Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Ceraikan


__ADS_3

Setelah diserahkan ke panitia lomba Peucang Peucang hasil berburu para jajaka itu pun segera di kumpulkan,,berhubung Peucang si Kabayan masih hidup,akhirnya panitia memutuskan untuk memasukannya ke dalam kandang,sedangkan peucang lainnya yang terkena panah dan tombak setelah dinilai langsung diberikan kepada keluarga si jajaka untuk segera diolah sebelum mati,jadi Peucang tersebut di sembelih terlebih dahulu lalu dimasak,dan nantinya akan diberikan kepada gadis pujaan yang memilihnya.


Dan untuk para jajaka yang tidak berhasil menangkap Peucang maka mereka langsung di diskualifikasi dari perlombaan,kini hanya tersisa enam jajaka saja.


Setelah urusan Peucang selesai,kini panitia mengumumkan tentang gubyag,atau menangkap ikan di kolam dengan tangan kosong.


Para jajaka langsung melucuti pakaian atas mereka,dan hanya menyisakan kolor saja,tak perlu waktu lama jajaka jajaka itu pun langsung menceburkan diri mereka ke dalam kolam yang lumayan luas.


"Persyaratan nya adalah,kalian harus bisa menangkap ikan mas,siapa yang bisa menangkap lebih banyak dari yang lainnya,maka dialah pemenangnya,dan yang paling sedikit akan langsung dikeluarkan dari perlombaan,ingat! paling sedikit itu lima ekor," teriak pak lurah memperingatkan.


Setelah mendengarkan perkataan dari pak lurah,akhirnya para jajaka itu pun segera berebut kesana kemari untuk menangkap ikan mas yang jadi syarat perlombaan.


"Awas siah Kabayan! moal erek sayah ngelehan ayeunamah," ucap Asep tiba tiba,sedikit mengancam


"Aya naon ieu? dikirana sayah rek takut Kitu sama kamu asep? moal sep moal," ujar Kabayan santai


"Huh,dasar Kabayan." cibir Asep


Kabayan dengan acuhnya malah sibuk mengincar ikan ikan mas yang sudah mulai keliyengan akibat air yang sudah keruh,karena ulah mereka.


"Grep!"


"Grep!"


"Grep!"


Satu ekor,dua ekor,tiga ekor,empat ekor,lima ekor,sampai sepuluh ekor Kabayan menangkap ikan ikan tersebut,ia langsung memasukannya kedalam wadah yang sudah disediakan panitia sebelumnya.


"Ayi! sudah dapat berapa ekor kamu?" tanya Kabayan kepada sahabatnya


"Baru dapat enam euyy," jawab Ayi terdengar kecewa


"Semangat atuh," ucap Kabayan menyemangati


Setelah berbicara dengan sang sahabat tiba tiba Asep mendekat ke arah kabayan dan ternyata pemuda itu sedang mengincar ikan mas yang ukurannya sangat besar. "Awas Kabayan! eta lauk milik saya," teriak Asep,ia takut Ikan mas tersebut di ambil Kabayan.


Kabayan hanya santai saja,dan bersiul siul.


"Ahahahahaa,hihihi," Kabayan tertawa kegelian sampe gutak gitek


"Aya naon Kabayan?" tanya Asep dan Ayi keheranan


"Ieu lauk na hayangeun di tewak ku sayah cigana,da gulusar gilisir wae Kana bitis jng pingping," jawabnya


"Ulah Kabayan,ceuk sayah g eta lauk milik sayah," Asep mulai ngotot


"Ah ceuk saha,hayu paheula heula,saha NU pangheula na newak berarti eta jadi hakna," Kabayan tersenyum menyebalkan

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu,Kabayan pun langsung berjongkok kemudian ia menangkap ikan yang semenjak tadi ngagilisir Kana bitisna,lalu ia menggigitnya dengan maksud supaya ikan tersebut tidak menggelepar dan berpotensi terlepas kembali karena licin.


"Beunang siah," gumam Kabayan


"Greett!" Kabayan menggigitnya sekuat tenaga


Akan tetapi...


"Arrgghhh!"


Asep berteriak sangat kencang,sepertinya ia kesakitan.


"Kabayaaan!! Ari maneh nanaonan,Naha bitis urang di gegel,nyeriiii,borokokok!" teriaknya


"Hahh! aeh,Naha lain lauk emas Kitu ieu?" tanya si kbayan dengan muka polos tak berdosanya.


"Laiinnn,"


Akhirnya sesi gubyag pun berakhir,dan yang jadi pemenang nya adalah Kabayan dan Asep hasil tangkapan mereka sama,sedangkan Ayi juara dua,dan yang lainnya di nyatakan gagal.


Babak penentuan adalah merangkai bunga mawar merah,siapa yang paling indah adalah juaranya.


Dengan cekatan Kabayan,Asep dan Ayi segera merangkai bunga,namun terlintas sebuah ide dikepala sikabayan,ia ingin menggabungkan bunga mawar dan bunga cantik yang ditemuinya dihutan tadi.



