Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Kebakaran 1


__ADS_3

Mirah mengerjap ngerjapkan mata indah itu,kejadian tadi terasa seperti mimpi yang nyata baginya.


"Ah,badanku terasa sakit," gumamnya


"Mir...Mirah,apa kamu sudah sadar?" omi dan anisah terlihat sangat cemas melihat keadaan sang adik


"Kak omi,kakak anisah.Mengapa kalian berada disini?" tanyanya masih agak linglung


"Sudah tiga hari ini kau tidak sadarkan diri,"


"Tiga hari?" Mirah seakan tak percaya


"Ya,kau ditemukan sudah tak sadarkan diri di penjara Banceuy,dekat sel bekas pak Soekarno dahulu," terang cu'eng,yang ternyata selalu setia menunggui Mirah


"Begitukah? lalu sekarang dimana aku?"


"Kau di rumah sakit,kami sangat mengkhawatirkan mu.Disah,kang Musa dan Nana juga sudah kami kabari," terang omi


"Kakak memberitahu mereka? aduhh,pasti mereka sangat khawatir padaku,"


"Tentu saja mereka khawatir,tapi kami lebih khawatir apabila sampai ada hal buruk menimpamu.Dan mereka tidak dikabari," ujar sang kakak anisah


"Sekarang dimana mereka?" Mirah melihat sekeliling,namun tak menemukan yang dicari


"Semenjak datang kemari,mereka selalu setia menjagamu.Kasihan sekali disah dan Musa itu,terlihat sekali dia begitu sedih dan khawatir melihat keadaanmu,apalagi Nana anakmu,dia tak henti hentinya menangis.Sampai bengkak mata dia,aku memaksa mereka untuk pulang dan istirahat di rumahku," lanjut anisah lagi


"Dengan apa mereka diberi tahu?" Mirah penasaran


"Kakak menjemput mereka,langsung kesana.Menggunakan mobil pak Rahardjo,"


"Hmm,terimakasih," ucapnya pendek


"Ceritakan padaku,apa yang sebenarnya terjadi?" pinta omi dan cu'eng berbarengan


"Ah itu...aku hanya menolong kakek tua pengemis,setelah itu aku berniat kembali ke kantin.Namun malah terjatuh dan terbentur dengan keras,makanya badanku terasa sakit semua," Mirah terpaksa berbohong sebagian,tidak mungkin kan,dirinya jujur tentang melintasi waktu,atau itu hanyalah benar benar sebuah mimpi?


"Itu bukan hanya mimpi,tapi kau benar benar melintasi ruang dan waktu,namun ada sedikit imbalan yang kuminta darimu," sebuah suara yang sama menggema di kepala mirah


"Imbalan apa?" tanya mirah refleks


"Imbalan? imbalan apa mir?" anisah dan omi berkerut kening,begitupula cu'eng ia sampai menghampiri Mirah dan menatap nya lekat


"Tidak,bukan apa apa," Mirah gelagapan,ia baru sadar hanya dia sendiri yang mendengar suara itu.

__ADS_1


Ternyata cu'eng menangkap tingkah Mirah yang gelagapan,ia bisa menebak bahwa ada suatu hal ang disimpan rapat sang pujaan hati


"Aku tau kau menyembunyikan sesuatu" cu'eng berbisik ditelinga Mirah


"So tau," Mirah memalingkan wajah


Tak lam dokter datang untuk mengecek kondisi mirah.Dan setelah dipastikan wanita cantik itu baik baik saja serta tidak kekurangan suatu apapun,akhirnya dokter pun memperbolehkan ia pulang.


