Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Kengerian yang dialami cu'eng


__ADS_3

Lepas sholat isya nana merengek ingin bermain di alun alun,di cuaca yang cerah serta waktu liburan sekolah seperti ini,pasti banyak orang yang juga sedang nenikmati waktu bersantainya di alun alun.


Akhirnya mirah,anisah dan juga aam menuruti kemauan bocah itu,menikmati waktu di alun alun bandung


Dengan riang nya nana berlarian,kesana kemari,ia merasa sangat bahagia bermain di sana,apalagi di tempat itu juga banyak anak anak kecil lainnya yang seumuran nana.


Ketika ia sedang asyik bermain,nana melihat anak kecil seumuran dengannya sedang memakan sesuatu yang terlihat sangat enak,ditilik dari cara makannya yang lahap.


"Mmm,sepertinya enak,makanan apa itu 'ya," gumamnya,kemudian ia memutuskan untuk meminta kepada sang ibu supaya dibelikan


"Bu,nana mau beli makanan seperti itu," tunjuknya


"Makanan apa 'nak?"


"Itu tuh,yang dimakan anak yang duduk disana,sepertinya enak," nana hqmpir meneteskan air liurnya


"Ayo kita lihat kesana,sembari melintas," ajak sang ibu


Kemudian mirah melintas ke hadapan anak yang di maksud nana,matanya melirik sekilas apa yang sedang dimakan anak itu,kemudian ia pun tersenyum.


"Itu namanya colenak sayang," ujarnya memberi tahu kepada sang anak,setelah berjalan agak jauh dari anak yang sedang asyik makan colenak itu.


"Colenak? apa itu 'bu?" nana begitu penasaran,pasalnya selama ini ia belum pernah memakan nya.


"Makanan khas bandung,yang terbuat dari peyeum atau tape singkong yang dibakar,kemudian di cocol ke parutan kelapa yang dicampur gula merah atau gula aren," mirahbmenjelaskan dengan sabar


"Naa mau beli bu,rasanya pasti sangat gurih,"


"Jelas dong,ayo! kita beli di sebelah sana,"


Akhirnya setelah semua rasa penasaran nana tentang colenak terpenuhi dan bocah itu juga sudah sangat kelelahan akibat terlalu seru bermain di alun alun,ia pun mengantuk dan tertidur dipangkuan sang ibu.


"Nana,kalau sudah ngantuk ya begini,asal nyaman dia pasti langsung tertidur," mirah tersenyum sqmbil mengelus ngelus rambut panjang nana.


"Kak,kita pulang sekarang,nana sudah tertidur dipangkuanku,"


"Sama,aam juga sudah sangat mengantuk sepertinya," anisah melirik anaknya yang sudah terkantuk kantuk,menyender di batang pohon


Sekitar pukul sepuluh malam mereka kembali pulang kerumah,mirah menghendong nana walaupun terasa sangat berat,namun ia juga tak tega membangunkan putrinya yang tertidur sangat lelap.


Tak lama mereka sampai di rumah,setelah membersihkan diri mereka pun langsung merebahkan diri melepas semua lelah,dan menuju alam mimpi yang diharapkan indah.


***

__ADS_1


Di bengkel mobil pak rahardjo,cu'eng yang ternyata semenjak sore tadi belum kembali dari sana,karena saking asyiknya ia mencoba mobil super indah itu,fikirannya bahkan sampai berkelana membayangkan bahwa alangkah bahagia bila mengemudi mobil ini dengan mirah disampingnya,bahkan ia berkhayal sampai ketiduran di dalam mobil.


Cahaya lampu yang kuning dari pojokan bengkel membuat suasana temaram di ruangan yang besar nan luas itu akan membuat bulu kuduk merinding seketika,itulah sebabnya jika malam hari bahkan dari masih sore hari tidak ada yang berani kesana sendirian,kecuali cu'eng.Karena ia yang mengelola bengkel itu,maka ia harus selalu mengecek keamanan bengkel yang penuh dengan mobil itu.


Cu'eng ketiduran di dalam mobil cukup lama,dari sore hari hingga pukul setengah sebelas malam,kemudian ia terbangun karena dikejutkan sesuatu.


Bum!!


Suara bedebum terdengar keras,cu'eng yang tengah terlelap tidur pun seketika terbangun karena kaget.


"Suara apa barusan? sepertinya suara bedebum itu kencang sekali?" gumamnya,netranya yang tajam memindai setiap jengkal keadaan di ruangan itu dari dalam mobil.


Namun yang ia lihat di tempat seluas itu hanya kegelapan,hanya sedikit saja pencahayaan temaram kekuningan dari pojokan sana.


Ketika ia sedang fokus memindai keadaan disana tiba tiba...


Bukhh!


Sebuah telapak tangan yang sangat besar dengan jari jari yang sebesar pisang tanduk menempel sempurna di kaca mobil cantik itu.


Cu'eng sampai bergetar ketakutan melihatnya,kini ia hanya bisa berdiam diri di dalam mobil itu,karena jika keluarpun ia sangat takut,kalau harus melihat makhluk yang entah sebesar dan setinggi apa mengingat telapak tangan dan jari jari nya saja sebesar itu


Ditengah tengah ketakutannya tiba tiba saja mobil itu berguncang begitu kencang,seperti sengaja diguncang guncangkan oleh sesuatu.Cu'eng semakin panik di dalam mobil,untuk sekarang fikirannya buntu dan ia tak tahu harus berbuat apa.


