
"Ada apa denganmu?!" terjerembab sekaligus tentu saja menimbulkan rasa sakit di bokoooongg nyaHerman benar benar kesal
"Ada apa kau tanya? kau begitu menikmati kala mencumbu Mirah dan hal itu kau lakukan di hadapan ku,kau tidak memikirkan perasaanku? sakiiit Herman sakitt...!" Rohanah memukul mukul dadanya yang terasa sesak,air matapun berhamburan
Melihat Rohanah beruraian air mata Herman segera memeluk wanita itu,dan menenangkan nya.Ia tahu efek apa yang akan terjadi apabila wanita itu terlalu emosi,bisa bisa depresinya kambuh
"Maafkan aku...," ucap Herman
"Cih! dasar orang orang tak tahu malu," cibir mirah
Kemudian dengan segera Mirah merapikan pakaian nya,lalu beranjak dari ranjang laknat itu dan menghampiri kedua insan yang sedang berpelukan dan masih polos itu
"Pakai baju kalian!" Mirah melemparkan pakaian Rohanah dan Herman
"Menjijikan!" umpatnya lagi
Kedua manusia yang tengah berpelukan itu langsung menatap Mirah tak suka
"Apa kalian lihat lihat? aku tidak takut walaupun mata kalian sampai copot!" dengus Mirah
"Cepat pakai baju kalian,ada hal penting yang harus kubicarakan hususnya denganmu!" tunjuk Mirah kepada Herman
Dengan tampang kesal Herman dan Rohanah pun memunguti pakaian mereka lalu memakainya
Setelah itu mereka duduk di kursi
"Langsung saja Herman,kembalikan semua perhiasan Ratna yang kau rampas tadi!" ucap Mirah sinis
"Perhiasan apa maksudmu?" entah bodoh betulan atau memang pura pura bodoh,sehingga Herman berani bertanya seperti itu
"Tidak perlu bersandiwara,cepat kembalikan saja.Aku tidak ada waktu untuk meladeni manusia manusia rendah macam kalian!"
"Tutup mulutmu,seenaknya saja kau bicara!" Rohanah benar benar kesal ketika Mirah mengatai dirinya dan Herman adalah manusia rendah
"Lantas,julukan apa yang tepat untuk pasangan haram seperti kalian?!"
"Asal kau tahu,kang Herman akan menikahi aku lagi.Karena apa? karena dia tidak mendapatkan haknya darimu dan selama ini akulah yang selalu memberinya kepuasan!" terdengar sombong ucapan nya si wanita sundal
"Astagfirullah,begitu bangganya kau jadi pemuas nafffsssu lelaki badjingan ini,ha ha ha...terserah saja apapun yang ingin kalian lakukan,maka lakukan lah.Tapi aku memaksamu untuk mengembalikan semua perhiasan Ratna!"
Melihat tidak ada pergerakan samasekali dari Rohanah dana Herman emosi Mirah kian meningkat lagi
__ADS_1
BRAKKK...!!
Kedua manusia itu sampai terperanjat dibuatnya,kala menyaksikan aksi Mirah yang menggebrak meja dengan brutalnya.Tidak ada lagi sosok Mirah yang anggun dan lembut,akan tetapi yang dihadapan Herman dan Rohanah sekarang adalah Mirah yang begitu menakutkan.
"Cepat! jangan main main denganku,kau tidak tahu apa saja yang telah kulewati selama ini," geramnya
"Mi...Mirah,sabar sabar,baiklah akan kuserahkan kembali perhiasan milik Ratna ini 'ya,tapi sebelum itu kau harus jadi milikku seutuhnya," Herman menyeringai,hasratnya kepada mirah kembali bangkit dengan gerakan cepat ia kembali menyerang bibir ranum Mirah,kedua tangannya memegang serta menekan tengkuk sang istri,namun Herman melupakan satu hal...
Tiba tiba saja
Duakkk...!
Dalam sekali hentak dengkul Mirah mendarat dengan baik tepat di area sensitif herman
"Arrggghhh,tolong...! ini sakit," rintih herman, lelaki itu kelojotan meringkuk dilantai memegang benda pusakanya,ia tak bisa menahan rasa sakit yang teramat sangat akibat sodokan dengkul baja ala mirah.
"Cih! rasakan!,itulah akibatnya jika kau memaksakan kehendakmu padaku," Mirah tersenyum miring
Untuk selanjutnya Mirah tidak banyak bicara,wanita cantik itu langsung saja menggeledah kantong celana dan baju Herman,lalu menemukan apa yang dicari nya,
"Perhiasan berhargaku...," Mirah tersenyum,lalu memasukan semua benda berkilau milik Ratna kedalam dompet yang dibawa nya
"Hei! kembalikan perhiasan itu,tidakkah kau tahu? perhiasan itu akan di jual dan hasil penjualan nya untuk membuka usaha mebel,bukankah kau senang jika Herman punya usaha ,dan menghasilkan uang yang banyak?" ucap Rohanah tiba tiba
Kemudian ibu satu anak itupun segera pergi dari rumah terkutuk milik Rohanah
***
"Astagfirullah,jadi si Herman menamparmu 'mir?" Disah dan Musa benar benar geram dengan tindakan kasar Herman kepada Mirah,apalagi sekarang pipi dan sudut bibirnya lebam,ditambah bibir sang adik juga bengkak akibat keganasan Herman
Mirah menceritakan semua yang terjadi,kecuali aksinya yang sedikit kasar kepada Herman
"Dasar gila! biar aku yang menghajar nya nanti," geram Musa,begitu ia mengtahui Mirah disakiti lagi hati serta fisiknya dan herman ternyata masih berhubungan layaknya pasangan suami istri dengan rohanah.
