang dan menuruti semua keinginan nya,mengapa bisa putri nya mengandung.Lantas,anak siapa pula yang dikandung nya.Memikirkan itu,kepala pak bambang terasa mau pecah.Ia begitu sedih dan tertekan,ia merasa gagal menjadi seorang ayah.Dengan langkah gontai,pak bambang menemui marni yang sudah menunggunya di ruang tunggu.
"Bagaimana,pak.Hasil pemeriksaannya? aku sakit apa?" tanya marni sedikit cemas,melihat penampakan wajah ayahnya yang begitu kusut.
__ADS_1
"Kita pergi ke dokter kandungan,sekarang!" ujar pak bambang dingin.
"Deg!...,dokter kandungan.Tapi untuk apa pak?" tanya marni.
"Sudahlah,ayo ikut.Aku ingin memastikan sesuatu" ucapnya lagi.
Dengan fikiran yang berkecamuk akhirnya marni pun mengikuti langkah ayahnya.
"Untuk apa ayah membawaku ke dokter kandungan" dalam hatinya bertanya tanya.
Lalu tiba tiba,marni pun ingat sesuatu.Memory pergulatan panasnya dengan ki cabul berputar putar dikepalanya.Marni sadar dirinyalah yang selalu sukarela mendatangi kicabul dan menyerahkan tubuh nya,tak dipungkiri marni sudah kecanduan dengan segala sentuhan ki cabul di setiap inci tubuhnya.
"Deg!...,itu...tidak mungkin kan?" lirihnya.Seketika marni merasakan pusing dikepala nya,dan ia pun ambruk tak sadarkan diri.
"Marnii!" pekik pak bambang,lalu ia pun segera menggendong anaknya dan membawa anaknya ke ruang pemeriksaan. "Cepat suster,panggilkan dokter" titah pak bambang.
"Baiklah,bapak sabar sebentar ya,dokter sedang memeriksa pasien lain dulu" ucap suster menenangkan.Pak bambang pun mengangguk,sambil terus berusha menyadarkan marni.
Akhirnya,marni pun segera dibawa keruangan dan diperiksa oleh dokter.Dan hasilnya lagi lagi mengejutkan pak bambang,ternyata kehamilan marni sudah berusia delapan minggu.Pak bambang sangat terpukul dengan semua yang terjadi.
.
.
.
Halo semua,terimakasih bagi yang sudah berkenan mampir di rumah mirah,semoga betah ya.Mohon maaf apabila banyak sekali typo,dan ceritanya yang tentunya banyak sekali kekurangan.Terimakasih banyak bagi yang sudah mau like komen dan vote luvvv🙏😇😘
__ADS_1