Setelah mobil berguncang,kemudian ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri,peralatan untuk memperbaiki mobil mobil itu bergerak gerak sendiri seperti ada seseorang yang menggerakan nya,lalu tiba tiba setelah itu cu'eng mendengar suara kegaduhan di ruangan itu,seperti sedang ada kegiatan yang setiap harinya terjadi disana,suara mesin mobil yang dihidupkan,suara besi yang dipotong dari arah meja bundar,kemudian suara peralatan peralatan lainnya seperti sedang digunakan.


Buliran keringat besar dan sangat dingin menghiasi dahi cu'eng,bagaimana tidak? ia menyaksikan semua kengerian itu sendirian dalam keadaan gelap gulita,ia begitu lemas saat ini.


"Aku tak sanggup,jika seperti ini terus," gumamnya


Namun pria itu pun terlalu takut jika harus keluar dari dalam mobil itu,karenanya hanya berdiam dirilah yang ia lakukan saat ini,dan berharap semuanya akan segera berakhir.


Malam semakin larut,semua aktifitas makhluk tak kasat mata yang tadi disaksikan cu'eng tiba tiba saja berhenti.


"Ah,sudah berhenti rupanya aku harus segera pergi dari sini," dengan susah payah laki laki itu mengumpulkan keberanian nya,perlahan ia membuka pintu mobil dan sebelum benar benar keluar ia melongokkan kepalanya sebentar,cu'eng menoleh kesana kemari memastikan tidak ada makhluk mengerikan yang menampakkan wujudnya,setelah dirasa aman,dengan pasti laki laki itu keluar tak lupa ia menutup dan mengunci mobil itu kembali.


Hening...


Tiba tiba bulu kuduk cu'eng kembali meremang,namun ia tetap melangkahkan kakinya tak memperdulikan apapun,yang ada di fikiran saat ini hanya lah ingin cepat cepat keluar dari bengkel itu.


Namun entah mengapa perjalanan nya tak sampai sampai juga,ia seperti berjalan di tempat


"Mengapa langkahku terasa berat?padahal aku merasa sudah lama berjalan,tapi mengapa tetap di ruangan ini," gumamnya heran,tiba tiba ia merasakan tengkuknya dingin kemudian rasa ingin menengok ke belakang begitu kuat,dengan perlahan dia pun menengok,Namun...wajah cu'eng yang putih semakin pucat,keringat dingin bercucuran,badannya gemetar ketakutan lutut dia pun terasa lemas.

__ADS_1


Sesosok makhluk kakek kakek berjubah hitam dengn badan membungkuk serta kuku panjang hitam yang runcing,terlihat rambutnya yang memutih dan jarang tak beraturan,makhluk itu menyeringai menampilkan giginya yang hitam legam,telapak tangannya bertengger menyeramkan di pundak cu'eng,ketika ia menengok otomatis matanya langsung bersitatap dengan mata makhluk tersebut.


"S--siap--a ,kamu? ja-jangan mengganguku," ucapnya terbata ketakutan.


Tak lama setelah itu,tiba tiba sebuah besi melayang ke arahnya


Brangg!!


Besi itu terjatuh ke lantai,beruntung cu'eng segera berkelit,jadi ia tidak terkena besi itu.


"Aarrrgghhh,siapa kalian 'hah? mengapa kalian menggangguku?!" teriaknya menggema di ruangan besar itu.


Namun,hening...hening...dan hening...


Cu'eng menengok kesana kemari,namun tidak terlihat apapun,makhluk aki aki yang mengerikan pun sudah tidak ada,besi yang tadi hampir saja menghantamnya kini juga sudah raib entah kemana.


"Ada apa sebenarnya?" dengan sisa tenaga dan keberanian nya cu'eng pun kemudian pergi dari sana,untung lah sekarang jalan laki laki itu tidak di tahan sesuatu lagi.


Cu'eng berlari,dari bengkel ke bagian depan tepatnya adalah yang dijadikan kantin dan kamar yang mirah tempati,jaraknya lumayan jauh.


Sampai di depan kamar mirah,cu'eng terduduk lesu,ia tak menduga akan mengalami hal yang begitu mengerikan.


Waktu sudah menunnjukkan pukul dua dinihari,ketika laki laki itu sampai di depan kamar mirah,ia memperhatikan sebentar kamar itu namun sangat gelap gulita,yang artinya si penghuni kamar tidak ada di dalam.


"Kemana,dia?" gumamnya,ia mendesah lesu.Setelah mengalami kejadian mengerikan itu kemudian cu'eng pun memutuskan untuk pulang kerumah,ia sangat lelah dan butuh istirahat,walaupun sebenarnya ia sudah cukup tidur dari sore hingga pukul setengah sebelas malam,namun kejadian tadi begitu menguras hati dan fikirannya.Benar benar menakutkan!


***


Pukul setengah empat anisah dan mirah sudah terbangun dari tidurnya,rencananya mereka akan pergi ke pasar baru untuk bebelanja semua kebutuhan rumah dan untuk jualannya.


"Aam sama nana tak perlu dibangunkan 'mir,biarkan saja mereka," melihat mirah yang akan membangunkan anak anaknya anisah mencegah nya


"Tapi,kasihan mereka.Takutnya mereka bangun dan mencari kita," ujar mirah


"Kau tak perlu khawatir,aam sudah biasa kutinggalkan kepasar di jam seperti ini," anisah menenangkan adiknya


"Baiklah," mirah mengangguk,kemudian mereka pun berangkat ke pasar baru.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2