Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Pengakuan amir


__ADS_3

Marni terus saja mendekati amir,walaupun ada soni juga di situ.Tapi marni se'olah tidak perduli,sebetulnya amir sengaja membawa soni bersamanya,karena amir yakin marni akan terus meng'godanya.Dan hal itu sangat membuat amir risih,amir berharap dengan kehadiran soni,marni akan tahu batasan.Tapi duga'an amir salah,wanita itu terus saja menggodanya dan mendekatinya membuat amir dan soni sangat muak.


"Cih! dasar nenek grandong tak tau malu,bisa bisanya dia menggoda bapak di hadapanku.Apa dia tidak tahu kalau bapak sudah menikah?!" dengan pandangan jijik dan perasa'an marah,soni menggerutu dalam hatinya.Matanya juga menyorot tajam terhadap marni seperti elang yang hendak menerkam mangsanya.


Sedangkan amir yang sejak tadi merasa risih dan jengkel juga,segera dia pindah kursi dan menghindari marni yang terus saja mendekati nya.Tapi sayangnya wanita itu juga ikut pindah dan nemplok dekat amir,dengan pakaian yang bisa dibilang sangat seksi,marni berfikir amir akan tergoda dengan'nya.Tapi sayang,bukan'nya tergoda amir malah merasa pengen muntah,sejak dulu dia tidak pernah menyukai wanita itu walaupun selalu berpakaian seksi.Apalagi sekarang sudah ada mirah di sisinya,makin tambah mual saja dia melihat kelakuan dan cara berpakaian marni.


"Marni,tolong.Jaga sikapmu! disini ada anak'ku,dan aku datang kemari ada keperluan dengan ayahmu.Dimana dia? aku minta tolong,cepat panggilkan pak bambang." Amir memerintah tegas,dia sudah sangat muak dengan kelakuan marni yang tak tahu malu.


"Ayahku di belakang,sedang memberi makan ikan ikan kesayangan'nya.Kenapa sih kang? marni itu mencintai akang sejak dulu.Tapi akang tak pernah membalas cinta marni," marni merajuk dia menggelayut manja di lengan kekar amir.


Soni yang melihat hal itu tiba tiba perutnya terasa mual,dia pun bangkit dari duduknya dan akan pergi keluar,tak lupa dia menatap marni dengan sorot mata mengerikan yang penuh dengan ancaman.


"Mau kemana son?! jangan tinggalkan bapak,!" teriak amir.

__ADS_1


"Soni tunggu bapak di luar saja.Kalau disini terus,jiwa pendekar pembasmi nenek grandong soni akan bangkit." ketusnya. "Cepat selesaikan urusan bapak sama pak bambang,ibu dan nana pasti sudah menunggu di rumah,soni sudah lapar.Dan ingin makan masakan'nya ibu." lanjutnya.


Amir mengangguk dan menghela nafas,dia sangat faham dengan putranya yang sangat tidak menyukai marni.


"Kenapa sih kang kamu bawa anakmu segala.Kan jadi meng'ganggu,tapi syukur deh sekarang dia sudah pergi keluar," tanpa dosa dia mengatakan soni adalah seo'rang pengganggu,lalu dengan leluasanya marni mndekap amir sehingga bantalan empuk yang besar itu menyembul keluar,sebab pakaian yang marni kenakan agak minim.


Dengan cepat amir mendorong marni.


"Ih...kang amir jahat! dan siapa itu yang di panggil ibu dan nana sama anakmu itu?!" dengan kesal marni bangkit,dan menunjuk nunjuk amir.Dia tak terima dengan perlakuan laki laki yang sangat dia cintai,tapi dia juga penasaran dengan orang yang dipanggil ibu oleh soni,sebab setahunya amir adalah seo'rang duda.


"Seminggu yang lalu aku sudah menikah dan dia itu istriku,mirah.Dia ibu dari anak anak'ku,dan nana itu anak sambungku.Jadi aku memohon dengan sangat berhentilah kamu mengejar ngejar diriku,berhentilah kamu berharap bahwa aku akan membalas cintamu,berhentilah kamu berharap bahwa kamu akan menjadi isteriku.Sebab,aku sudah mempunyai pendamping hidup yang sangat aku cintai,faham kamu! sudahlah,aku akan menyusul ayahmu saja kebelakang." Setelah mengatakan semua itu amir pun mendengkus dan tersenyum miring ia pun berlalu pergi,meninggalkan marni yang mematung dengan air mata yang mengalir di pipinya.


Marni terduduk lesu di kursi,ia menagis tesedu.Hatinya begitu hancur dan sangat sakit,bagaimana tidak? semenjak dahulu dia sangat mengharapkan amir agar mau menjadi suaminya.Dan sekarang dengan entengnya amir mengatakan bahwa dia sudah menikah.Marni sangat shock.

__ADS_1


"Tega kamu,kang amir!" umpat marni disela isak tangisnya.


Sedangkan diluar,soni sedang tertawa senang.Dia cekikikan melihat pertunjukan yang disuguhkan ayahnya.


"Rasakan itu,nenek grandong!"


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...🙏😇😘

__ADS_1


__ADS_2