
Amir dan ramlan seketika langsung panik,melihat pak bambang yang jatuh pingsan dan langsung membentur bebatuan di goa itu.Mereka takut,jika pak bambang gegar otak.
"Ya Allah,ramlan! cepat bantu aku mengangkat pak bambang!" pekik amir.
Sementara amir dan ramlan sibuk menolong pak bambang dan berusaha menyadarkan nya,lain halnya dengan ki cabul yang malah duduk santai dengan mata yang menerawang jauh.Difikirannya sekarang ini hanyalah dipenuhi bayang bayang marni,ki cabul juga merasakan rasa hatinya yang campur aduk.Bagaimana tidak? selama ini ia selalu menjadi pemuas nafsu pasien wanita yang datang kepadanya.Wanita wanita kesepian yang suaminya tergoda valakor dan ingin kembali merebutnya,dengan jalan pintas.
Yaitu pelet kicabul yang terkenal ampuh,dikalangan wanita wanita tersakiti,atau wanita wanita seperti marni yang ingin menaklukan pria puja'an nya.Namun,selama melakukan praktiknya ki cabul samasekali tidak menerima upah yang berupa uang,ki cabul adalah pria normal.Tentu saja kebutuhan biologisnya lebih penting daripada uang.Selama ini hidupnya hanya ia habiskan di hutan, dimulai ketika ia muda dan berguru dia tak pernah mengenal rasanya hidup berdampingan dengan tetangga atau jatuh cinta,jadilah dia hanya meminta bayaran berupa *** *** kepada para pasien nya,*** *** yang membuatnya melayang mabuk kepayang.Dan beruntungnya ki cabul,para wanita itu selalu sukarela menyerahkan tubuhnya.
"Hei,ki! cepat,bantu kami menyadarkan pak bambang.Kepalanya terbentur bebatuan!" amir merasa kesal dengan ki cabul,yang malah terlihat santai.
"Tau nih aki aki,malah diem aja.Bukan nya,bantuin" ketus ramlan.
Ki cabul melirik amir dan ramlan malas.Namun akhirnya ia membantu juga.Pak bambang dibawa ke dalam ruangan kecil di dalam goa itu.Terlihat,ada dipan kecil dengan kasur lusuh yang hanya muat untuk satu orang.Diperkirakan ruangan itu adalah tempat istirahat ki cabul.Namun,betapa kagetnya amir ketika ia memangku bagian kepala pak bambang dan terlihat berdarah cukup banyak.
"Astagfirullohaladzim!" pekik amir dan ramlan.
"Cepat! cari kain atau apapun.Untuk menahan pendarahan dikepalanya" amir sangat khawatir orang tua itu kenapa kenapa.
Dengan cekatan,ki cabul merobek kain yang ada di dekatnya,entah baju atau apa.Dia tidak memikirkan itu,melihat kepala pak bambang berdarah dan tak kunjung sadar dari pingsan nya.Entah mengapa ki cabul merasa panik,dari lubuk hatinya yang terdalam dia merasa sangat khawatir.
Malam kian larut,mereka masih berusaha menyadarkan pak bambang.Dan khirnya,usaha mereka membangunkan pak bambang pun berhasil.
"Eunghh,,sshhh..." pak bambang melenguh dan mendesis,ia merasakan bagian belakang kepalanya berdenyut sakit.Mungkin akibat terbentur bebatuan.
__ADS_1
"Alhamdulilah," amir dan ramlan mengucap syukur bersamaan,dan ki cabul ia juga merasa lega.
"Bagaimana? apa yang bapak rasakan sekarang?" tanya amir.
"Kepalaku sakit,punggung ku juga sakit.Dimana aku?" tanyanya,sambil melihat ke sekeliling ruangan goa yang hanya diterangi lampu minyak kecil.
"Kita masih di goa ki cabul,bapak ingat?" amir mengingatkan.
Seketika pak bambang bangkit,dengan penuh emosi.
"Ah,'ya.Dimana bajingan itu?!" teriak nya.
"Sabar pak..." ramlan menenangkan.
"Bagaimana aku bisa tenang,jika masa depan putriku saja sudah hancur?!" pak bambang melotot tajam,dadanya naik turun menandakan amarahnya meningkat.
