
Kini Herman dan Rohanah sudah sampai di kota B,mereka berdua pulang ke rumah ibunya Rohanah yang bernama Nenah,kebetulan rumah itu berdekatan dengan gedung sekolah tempat Ratna Manggala menimba ilmu.
"Akhirnya kita sudah sampai di sini,hampir 12 tahun kita meninggalkan kota ini," ujar Herman kepada Rohanah
"Ya,kau betul," Rohanah membenarkan
"Rasanya aku tak percaya kembali ke sini,aku juga masih ingat waktu pertama kali tuan dori mempekerjakan aku di pabrik nya," kenang Herman
"Cih! kau juga masih ingat betul pertama kali bertemu si Mirah itu 'kan?" tiba tiba Rohanah mendelik sinis
"Ada apa denganmu? aku sedang membahas apa,kau malah membahas apa.Gak jelas!" Herman merasa sangat jengkel dengan tingkah istri siri nya
"Mari,kita masuk saja kedalam." ajak Herman
"Assalamualaikum,Mak...,Mak Nenah,ini kami 'mak" Rohanah dan Herman mengucap salam dan memanggil nama ibu nya
"Kami siapa? malam malam begini kok bertamu," tanya Mak Nenah dari dalam rumah
Ya Herman dan Rohanah tiba malam hari ke rumahnya
"Enah sama kang Herman," jawab Rohanah dari luar
"Enah,Herman?" Mak Nenah sedikit berfikir,mungkin karena belasan tahun tak bertemu dengan sang anak,makanya dia hampir lupa jika masih mempunyai anak yang bernama rohanah
"Sebentar.." meski otak ma Nenah masih meloading,tetap saja ia membukakan pintu
"Enah siap...a?"
"Emak,bagaimana kabar mu?"
Belum usai ma Nenah bertanya,tiba tiba saja rohanah langsung memeluk sang ibu sambil menangis sesenggukan
"Sebentar,kamu enah anak ku? rohanah?" Mak Nenah baru tersadar
"Iya makk,ini aku dan kang Herman suamiku," jawab Rohana dengan air mata bercucuran
"Ya Allah, astagfirullah.Anak emak,sudah pulang,enahhh...,emak berasa mimpi," Mak Nenah kembali merangkul rohanah dan tangisnya pun pecah
"Ayo kita masuk kedalam," ajak Mak Nenah setelah agak sedikit tenang dari rasa kaget campur bahagia nya
Mak Nenah merasa sangat bahagia,anak yang telah lama pergi kini telah kembali,malam itu mereka habiskan dengan bercerita semua hal
__ADS_1
Termasuk Herman yang mulai bertanya tanya tentang Ratna
"Mak,tau tentang putriku tidak?" Herman bertanya setelah rohanah tertidur tentu saja,ia tak ingin wanita itu ngambek lagi
"Tentu saja 'mak,tau man.Anakmu itu,dia bersekolah di di depan sana,sekarang dia kelas 4 SD," terang Mak Nenah
"Sudah besar rupanya,ceritakan tentang dia Mak.Aku mau dengar," pinta Herman antusias
Mata Mak Nenah sedikit mendelik melihat Herman begitu antusias,namun tak urung juga ia ceritakan
"Yah,dia menjadi gadis periang dan cantik.Kakakmu disah dan musa begitu menyayanginya,begitupula dengan mantan istrimu,dia bekerja keras untuk menghidupi anakmu,bahkan sekarang anakmu lah yang paling menonjol disekolah.Karena pakaian dia selalu paling bagus,perhiasan nya juga banyak dari telinga,leher tangan dan kaki semuanya pake emas," ujar Mak Nenah
Mendengar itu Herman tercenung,entah apa yang ada dipikiran nya
"Aku tak sabar ingin bertemu dengan nya besok,dimana mereka tinggal 'mak?" tanya herman lagi
"Mereka tinggal di rumah disah,rumah lama mu"
Lagi lagi Herman tercenung,karena ia berfikir setelah kepergiannya meninggalkan Mirah dalam keadaan hamil,wanita itu akan pergi dari rumah dan kembali tinggal bersama dori.
