
"Nana udah bobo 'sayang?" tanya mirah kepada anaknya,ia sedang memastikan jika nana masih bangun,anak itu pasti akan menyahut dan tentu saja dongeng itu harus di lanjutkan,namun,apabila nana sudah tidak merespon pertanyaan nya,pastilah gadis kecil kesayangan nya sudah tidur,dan ia tak perlu melanjutkan mendongeng
"Belum 'bu,nana masih penasaran dengan kelanjutan tentang agnes" jawabnya bersemangat
"Hmm,baiklah.Ibu lanjutkan ceritanya sekarang," mirah mengangguk,kemudian ia melanjutkan ceritanya
Lampu ajaib...
Setelah agnes menyelesaikan tugasnya,yaitu menjual kayu bakar dipasar dan membeli ramuan obat serta makanan untuk dirinya dan sang ibu,lalu ia pun kembali pulang kerumah.
Tak lama ia pun sampai ke rumah,dan segera memberikan makanan serta obat yang tadi di belinya
"Ibu,saya sudah membeli makanan dan obat untuk ibu,ayo bangun dan segeralah makan,setelah itu ramuan obat nya diminum,supaya lekas sembuh," pinta agnes kepada ibunya yang tengah berbaring di atas dipan
"Baiklah 'nak," dengan lemah ibu agnes bangun dari dipan tempat tidurnya,dan kemudian segera memakan makanan nya lalu meminum obat
"Ibu istirahat saja lagi,agnes mau kebelakang.Mau melihat tanaman bunga,takutnya layu,apabila ibu memerlukan sesuatu,silahkan panggil saya," ucap nya,sembari mencium kening sang ibu penuh kelembutan kemudian menyelimuti nya
Di kebun bunga belakang rumahnya agnes bernyanyi riang,ia sangat senang melihat semua tanaman bunga yang begitu subur,tanpa ada yang layu sedikitpun,semua bunga bunga itu mekar dengan indah mempesona.
Setelah puas melihat dan memastikan semua tanaman bunga itu bagus,agnes kemudian duduk di bangku kayu,tempat paforit dirinya ketika sedang ada di belakang rumah,karena dari sana semua tanaman bunga nya akan terlihat dan tentu saja,hal itu sangat memanjakan mata.
"Ah,aku ingat,Tadi ketika di hutan menemukan lampu yang indah,walaupun berselimut tanah,dimana aku menyimpan nya 'ya?" agnes bergumam,lalu tangan dia sibuk merogoh rogoh saku bajunya yang lusuh
"Ah,ini dia lampunya," agnes merasa senang,ternyata lampu itu ada di kantong baju yang dia kenakan,sebenarnya ia sangat khawatir apabila lampu itu ikut terjual bersama kayu bakar tadi
"Kotor sekali kamu,hai lampu kecil,coba...aku akan membersihkan dirimu," ujarnya,sambil menggosok gosok lampu itu menggunakan kain yang dibasahi
Beberapa saat kemudian,lampu yang dipegangnya pun sudah terlihat begitu indah dan mengkilap,kilauan dari lampu itu membuat agnes terpesona.
"Wah,cantik sekali lampu ini.Jika sudah dibersihkan," kemudian ia melihat pantulan dirinya dari lampu itu
"Berbeda sekali denganku," gumamnya,kemudian ia membawa lampu itu dan masuk ke rumah
Di dalam kamar agnes kemudian bercermin,untuk memastikan penampilannya
"Kenapa aku begitu kumal dan kotor 'ya? rasanya aku sangat malu,jika dibandingkan dengan lampu yang bersih dan indah ini," gumam gadis itu,sambil terus memutar tubuhnya yang dibalut gaun lusuh serta wajah yang kotor dan kumal,rambutnya pun acak acakan
Karena merasa tidak pantas jika berada dekat lampu yang indah itu,maka ia pun memutuskan untuk membersihkan diri,kemudian untuk pertama kali ia menyisir rambut,dan memakai gaun yang agak berbeda,tidak mewah,tapi cukup bagus dipakai,daripada gaun lusuh terus.
