
Tiga minggu sudah ratna manggala berada di kota kembang dan menikmati liburan,dan hari ini adalah hari terakhir dirinya berada di kota bandung,trisa sudah terlihat sangat sedih ketika mengetahui hari esok ratna manggala sudah harus kembali ke kampung halaman nya.
"Bu,nana biar sekolah di sini saja 'ya?" pinta trisa kepada mirah,dengan memelas
"Memangnya kenapa neng?" mirah yang tengah mengepak barang barang kedalam tas besar berhenti sejenak,dia menatap lekat gadis cantik yang terlihat sedih itu.
"Haahh...,trisa sudah sangat nyaman berteman dengan nana,bisanya 'kan,selalu sendiri.Bu mirah juga tahu,kalau selama ini trisa tidak pernah berteman dengan siapapun," ucap nya sendu
"Mmhh,begitu 'ya,tapi bagaimana? nana juga tidak bisa meninggalkan emak dan bapaknya dalam waktu yang sangat lama,jarak dari kota ini ke kampung halaman ibu,itu sangat jauh 'sayang,kalau nana pindah sekolah kemari,pasti emak dan bapaknya akan sangat sedih,mereka juga tidak bisa sering sering berkunjung,karena jarak yang begitu jauh," mirah memberi pengertian,sebenarnya ia sangat iba melihat gadis kota itu bersedih.
"Trisa jangan sedih,nana janji,liburan selanjutnya pasti kemari lagi," gadis kecil kesayangan mirah berusaha mengibur teman nya
"Tapi 'kan,masih lama," keluhnya
__ADS_1
"Sabar 'ya,nana juga pasti akan sangat merindukan mu," nana segera memeluk trisa yang sudah terlihat maatanya berkaca kaca
Mirah tersenyum hangat sambil mengusap ngusap punggung trisa,berharap bocah itu tidak lagi bersedih.
"Janji ya 'na? kamu harus akan kembali kesini lagi secepatnya," ia mengacungkan jari kelingking dan menautkan nya dengan kelingking nana
"Um,nana janji," nana mengangguk pasti
"Kalau begitu,ini sebagai hadiah persahabatan,dari trisa untuk nana," gadis itu memberikan sebuah bungkusan besar yang sudah dihiasi pita pita dengan cantik nya
"Ayo,diterima dulu.Tanganku keburu pegal nanti," protes trisa,karena bukannya menerima nana malah terbengong
"Eh,iya.Terimakasih,mengapa hadiahnya besar sekali? apa isinya?" tanya nana penasaran
__ADS_1
"Ayo dibuka saja,"
Dengan semangat serrta rasa penasaran yang tinggi,nana pun segera membuka bungkusan yang diberikan trisa kepadanya
Begitu dibuka dan melihat isinya,nana sungguh sangat takjub..
"Woahhh,gaun! ini indah sekali trisa," dengan binar binar ketakjuban dimatanya,ia segera mengambil gaun itu dan memamerkan nya kepada sang ibu,yang tengah sibuk mengepak ini dan itu,ia tak ingin ada yang tertinggal.
"Coba lihatlah,ibu! gaunnya indah sekali," ujarnya kepada sang ibu
"Wah wah,benar benar gaun yang indah,mengapa neng trisa memberikan yang sebagus itu,untuk anak ibu?" tanya mirah
"Tidak apa apa 'bu,nana adalah sahabat pertama saya yang sangat baik,dan ia pantas mendapatkan itu,apalagi itu hanya sebuah gaun.Di dalam lemari bajuku,gaun seperti itu banyak sekali,dan kebanyakan masih baru dan belum pernah dipakai sama sekali,"
__ADS_1
"Mami kamu tau? kamu memberikan gaun ini untuk nana?" bukan apa apa morah bertanya seperti itu,sebenarnya ia tahu jika gaun yang diberikan trisa kepada nana adalah gaun yang sangat mahal,dan itu sangat terlihat dari bahan,jahitan,serta berbagai detail detail rumit dan indah yang terpasang di gaun itu
"Jangan khawatir 'bu,itu mami saya juga yang memilihnya,dia bilang itu sangat cocok untuk nana," jelasnya