"Cih,dengan cara apa?...kau akan menafkahi anak dan cucu ku kelak? sedangkan sekarang,kau saja tinggal ditempat seperti ini.Dan aku juga tak sudi,punya menantu se'orang dukun seperti kamu!" pak bambang sangat tidak rela,jika anak dan cucunya kelak akan kesusahan,gara gara ki cabul yang bisa dibilang tidak punya apa apa dan juga profesinya sebagai dukun pelet,dengan predikat sudah meniduri banyak wanita.Tidak ada bagus bagusnya sama sekali.Fikir pak bambang.
Amir dan ramlan hanya diam dan menyimak,adu mulut dua orang di depan nya.
"Hm,pak bambang tidak usah merisaukan,bagaimana cara saya menafkahi anak istri saya kelak.Saya akan berusaha mencari pekerjaan,dan...tentang profesi sebagai seorang dukun pelet,saya akan berhenti total.Bapak juga bisa tenang,saya tidak akan mengajak anak dan istri saya tinggal di goa ini,karena masih ada,rumah peninggalan almarhum kedua orang tua sayau untuk kami tinggali nantinya.Dan sebenarnya saya juga sudah bosan dengan kehidupan seperti ini,sudah lama terbayangkan ingin mempunyai keluarga yang bahagia,ada anak ada istri,yang akan selalu menemani hari hari ku."dengan lugas ki cabul menjawab semua keraguan pak bambang.
"Jadi...tolong beri kesempatan,untuk saya mempertanggung jawabkan semuanya.Tolong,restui hubungan saya dan anak bapak nantinya,saya akan langsung melamar dan menikahi marni,ketika saya benar benar tahu dan yakin,bahwa anak yang di kandung nya adalah darah daging saya,dan saya akan menanyakan itu langsung kepadanya."Lanjut kibcabul panjang lebar.
__ADS_1
Pak bambang tertegun,ia tak bisa berkata kata.Memang sudah seharusnya,dirinya memberi kesempatan kepada ki cabul.Untuk melakukan tanggung jawabnya.
"Baiklah,aku akan memberimu kesempatan dan merestuimu untuk menikahi putriku,besok...kau ikutlah dengan kami,keluar dari tempat ini.Tinggalkan semua atribut perdukunan mu,hiduplah normal seperti umumnya." ucap pak bambang pada akhirnya menyetujui.
Akhirnya,malam itu ki cabul memutuskan untuk mengakhiri dan meninggalkan dunia perdukunnpelet tan,dan akan hidup selayaknya manusia normal pada umumnya.Bahkan,amir menyarankan ki cabul agar teraphy ruqyah di pesantren al-hidayah,untuk menyingkirkan dan menghilangkan semua energi negatif yang mungkin saja masih ada di tubuh ki cabul,mengingat profesi sebelumnya yang seorang dukun.
Tanpa amir duga,ki cabul menyetujui usulan amir tersebut.Dirinya juga berencana akan membawa serta marni untuk di ruqyah,mengingat mustika pemikat yang ia tanam di tubuh marni harus dikeluarkan dan dibuang,dan jalan satu satunya adalah ruqyah.
Hari sudah pagi,matahari pun sudah terbit.Keempat pria segera keluar dari goa,kicabul sejenak memandangi tempat yang selama puluhan tahun ia tinggali.Ada kesedihan,yang tersirat dimatanya.Melihat itu,amir dan ramlan menepuk bahu ki cabul dan menguatkannya, "Semangatlah! kau akan punya keluarga,yang bahagia" ucapnya memberikan semangat. ki cabul hanya mengangguk,lalu ia pun melangkah pasti dan meninggalkan tempat itu untuk selamanya.
SEMENTARA DI RUMAH MIRAH...
Mirah yang sejak semalam gelisah menunggu kepulangan suaminya yang tak kunjung tiba.Ia sangat takut,kalau kalau terjadi sesuatu yang tak di inginkan,jadilah dia tak bisa tidur dan hanya mondar mandir saja.Lingkaran hitam tercetak jelas di matanya,ia terus berdoa dan berdoa untuk keselamatan sang suami.
"Ya Allah,kemana 'ya,kang amir?" gumamnya gelisah.
.
.
__ADS_1
.
Tekan love,like,dan vote.Hadiah dan komen nya juga ya,😇🙏😘💕