***


Mirah pulang ke rumah anisah,disambut Musa disah dan Nana yang menangis haru


"Ibu,mengapa lama sekali tidurnya?" Nana menangis sesenggukan dipelukan ibunya


"Maafkan ibu sayang," Mirah mengecup sayang kepala Nana


"Syukurlah kau baik baik saja,kakak sangat khawatir ketika kak omi mu menjemput dan mengatakan kamu ditemukan tak sadarkan diri di lingkungan penjara," terlihat sekali gurat kekhawatiran di wajah Musa dan disah


"Iya, Alhamdulillah," Mirah tersenyum,dan tetap menyimpan rapat semuanya.Tanpa berniat memberitahu apapun tentang dia yang melintasi waktu


"Baiklah,mari kita sudahi acara menangisinya.Ibu sangat lapar,apakah Nana juga?" Mirah segera mengalihkan semuanya dengan dalih ia kelaparan


"Ah, mari semuanya kita makan.Aku sengaja masak banyak tadi,ayo Nana sama teh aam duduknya," aam mengajak Nana duduk di dekatnya


Dan setelah dipastikan Mirah baik baik saja,disah Musa dan Nana segera kembali pulang ke kampung halaman nya di Curug taneuh,dikarenakan Nana sekolah dan belum libur.Tentu saja dengan diantar menggunakan mobil oleh omi.


...****************...


Waktu berlalu,hari berganti Minggu,Minggu berganti bulan,dan bulan berganti tahun.


Kini beberapa tahun sudah Mirah bekerja di kota kembang,cincin perak bermata ungu masih tersemat di jari telunjuknya,karena cincin itu tak bisa dilepas,sebelum si pemberi dapat imbalannya


Begitulah bisikan yang Mirah dapat, setiap hari Mirah berdoa dan memohon kepada Allah dalam sujudnya agar diberi keselamatan dunia akhirat serta dirinya dan Nana beserta orang orang tercinta,senantiasa dalam lindungan sang MAHA PENCIPTA


Tahun sudah berlalu dari peristiwa luar biasa yang dia alami,namun tidak ada tanda tanda yang mencurigakan atau apapun dari si pemberi cincin.


Dan kini adalah liburan tahun baru,tentu saja Ratna Manggala akan berkunjung swkalian berlibur ketempatnya


Trisa anak pak Rahardjo serta Desi keponakan trisa sudah menunggu dengan antusias kedatangan sang sahabat baik yang tak lain adalah Ratna,bahkan saking rindu nya mereka sampai menjemput ke stasiun diantar oleh cu'eng ( cieee,sekalian cari muka pak cu'eng.Biar direstuin kyanya ,sama Nana😁 )


"Nanaaaa...!" suara tak asing bagi Nana,ia sudah hafal betul suara trisa sahabatnya


"Haiii,trisaaa desiii,aku kangen sama kalian," Ratna menghambur ke pelukan kedua sahabatnya

__ADS_1


Ratna manggala



Hal itu disambut dengan rentangan dua shabatnya itu.


"Kita juga kangen,sama Nana," mereka berpelukan sambil berputar putar


"Halo pak cu'eng,sehat kan?" tanya Nana kepada pria sipit itu


"Ya,seperti yang Nana lihat,bapak baik baik saja," cu'eng melemparkan senyum terbaik,sebenarnya dihati yang terdalam ia merasa bahagia ditanya kabar sama Nana


"Mari,kita segera berangkat.Ibumu pasti sudah menunggu,"ajak cu'eng kepada gadis gadis cantik itu


Akhirnya mereka berempat menaiki mobil dan meluncur menuju PD Rahardjo.


***


Sesampainya di kantin,Mirah menyambut kedatangan putri tercintanya


"Sayangnha ibu sudah sampai," kemudian ibu dan anak itu berpelukan erat,Mirah menciumi sang putri bertubi tubi


"Pasti Nana laper 'kan?" tanya sang ibu


"Ayo,ibu sudah menyiapkan makanan untukmu.Neng trisa,neng Desi,ayo sekalian ikut makan sama Nana," ajak Mirah


"Wah,kebetulan kita sangat lapar," trisa dan Desi cekikikan


"Aku?" cu'eng menunjuk dirinya


"Ikut saja kalau mau," ucap Mirah pendek


Hubungan Mirah dan cu'eng memang belum ada kepastian,sejak peristiwa di kereta beberapa tahun lalu mereka tak pernah lagi melakukan hal itu.


Mirah seperti menjaga jarak,ia merasa bahwa dosanya semakin menumpuk saja jika terus terusan mengikuti hawa nafsunya


Akhirnya mereka ber empat makan dengan lahap,trisa Desi,da Ratna,Mirah serta cu'eng.Sungguh! terlihat seperti keluarga bahagia dengan tiga orang putri cantik


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2