Ketika selesai ia pun kemudian bercermin lagi,dan mendapati dirinya yang sangat berbeda,bahkan hampir saja gadis itu tak mengenali diri sendiri.
__ADS_1
"Wah,aku tak menyangka,jika akan secantik ini," gumamnya sambil meraba raba wajahnya sendiri
"Kini aku tak malu lagi,jika brada dekat lampu yang indah ini.Karena lampu yang cantik adalah milik agnes yang juga cantik," ia tersenyum senang,
Kemudian setelah perubahan agnes yang begitu signifikan dari kumel,lusuh,kotor,dekil.Menjadi bersih cantik anggun dan mempesona,tiba tiba saja banyak pemuda tampan disana,bahkan dari luar yang ingin memperistri agnes.
Ditambah kini agnes tidak mencari kayu kayu bakar lagi untuk dijual,sekarang dirinya menjual bunga bunga yang indah dari tamannya,agnes yang cantik menjual bunga bunga yang cantik pula,itu sangatlah cocok.
Semakin lama usaha agnes tambah maju,ia kini mempunyai sebuah toko bunga dan pelanggan nya pun semakin banyak,bahkan dari istana kerajaan!
Suatu hari datang lah tiga orang pangeran tampan ke toko bunga agnes,ketiga pangeran itu sudah mendengar rumor tentang kecantikan pemilik toko bunga itu,dan mereka ingin memastikan nya,kebetulan ayahanda mereka yang tak lain adalah sang raja,sangat menginginkan salah satu dari ketiga puteranya untuk segera mempunyai seorang istri,ia sudah sangat ingin memiliki cucu.
Ketiga pangeran itu kemudian sepakat untuk menyamar menjadi orang biasa,mereka ingin melihat rupa hati agnes yang sesungguhnya
"Silahkan tuan tuan memilih bunganya," ucapnya ramah.
"Saya menginginkan bunga untuk simbol kedamaian," ujar pangeran pertama
Agnes terdiam sejenak,kemudian ia memilihkan bunga lily putih untuk pemuda tersebut,agnes tidak mengetahui jika itu adalah sang pangeran mahkota.
"Ini tuan,saya memilihkan bunga lily putih untuk simbol perdamaian,karena bunga ini dapat diartikan sebagai ketulusan untuk mulai menjalani kehidupan baru,dimana tidak ada lagi kebencian di antara kedua belah pihak," jelasnya,pangeran mahkota begitu terpesona dengan kecantikan dan pengetahuan agnes tentang bunga.
"Untuk kedua tuan,anda berdua mau meilih bunga apa?" tanya nya beralih kepada dua orang pemuda yang hanya berdiam diri sejak tadi.
"Tidak,kami hanya mengantar kakak kami saja," ujarnya
Pangeran mahkota sudah tidak sanggup lagi berpura pura,ia ingin segera membongkar jati dirinya dan kedua saudara nya
"Begini,nona agnes.Sebenarnya kami adalah pangeran negri ini,dan kami ingin mencari calon istri," ujar pangeran mahkota
"Oh,maafkan kelancangan hamba yang mulia,salam hormat saya kepada bintang negri matahari ini," agnes segera merendah dan membungkukan tubuhnya dengan stu kaki ditekuk dan tangan direntangkan
"Bangunlah," ujar sang pangeran.
