
Lepas sholat Dzuhur Mirah mengajak Nana belanja sayuran ke pasar baru.
"Nana mau ikut ibu nggak?"
"Kemana Bu?" Nana yang sedang asyik bermain boneka langsung menghampiri sang ibu
"Ibu mau ke pasar baru,mau belanja sayuran dan pindang bandeng,uwak omi mu minta dimasakin tumis kangkung pedas,pindang bandeng goreng,sama sambel bawang.Kebetulan 'kan,kemarin Nana bawa oleh oleh Pete dari emak disana,"
"Yeay,iya Bu Nana ikut," gadis itu sangat bersemangat ketika diajak berbelanja oleh sang ibu
Akhirnya ibu dan anak itu pun berangkat ke pasar baru,sepanjang jalan Nana berceloteh ria tentang kegiatan di sekolahnya sebelum liburan,Nana juga sangat antusias menceritakan nilai raport nya yang bagus.
"Wah,ibu senang mendengar nya.Tingkatkan lagi prestasi nya ya sayang," Mirah memeluk anak gadisnya dengan senyuman hangat terukir di bibir
Tak lama mereka sampai di pasar baru,segera saja Mirah membeli semua bahan makanan yang dibutuhkan
"Nana mau apa 'nak? Mirah bertanya kepada Ratna,mumpung masih dipasar fikirnya
"Gak ah Bu,gak kepingin apa apa," Nana menolak tawaran ibu nya
"Betul,tidak mau apa apa?" Mirah memastikan
Gadis cantik itu hanya mengangguk saja
"Ya sudah,ayo kita pulang," ajak mirah
Kemudian ibu dan anak itu pun bergegas pulang ke kantin
***
Jam sudah menunjukkan waktunya sholat ashar, Mirah pun segera menunaikan kewajibannya sebelum memasak.
Selesai sholat ibu satu anak itu langsung menuju dapur ,ketika sedang memotong motong kangkung tiba tiba terdengar suara yang tak asing
"Buu,Nana nya ada nggak?" tanya seorang gadis seumuran Nana,yang tak lain adalah trisa
"Eh,neng trisa.Nana ada kok,tuh dia lagi main masak masakan," tunjuk Mirah kepada anaknya yang tengah asyik memotong motong batang kangkung
"Trisa kesana dulu 'ya," pamitnya
Mirah tersenyum sembari mengangguk,lalu melanjutkan kembali pekerjaan nya.
"Nana...main ke rumah aku 'yuk?" ajak trisa kepada Nana
"Eh trisa,main sini aja masak masakan.Ni aku punya banyak batang kangkung," Ratna menunjukkan batang kangkung yang sedang dipotong potongnya
__ADS_1
"Iya deh,disini aja main nya," kemudian gadis cantik sahabat Nana itu pun bergabung
"Desi kemana? kenapa gak diajak sekalian?"
"Owh,Desi sama tanteu ku lagi pergi keluar kota,"
Kedua bocah itu asyik bermain sampai sore,hingga trisa Merasakan perutnya yang mulai keroncongan.
"Nana,aku pulang dulu 'ya,mau makan," pamit trisa
"Iya," Nana mengangguk,lalu melanjutkan kembali acara masak masakan nya.
Namun ketika Nana tengah asyik bermain tiba tiba saja terdengar suara menggelegar yang memekakan telinga.
JEGURRR!!!
Nana yang tengah asyik itu kemudian celingukan,memperhatikan sekeliling ketika mendengar suara yang begitu menakutkan
Tiba tiba saja...
"Aghhhhh!!! apiii...!! ibuuuu!!! apiiii,tolonggg!!!"
Nana berteriak ketakutan,tatkala melihat kobaran api yang menghampar bak luberan air yang menggenang memenuhi lantai yang di pijaknya,gadis itu terjebak disana!
Dalam ketakutan nya kemudian gadis itu mundur dan berlari ke dalam gudang penyimpanan minuman botol bermerk,api sudah menjalar memenuhi kakinya sampai lutut.
Ditengah kobaran api pak cu'eng melempar karung goni yang sudah dibasahi air,jadi setiap akan berpijak terlebih dahulu ia melemparkan karung basah itu
"Nana,anakku sayang bertahanlah! bapak akan menolongmi!" pak cu'eng berteriak tatkala melihat Nana yang sudah hilang kesadaran nya.
