
Pukul sembilan pagi mirah dan ratna sudah berada di kantin pd rahardjo,saat ini mereka berdua sedang beristirahat dikamar yang biasa mirah tempati,rasa lelah benar benar dirasakan keduanya.
"Bu,nana mau bobo lagi 'ya,masih ngantuk," anak itu berbicara dengan suara yang tenggelam dikarenakan dirinya berada dalam dekapan hangat sang ibu,matanya terasa sudah sangat memberat dan sekarang ia benar benar tak bisa menahannya lagi,akhirnya ia pun tertidur lelap.
"Nana sudah bobo sayang?" tak ada jawaban,kemudian ia pun tersenyum ketika melihat putrinya sudah terlelap.
Mirah menciumi seluruh wajah nana, "Selmat bermimpi indah," ibu satu anak itu mengeratkan pelukannya,tak lupa ia menarik selimut sebatas dada mereka untuk menghalau rasa dingin,tak lama kemudian ia pun menyusul nana ke alam mimpi.
Diluar kamar mereka,seorang laki laki tampan yang sejak tadi hanya berdiam diri memandang pintu kamar itu dan berharap pintunya akan segera terbuka,ia sangat ingin bertemu wanita yang sudah sangat mengganggu fikirannya sejak pertama berjumpa,pagi ini ia mengetahui jika omi akan menjemput adiknya ke stasiun.
Lama ia berdiam diri disana,namun yang diharapkan tak kunjung ada.Akhirnya ia pun memutuskan kembali ke bengkel,bengkel mobil itu awalnya milik pak rahardjo namun sekarang cu'eng lah yang mengelola nya,pak rahardjo terlalu lelah jika harus mengurusi showroom dan juga bengkel.
***
Sore hari mirah dan nana sudah nampak segar dan cantik,rencanya ia akan mengunjungi rumah pak rahardjo kemudian setelah itu ke rumah kakaknya anisah untuk membagikan oleh oleh yang dibawanya.
Rumah pak rahardjo tidak jauh dari showroom,yaitu terletak dil belakang showroom itu,kini mirah dan nana sudah berada di depan gerbang rumah besar itu,disana ada satpam yang sedang berjaga.
"Permisi pak,saya mau bertemu dengan bu rima,apakah beliau ada?" ucap mirah ramah
Sejenak satpam itu terpesona dengan kecantikan dihadapannya,namun ia segera tersadar setelah mirah berdehem.
"Khem,pak?"
"E-eh,maaf,silahkan...," satpam itu cengengesan karena malu,lalu ia pun membuka gerbang itu dan mempersilahkan mirah dan nana masuk.
"Terimakasih,marii...," mirah mengucapkan terima kasih sembari tersenyum ramah,kemudian ia dan nana pun masuk ke dalam.
"Waahhh,cantik sekali wanita itu,siapa nya bu rima 'ya?" laki laki penjaga rumah besar itu bergumam.
Di halaman rumah pak rahardjo nana begitu terkagum kagum melihat keindahan taman disana,tatanan taman yang begitu asri dan berbagai macam bunga bungaan serta tanaman lainnya tersaji indah memanjakan mata setiap orang yang melihatnya termasuk ratna yang memang baru pertama kali ke sana.
"Bu,taman bunganya bagus sekali 'ya,nana jadi teringat taman bunga kita di rumah lama," ucap nya menerawang jauh
Mirah terkesiap,namun ia tak ingin terlarut dalam kesedihan.
"Sudah ah,ayo kita masuk," kemudian mirah menekan bel pintu rumah itu
Teet! teet!...
__ADS_1
Tak lama pintu terbuka,
"Cari siapa neng?" tanya seorang wanita yang diperkirakan berumur enam puluh tahunan,dan mirah menebak itu adalah asisten rumah tangga di rumah itu.
"Apakah bu rima nya ada 'mak?" tanya mirah sopan
"Ada neng,mari...silahkan masuk dan tunggu sebentar,saya panggilkan dulu," ucap nya ramah
Mirah dan nana pun masuk kemudian ia duduk di sofa dalam ruangan itu,setelah dipersilahkan.
Tak lama wanita itu kembali bersama seseorang yang mirah kenal,juga seorang gadis kecil yang sangat cantik seumuran nana.