"Aku benar benar tak habis fikir dengan kelakuan adikmu 'mak," Musa menatap sang istri lekat
"Jangankan kamu 'pak,aku juga betul betul tidak mengerti," Disah memijat pelipis nya
"Benar benar minta dihajar,sekarang aku bisa bebas mengekspresikan kekesalanku padanya," tambahnya lagi
Sedangkan orang yang dibicarakan kini tengah melampiaskan kekesalan dan amarahnya dengan melemparkan benda benda disekitarnya
__ADS_1
"Arrghh,sialan! gagal sudah semua rencana kita," Rohanah menjadi sasaran pelampiasan nya juga
"Kau berkata jika ide mengambil perhiasan Nana itu akan berhasil,mana buktinya?! sekarang malah assetku sendiri yang hampir celaka,"
"Mengapa kau marah marah padaku,seharusnya kau menjalankan rencana itu dengan baik,apabila tadi kau menjual perhiasan itu terlebih dahulu mungkin akan lain ceritanya," gerutu Rohanah,ia benar benar tak terima Herman terus terusan menyudutkan dirinya
"Sudahlah,jangan bicara itu lagi.Tapi aku benar benar tak menyangka jika Mirah yang anggun dan lembut menjadi begitu mengerikan,"
"Hm,kau betul.Dia bukan Mirah yang dulu, dia seperti bukan Mirah," Rohanah mengangguk membenarkan,pasalnya mereka berdua merasa setiap tatapan dan ucapan Mirah begitu mengintimidasi
***
"Entah mengapa sekarang aku seperti punya kekuatan untuk melawan ketidak adilan." gumam Mirah,sebetulnya ia sendiri merasa bingung dengan tindakan yang di luar kebiasaan nya.
"Cincin! 'ya,cincin perak bermata ungu itu masih ada padaku.Memang sudah bisa dilepas,akan tetapi benda itu bukan milikku,dan kata si pemilik misterius ia akan mengambilnya kembali suatu hari nanti,apakah karena cincin itu keberanian ku kini meningkat." Mirah mengingat ngingat,sejak peristiwa luar biasa nya dalam melintasi waktu ia sadar banyak hal tak terduga yang dilewatinya dengan keberanian
"Hahh,sudahlah," Mirah memilih melupakaan semuanya,dan kini ia memutuskan untuk melaksanakan sholat isya,dilihatnya Ratna sudah tertidur pulas padahal jam baru menunjukan angka delapan,dan biasanya gadis itu akan tertidur ketika jam menunjukan pukul sembilan atau setengah sepuluh malam
Ibunya Ratna Manggala kini melangkahkan kakinya keluar ruangan,namun alangkah terkejutnya ketika dia melihat dua orang tak tahu malu kini tengah duduk dikursi dengan menunduk,bukan tanpa alasan mereka menunduk hal itu dikarenakan Disah dan Musa sedang mengintimidasi dan menginterogasi mereka berdua
"Aku meminta restumu 'kak,aku harus menikahi Rohanah kembali," sejak awal talak yang dijatuhkan Herman kepada Rohanah hanyalah trik,tujuan nya adalah supaya Mirah mau di persunting nya lagi.
"Kali ini nikahi aku secara sah,agama dan negara," pinta Rohanah,meski dalam keadaan tertekan ia tetap mengungkapkan keinginan nya
Namun siapa sangka Herman langsung menolaknya,
"Tidak! istri sah ku tetap satu,yaitu Mirah.Dan kau tetap akan ku nikahi secara siri," sontak saja ucapannya membuat Rohanah sakit hati
"Kau tega,melakukan hal ini lagi padaku?" tanyanya berkaca kaca
"Kau mau atau tidak?" tanya Herman tanpa basa basi
"Kalau tidka mau ya sud..."
"Iya aku mau,baiklah terserah saja.Mau dinikahi siri pun aku terima,toh kasih sayangmu tetap untuk ku 'kan?" tatapan Rohanah penuh harap
"Sudah sudah,kalian tidak perlu banyak bicara.Mak,tolong panggilkan pak ustad untuk menikahkan mereka kembali," perintah Musa kepada istrinya,lalu Disah mengangguk dan segera berangkat ke rumah pak ustad,sedangkan Mirah ia hanya bersikap tak perduli,dan lebih memilih melaksanakan ibadah wajibnya.
.
.
__ADS_1
.