Namun dugaan nya benar benar salah,wanita yang dia sakiti tetap bertahan tinggal dirumah penuh kenangan mereka berdua
Herman jadi besar kepala,memikirkan hal itu.Karena ia berfikir,bahwa bertahan nya Mirah di sana adalah karena dirinya
"Ke Bandung? sudah berapa lama 'mak? dan lagipula liburan bersama siapa?" rasa penasaran menggerogoti hatinya
"Tentu saja bersama ibunya,sekarang Mirah bekerja disana.Wanita itu tambah cantik saja,perhiasan nya juga banyak dari ujung kaki sampai ujung kepala,dia menjadi sukses setelah bekerja di sana," Mak Nenah seperti mengompori,
Mendengar hal itu Herman menjadi gelisah tak karuan
"Kak disah,aku harus menemuinya besok," tekadnya
***
Hampir satu bulan Ratna berada di Bandung,berkat pengobatan yang intens kini Ratna sudah membaik.Ia sudah mulai bisa berjalan,lukanya pun sudah mengering namun masih terlihat memerah di bekas lepuhan lepuhan itu
"Bu,Nana mau pulang," ucap Nana suatu hari,ia benar benar sudah rindu kepada emaknya disah
"Nana mau pulang? tapi ikut ke rumah uwak ya di panjalu.Disana ada yang menjaga Nana,ada kang oo sama kang Eman," bujuk omi tiba tiba
"Gak,Nana mau nya ke rumah emak di Curug taneuh," ujar Nana kekeuh
__ADS_1
Namun Ratna tidak tahu,bahwa sebenarnya sang ibu sudah setuju untuk pulang ke panjalu,namun ia belum memberitahukan nya kepada Ratna,ia masih ragu dengan reaksi Nana.Dan ternyata benar,bocah itu menolaknya
Omi dan Mirah saling pandang,kemudian dengan segala bujuk rayu Mirah mengajak Nana pulang ke panjalu
"Disana seru lho sayang,tempatnya sejuk dan asri.Nana pasti betah disana," bujuk Mirah
"Tapi Nana gak mau jauh dari emak," rengeknya
"Iya,nanti emak kita ajak saja tinggal di panjalu,"
"Ah,mana mungkin emak mau," bantahnya,Nana adalah gadis yang cerdas,ia tak bisa dibodohi
"Begini saja,bagaimana kalau sebulan Nana di panjalu.Lalu sebulan kemudian Nana tinggal sama emak di Curug taneuh?" omi melakukan penawaran
Sejenak gadis pintar itu berfikir,
"Boleh,kalau begitu.Nana setuju," ucapnya,ia berfikir tidak apa apa jika harus berbagi waktu
Mirah dan omi saling melempar senyum,akhirnya gadis itu setuju, walau dengan iming iming seperti itu
"Ya sudah,sekarang Nana siapa siap.Nanti siang kita pulang ke panjalu.,"
"Baiklah," walau agak lemas namun dia tetap antusias membereskan baju bajunya ke tas ransel milik nya,tas ransel itu adalah hadiah dari pak Rahardjo
"Nana tega mau ninggalin teteh disini?" tanya aam dengan sendu
"Nanti nanti kan bisa Nana kesini lagi'teh," ucapnya sambil terus memasukkan barang barang
"Ya, kapan 'dong,pasti lama.Sekarang kan ibunya Nana tidak akan bekerja di kantin lagi,"
"Iya ya,kantinnya sudah terbakar habis,tapi tenang saja deh.Nanti Nana bujuk ibu,supaya mau berkunjung kesini lagi
Bujuk Nana,aam dan Nana sudah seperti kakak dan adik kandung betulan.Mereka saling menyayangi,apalagi mereka adalah sama sama anak tunggal
***
Akhirnya setelah acara perpisahan yang mengharu biru ,antara Mirah,anisah,aam,trisa Desi,Bu Rima dan pak Rahardjo,mereka bertiga pun segera meluncur ke panjalu
Pak Rahardjo berbaik hati meminjamkan mobilnya untuk di bawa omi mengantar Mirah dan Nana pulang,pasalnya omi akan kembali lagi ke Bandung.
.
__ADS_1
.
.