"Itu bu,orangnya," ujar wanita yang diduga asisten rumah tangga itu.
"Oh,mirah...,ternyata.Kapan kembali dari kampung mir?" tanya bu rima
"Tadi pagi bu," mirah tersenyum
"Anak cantik ini pasti putrimu 'ya?" netranya menatap lekat ratna manggala
"Iya bu,ini putri semata wayang saya,nana,ayo salim dulu sama bu rima,"
"Waah,santun sekali putrimu 'mir,"
"Siapa nama kamu sayang?" bu rima bertanya dengan senyuman indah terukir di bibirnya
"Nama saya,ratna manggala 'bu," ucapnya memperkenalkan diri
"Owh,nama yang bagus.Nana kelas berapa sekarang 'sayang?" bu rima merasa senang dengan sikap nana,ia terus bertanya.
"Naik kelas dua 'bu,sekarang saya sedang libur sekolah.Jadi saya ikut dengan ibu liburan di kota kembang ini," jawab ratna dengan sejelasnya.
"Kalau begitu,sama dong dengan anak ibu.Dia seumuran sama kamu,semoga selama berlibur disini kamu berteman baik dengan trisa anak saya,trisa!...ayo perkenalkan dirimu," bu rima mempersilahkan putrinya dan ratna berkenalan.
"Hallo,namaku trisa ayunda rahardjo," ia mengulurkan tangannya
"Salam kenal 'ya,namaku ratna manggala," ratna menyambut uluran tangan trisa dengan senyuman manis di bibirnya.
Kedua orang tua mereka tersenyum melihat anak anaknya berteman.
__ADS_1
"Oh iya mir,ada apa rupanya kau ingin bertemu denganku?" bu rima teringat perkataan asisten rumah tangganya yang mengatakan mirah ingin bertemu,ia berfikir pasti mirah ada perlu dengannya.
"Ah,bukan hal yang penting 'bu,saya hanya ingin memberikan ini," mirah menyodorkan tas anyaman dari rotan kepada bu rima.
"Apa ini mir?" tanya nya penasaran
"Cuma oleh oleh dari kampung 'bu,semoga ibu menyukainya,"
Bu rima segera membongkar isi dari tas anyaman itu,dan isinya bermacam macam.Ada dua ekor gurame goreng yang besar besar,ada satu ekor ayam kampung yang sebelumnya sudah di rebus sebentar,supaya tidak berbau,ada dua gros gula aren yang baunya sangat wangi enak,bahkan bu rima sampe menciumnya berkali kali saking enaknya bau gula itu,dan terakhir duapuluh papan pete yang diikat sepuluh sepuluh.
"Mir,banyak sekali oleh olehnya.Aku suka sekali semuanya,terimakasih 'ya," bu rima berbinar senang,makanan dari kampung memang terkenal akan kealamian nya yang tanpa bahan pengawet.
"Mak ijah,ini ayam dan ikan goreng tolong simpan di kulkas 'ya,aku yang akan mengolahnya nanti,terus gula aren ini simpan di stoples dan tutup rapat,supaya tidak meleleh masuk angin,aku kepingin bikin kolak nanti,terus ini pete simpan di keranjang dekat tempat beras." titah bu rima kepada ma ijah
"Baik nyonya," ma ijah langsung melaksanakan perintah majikannya.
"Trisa,nana nya ajak main di kamarmu sana,"
"Baik mam," trisa mengangguk patuh
"Maaf bu rima,neng trisa,bukannya saya menampik.Namun,saya sama ratna sekarang ini mau langsung ke rumahnya kak anisah,takutnya kesorean," mirah merasa tak enak hati
"Owh,begitu 'ya,ya sudah kalau begitu," bu rima tersenyum
"Nana,ayo pamit sama neng trisa dan bu rima,"
"Trisa,aku pamit dulu ya,"
"Iya,besok main lagi ya,aku ke kantin atau nana main kesini lagi juga boleh," ucap trisa riang,ia merasa senang mendapatkan teman bermain seperti nana.
"Oke," jawab nana tak kalah riang
Kemudian ratna dan mirah berpamitan juga kepada bu rima dan mak ijah,dan setelah itu mereka pun pergi menuju rumah anisah.
.
.
.
__ADS_1