"Terimakasih atas kemurahan hati,yang mulia semua." ujarnya
"Langsung saja nona,sejak pertama aku melihatmu aku begitu terpesona olehmi,menikahlah denganku,maka akan aku berikan semua perhiasan indah yang ada di negri ini untukmu,bahkan dari seluruh negri yang ada di dunia ini,nona agnes yqng cantik pasti akan semakin berkilau apabila memqkai pergiasan indah," sang pangeran mahkota to the point
"Tidak,nona agnes.Kau jangan memilih pangeran mahkota,pilihlah aku saja,aku akan memberikanmu semua harta bendaku serta pakaian terindah dan termahal dari negri ini bahkan dari seluruh penjuru dunia,aku akan mencari dan mendatangkan nya hanya untukmu," ujar sang pangeran kedua
__ADS_1
"Tidak! jangan pilih mereka berdua,aku menawarkanmu rumah indah yang nyaman dengan kebun bunga di sekelilingnya,jadi,walaupun kau sudah menjadi anggota kerajaan.Kau masih bisa melanjutkan hobimu,berkebun bunga,dan kita akan hidup bqhagia bersama anak anak kita kelak," begitulah penawaran pangeran ketiga.
"Cepatlah nona agnes,kau harus segera memilih diantara kami bertiga," desak sang pangeran mahkota
"Maaf,yang mulia.Hamba merasa tidak pantas jika harus memilih," agnes menunduk,ia samasekali tidak menyangka situasinya akan menjadi sulit seperti ini
"Kami mendesakmu,nona agnes,"
"Hamba tidak bisa,memilih,"
"Nona agnes,anda tidak perlu khawatir.Sejak lama kami bertiga mendengar rumor tentangmu,dan hari ini kami datang kemari ingin memastikan semua rumor itu,dan kau benar benar wanita yang sangat sempurna,jujur saja,kami bertiga jatuh hati saat pertama kali melihatmu," sang pangeran ketiga menatap lekat netra agnes
Dadanya berdebar kencang tak karuan,kalan melihat mata indah mempesona itu,sang pangeran benar benar telahh jatuh kedalam pesona agnes.
Begitu pula dengan agnes,ia yang ditatap seperti itu seketika merasakan debar debar aneh di jantungnya,berbeda dengan saat tatapannya bertemu dengan pangeran mahkota dan pangeran kedua,tidak ada debaran seperti itu di jantungnya
"Nona agnes tinggal memilih,saja.Dan siapapun yang nona pilih,diantara kami akan tetap baik baik saja" ujar sang pangeran kedua lembut
Sejenak agnes terdiam,ia benar benr tak tahu harus bagaimana.Tapi ia juga tak bisa menolak perintah dari para pangeran itu,akhirnya ia memutuskan untuk memilih,ia juga sudah sangat lelah menolak semua pemuda pemuda disana yang datang silih berganti dan selalu menggoda serta memakasa agnes untuk menikah atau memintanya menjadi kekasih.
"Baiklah,dengan segala hormat kepada semua pangeran.Hamba akan memilih,dan ini sesuai dengan pilihan hati hamba," ucapnya
"Siapa agnes?" ketiga pangeran itu berdebar tak karuan,berharap diri mereka yang dipilih
"Hamba...,memilih pangeran ketiga," ujarnya mantap.
"Ah,begitu rupanya.Pangeran mahkota dan pangeran kedua terlihat kecewa,namun mereka tetap berlapang dada menerima pilihan agnes.
"Yah,kalau begitu selamat untukmu,pangeran ke tiga.Kau akan segera menjadi seorang suami," ucap sang pangeran pertama
"Terimakasih," ujar pang dran ketiga,dengan senyum terkembang di bibirnya
Akhirnya sebulan kemudian pesta pernikahan besar dan mewah terlaksana di negri matahari itu,agnes dan pangeran ketiga sangat bahagia begitu pun raja,pangeran mahkota,serta pangeran kedua dan semua rakyat negri matahari juga turut berbahagia
"Begitulah kisah agnes,yang mendapatkan mendapatkan kebahagiaan,setelah dirinya mendapatkan lampu itu dihutan.Marena berkat lampu itulah agnes mengibah penampilannya dan kemudian hidup bahagia," mirah mengakhiri ceritanya
"Ibu,ceritanya bagus,darimana ibu punya cerita sebagus itu?" tanya nana yang sudah terkantuk kantuk
"Dari majalah,bergambar kelinci" ujar mirah,sambil memejamkan matanya
.
__ADS_1
.
.