Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
keputusan musa


__ADS_3

Awan mendung se'olah mengelilingi mirah.Setelah kedatangan marni yang tak terduga dan membuat keributan dirumahnya,mirah menjadi murung dan terus mengurung diri dikamar.Fikiran nya melayang ke masa beberapa tahun, silam.Bayangan karwan dan herman yang mengkhianatinya se'olah menghantuinya. "Akankah semuanya ter'ulang kembali,sebuah perpisahan? benarkah aku diciptakan hanya untuk dikhianati?" bathin mirah bertanya tanya,ia sangat putus asa.


Melihat ke'ada'an mirah yang begitu menyedihkan,membuat disah dan amir secepatnya mencari solusi untuk kesembuhan amir,yang kian hari semakin tak terkendali.Kadang menjadi sangat pendiam dengan tatapan kosong,kadang berteriak teriak memanggil manggil marni,dan pada waktu tertentu amir seperti orang yang kesusahan untuk bernafas.


Setelah insiden pemukulan yang disengaja oleh musa hari itu.Akhirnya musa dan disah memutuskan untuk mengurung amir dikamar.Soni dan mirah hanya pasrah dengan keputusan kedua orang itu,mungkin itu memang yang terbaik fikir mereka.


"Pak,sebaiknya kita segera mencari ustadz untuk meruqyah amir,karena penyakit nya disebabkan oleh ilmu hitam.Dan bukan untuk ditangani dokter." Disah memberi saran kepada suaminya,karena memang penyakit amir dikarenakan oleh sihir.Jadi penanganan nya pun harus sesuai dengan syari'at islam.


"Baiklah mak,hari ini aku akan berangkat membawa amir ke pesantren Al-hidayah di kota xx,aku dengar disana banyak ustadz ustadz yang biasa meruqyah.Semoga saja amir bisa segera sembuh." Akhirnya musa membuat keputusan,dirinya akan membawa amir ke pesantren itu untuk di obati.


"Hm' aku akan mempersiapkan segala keperluan untuk kalian disana nanti,perkira'an berapa hari pak?"


"Ya,sampai amir betul betul sembuh pokok nya,bisa seminggu dua minggu atau bahkan lebih" tutur musa.

__ADS_1


"Mudah mudahan,ikhtiar kita membuahkan hasil ya pak.Aku tak tega melihat ke'ada'an mirah,kasihan sekali anak itu.Sepertinya nasib tak membiarkannya bahagia,selalu ada saja suatu hal buruk yang menimpanya,dan itu tak jauh dari urusan asmara nya," disah berkerut kening dengan pandangan menerawang.


"Ya,semoga usaha kita tak sia sia mak"


Disah pun segera beranjak,untuk mempersiapkan semuanya.Tak lupa,dia memberitahu soni dan mirah tentang rencana musa.Tentu saja mirah dan soni menyetujui nya,demi kesembuhan amir.


"Bu,ibu tenang saja ya.Soni yakin,bapak pasti segera sembuh" bocah laki laki itu mencoba menghibur mirah.


"Amiin,kita do'akan bapak ya,agar sehat seperti sedia kala.Dan bisa secepatnya berkumpul lagi bersama kita." mirah mengelus pucuk kepala soni,ia bersyukur mengetahui anak sambungnya begitu menyayangi nya.


Tiba tiba nana masuk dengan raut wajah penuh dengan pertanya'an.


"Bu,sebenarnya pak amir sakit apa? mengapa dia dikurung dikamar.Dan lagi pak amir suka teriak teriak,nana juga bingung.Sekarang pak amir tidak pernah sekalipun bermain sama nana,jangankan bermain,menyapa nana saja tidak pernah.Apa nana berbuat salah ya bu?" dengan polosnya nana mengutarakan isi hatinya.

__ADS_1


Mirah tak kuasa menahan kesedihan nya.Pertanyaan nana samasekali tak bisa dijawab nya,ia mendongak dan menutup mulutnya dengan telapak tangannya,berharap tangisan nya tak pecah.


Soni yang melihat itu,segera mengambil alih perhatian nana.


"Nana,bapak sekarang memang sedang sakit.Doakan bapak cepat sembuh ya,supaya bisa bermain lagi sama nana" dengan penuh kasih sayang,soni menjawab sedikit pertanyaan nana,barharap bocah kecil itu langsung mengerti dan tak betanya lagi,rasanya memang sulit untuk menjelaskan suatu hal yang rumit ini Kepada seorang anak kecil.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...🙏😇😘

__ADS_1


__ADS_2