Dan jadilah seperti itu rangkaian bunga milik Kabayan,setelah semuanya siap akhirnya para gadis beserta orangtuanya berkumpul di tempat acara,mereka akan memilih pemuda yang disukainya.


"Para gadis,silakan maju kedepan.Siapa yang cocok dengan hati kalian,maka pilihlah!" teriak pak lurah


Hati ketiga jajaka itupun deg deg gan,apalagi Asep dan Kabayan yang sangat naksir sama nyi iteung,kalau ayi,saat ini dirinya sangat pasrah,siapapun yang memilihnya pasti ia akan menerimanya,dikarenakan selama ini ia jomblo,dan tidak ada satu pun gadis yang mau dengan nya,dengan adanya acara ini,kini Ayi berkesempatan mendapatkan jodoh.


Nyi iteung dan keempat gadis lainnya pun maju,mereka melihat hasil berburu Peucang,hasil menangkap ikan,dan adil rangkaian bunga masing masing pemuda.


Tiba tiba saja...


"Iteung milih kang Kabayan," ucapnya malu malu,bahkan suaranya hampir tak terdengar


"Apa?! tidak terdengar sama saya," ucap pak lurah memastikan pendengaran nya


"Iteung milih kang Kabayan!" kini suaranya terdengar keras


"Apa,ini teh betulan? nyai milih akang?" tanya Kabayan kegirangan


"Hu'um," jawabnya menunduk malu


"Nyaii,piraku rek milih si borokokok!" Abah menyela

__ADS_1


"Hu'uh nyii,mending pilih kang Asep wae atuh," timpal Asep lagi


"Cicing maneh!" hardik si Abah


"Nyai,sing bener,pikirkeun Mateng Mateng,nyai serius milih si borokokok?" tanya Abah lagi


"Iya Abah,da nyai mah walaupun tidak ada perlombaan seperti ini juga,akan tetap pilih kang Kabayan,nyai cinta sama dia," ucapnya mengakui perasaan yang selama ini dipendam.


"Nyaiii,nyaii..," Abah geleng geleng kepala


"Punteun Abah,abdi Bade nyanggakeun ieu hasil,Aya Peucang hirup,Aya lauk emas sabelas ekor,mangga...," Kabayan menyodorkan semua tangkapan nya


"Hebat Oge maneh Kabayan,he'euh ku Abah rek di tampi,kebetulan di Imah,Abah boga Peucang awewe,nu ieu lalaki.Tah ku Abah rek diternak lah,Tah ieu lauk emas mah rek Sina dipais KA si Ambu," Abah menerimanya dengan senang hati


Merasa berhasil menyogok Abah,kini Kabayan pun menyerahkan bunga mawar rangkaian nya kepada nyi iteung


"Nyii,ieu bunga rancangan akang,ditampi nya geuliis," Kabayan menyerahkan bunga tersebut kepada nyi iteung,dan gadis tersebut pun menerimanya dengan perasaan berbunga bunga,ia menunduk malu.


"Alahhh siah,geulis pisan kabogoh akang teh,bebende hate akang,duh...,beruntung pisan akang dipilih ku nyai," ucap Kabayan ,dan semakin membuat nyi iteung salah tingkah.


Dongeng berakhir...


Mirah mengakhiri ceritanya,dan ternyata Ratna sudah tertidur lelap,entah sejak kapan.


"Mimpi indah sayang...," ia mengecup pucuk kepala putrinya penuh kasih sayang dan ia pun segera ikut berbaring menyusul Nana ke alam mimpi.


***


Keesokan paginya dirumah musa,Herman dibuat terkejut oleh permintaan disah yang tiba tiba.


"Mengapa kak disah menyuruhku menceraikan Mirah? aku tidak mau kehilangan dia," Herman menolak mentah mentah


"Dengarkan aku bodoh! wanita gila itu sangat membahayakan mirah dan Ratna anakmu,jadi lebih baik kau ceraikan saja dia,dan jangan lagi kau mengganggunya,lagipula sekarang mereka akan tinggal di rumah dori,apa kau sanggup menghadapi pria berkuasa seperti dori?" disah memperingatkan Herman


"Apakah akan selamanya? maksudku Mirah danratna akan tinggal disana?" tanya Herman ragu


"Iya,selamanya.Dori tidak akan lagi melepaskan mereka,apalagi untuk kau sakiti," ketus disah


Herman tercenug mendengarkan penuturan disah.


"Sudahlah man,lepaskan saja Mirah.Biarkan mereka bahagia,kau lanjutkan saja hidupmu dengan Rohanah," kini Musa angkat bicara


"Hahhhhh"


Herman menghela nafas kasar,ia dilema kini.Satu sisi ia masih menginginkan Mirah,namun untuk itu ia harus mengahadapi dori yang tak mungkin mengampuninya.


Mari kita tunggu di episode selanjutnya,bagaimana keuputusan Herman.

__ADS_1


.


.


__ADS_2