Cu'eng mengambil tubuh Nana yang sudah tergeletak,ia menggendongnya kemudian membawa tubuh tak berdaya itu keluar,dengan kembali menerobos lautan api,beralaskan karung goni basah untuk ia pijak
Di luar Mirah sudah lemas dengan air mata yang membanjiri pipinya,bahkan suaranya sampai serak karena terus berteriak memanggil Nana
"Tolong..., putri ku,Nana ku,dia di dalam sana," tunjuknya lemah
Truk damkar pun sudah melakukan tugasnya,Mirah melihat kantin tempat ia mengais rezeki selama ini terbakar habis.
Begitupula dengan pak Rahardjo,ia melihat lima mobil baru nan mewah yang baru saja datang dan belum sempat ia masukkan ke showroom nya juga habis terbakar api,belum lagi semua mobil yang ada di bengkel juga habis tak bersisa.
Tak lama kemudian,Mirah melihat seseorang yang dikenalnya tengah menggendong tubuh seorang gadis kecil
"Aghhh! Ratna! putriku...!" kemudian tubuh lemah Mirah ambruk begitu saja ketika ia melihatnya dalam gendongan cu'eng.
Peristiwa terbakarnya bengkel terbesar yang bernama PD Rahardjo itu begitu menggemparkan, untung saja showroom dan kantor nya tidak terkena amukan api,dikarenakan gedung tersebut terpisah dari bengkel
__ADS_1
Namun tetap saja kerugian yang dialami pak Rahardjo begitu banyak.
***
Mata bulat Nan indah itu mengerjap,namun baru saja ia tersadar dari mimpi buruk itu, kesakitan langsung menyambut nya kembali
"Aghhh! sakiitt! panas!," teriak Nana
Bagaimana tidak? kedua kaki Nana terbakar sampai lutut,pantas saja gadis itu berteriak kesakitan
Aam dan yang lainnya yang semenjak tadi dengan telaten bergantian mengipasi kaki Nana,menggunakan kipas manual yang dalam bahas Sunda bernama( hihid)
"Nana,sabar ya sayang.Insya Allah Nana akan segera sembuh,Nana anak yang kuat.Teteh yakin kamu bisa bertahan," aam menguatkan Nana,namun hatinya merasa pilu melihat keadaan Ratna
"Teteh,ibu mana,terus ini dimana?" tanya Nana disela Isak tangisnya
"Sayang,Nana dirumah Mak anisah.Uwak nya Nana,tunggu 'ya,ibu mu sedang keluar.Sebentar juga kembali lagi," bujuk anisah dengan lelehan air mata di pipi nya
"Aghhhhh! panas,sakiitt," bocah itu kemudian mejerit kesakitan,lagi dan lagi,rasa sakit itu seakan tak berkesudahan
"Nana,ayo masukkan dan rendam kakimu ke dalam bak karet ini," pinta aam
Ditengah kesakitan yang mendera Nana menuruti permintaan sang kakak,ia menurunkan kaki dan merendam nya di dalam bak karet,yang ternyata isinya adalah minyak tanah.Dan itu berfungsi untuk mendinginkan kaki yang terbakar itu.
"Apakah rasanya lebih baik," tanya aam
"Ya,ini lebih baik" jawab Nana
***
Sementara di kantor polisi,Mirah tengah di interogasi terkait kebakaran yang melalap habis bengkel pak Rahardjo
"Sodara Mirah,berikan kesaksian anda terkait kebakaran yang terjadi di PD Rahardjo ,karena jika terbukti kebakaran itu disebabkan dari kantin anda,maka dapat dipastikan anda akan kami jatuhi hukuman,"
Jederrr!
Mendengar yang dikatakan petugas itu Mirah serasa disambar petir,namun begitu ia tetap berusaha tenang.Karena ia yakin,kebakaran itu bukan berasal dari kantin nya dan tentu bukan salahnya juga!
Setelah beberapa jam,akhirnya sesi interogasi pun selesai,dan Mirah dinyatakan tak bersalah.Karena ternyata penyebab kebakaran itu adalah murni karena korsleting listrik yang berasal dari tempat penyimpanan drum drum bensin di ruangan penyimpanan.
Adik bungsu pak Rahardjo yang bertugas menjaga ruangan penyimpanan drum bensin itu menuturkan,bawa asal mula kebakaran adalah korsleting listrik.Dia melihat dengan mata kepala sendiri ketika akan masuk keruangan itu sudah terlihat percikan percikan api,yang tak lama kemudian menyambar dengan cepat ke arah drum drum bensin yang berjejer.
.
.
__ADS_1
.