
"Nana sayang,ayo kemari.Bapak mau bicara sesuatu sama nana," ucap amir di suatu sore.
"Bapak mau bicara apa sama nana?"
"Begini,usia nana 'kan,sudah mau enam tahun.Nana mau tidak,kalau bapak daftarkan sekolah?"
"Yeayyy,beneran pak? nana mau di daftarkan sekolah?" ujarnya riang.
"Ya,kalau nana setuju.Nanti bapak daftarkan kamu di sekolahan yang sama dengan kakak mu,"
"Mau dong pak" sambutnya antusias.
Amir tersenyum bahagia,melihat putri sambungnya sangat antusias untuk masuk sekolah.
"Ya sudah,main lagi sana.Bapak cuma mau bicara itu sama nana,"
Nana pun mengangguk dan berlalu dari hadapan amir.
"Mirah kemana ya? sayaaaang,istrikuu,kamu dimana!?" amir berteriak mencari dan memanggil istrinya.
"Sayaaang,kamu dimana si?" teriak nya lagi.
"Astagfirullah,kenapa akang teriak teriak.Kaya di hutan aja," ujar mirah yang muncul dari arah depan.
"Habisnya kamu gak nyahut nyahut.Jadi,aku teriak saja.Kamu dari mana sih?" tanyanya pada istrinya.
"Dari warung depan,habis beli lengko," jawabnya.
"Akang mau dong,sayang.Lengko nya,"
"Iya,sebentar aku siapkan ya," ujar mirah lembut.
Setelah menyiapkan semuanya,mirah segera memanggil anak dan suaminya ke meja makan.Untuk menikmati lengko.
"Hmm,lengkonya enak bu.Nana suka,"
"Soni juga suka bu" dengan lahapnya soni dan nana makan lengko yang diberi potongan ketupat.
Suapan demi suapan lengko telah mereka habiskan,setelah semuanya selesai mirah merapikan meja makan dan mengumpulkan piring bekas makan untuk dicuci.
"Sayaang,aku sudah bicara sama nana.Tentang sekolahnya,dan dia sangat antusias dia mau di didaftarkan sekolah," amir memeluk mesra istrinya dari belakang,mirah yang sedang mencuci piring pun merasa bahagia dengan perlakuan manis amir.
"Hm...baguslah,kalau nana sudah setuju," ucap mirah pendek.
~~~~~
Adzan subuh berkumandang,membangunkan setiap insan yang masih terlelap untuk segera menunaikan kewajibannya.
Begitupun dua insan yang masih setia berpelukan ditengah udara pagi yang terasa dingin menusuk,mereka segera membuka mata ketika terdengar kumandang adzan.Mirah dan amir menggeliat,mengerjapkan mata dan segera bangkit dari tempat tidur untuk segera mengambil wudhu dan melaksanakan sholat berjama'ah.
Hari ini mirah tidak berjualan,maka dari itu ia sangat santai.Seusai menunaikan kewajiban nya,mirah segera pergi kedapur untuk membuat sarapan.Dengan cekatan nya mirah membuat nasi goreng dengan campuran udang dan bakso,serta tambahan telur ceplok dan irisan mentimun diatasnya.Tak lupa ia menambahkan sambel bawang dan kerupuk.
Pukul setengah tujuh pagi,keluarga amir sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan.
"Sayang,hari ini aku ada janji dengan pemilik proyek,yang aku tangani.Do'akan...semoga pekerja'anku lancar," ucap amir di sela sela makan nya.
Mirah mengangguk dan tersenyum tulus.
Sarapan telah selesai,soni pun segera berpamitan untuk berangkat ke sekolah.Disusul amir yang telah siap berangkat.
"Akang berangkat 'ya,hati hati dirumah"
Cupp...
Satu kecupan mendarat dikening mirah,mirah pun mencium punggung tangan suaminya takzim.
"Akang juga hati hati 'ya." tutur mirah.
Amir pun mengangguk dan segera melangkah pergi.
.
.
Sesampainya ditempat tujuan amir segera menemui pak hartono sang pemilik proyek.
"Assalamualaikum,bagaimana kabar anda pak 'har?" amir menjabat tangan pak hartono.
"Wa'alaikumussalam,alhamdulilah kabar saya sangat baik" jawabnya dengan senyuman terukir.
Setrlah berbasa basi,pak hartono dan amir pun langsung berbicara ke inti nya.
__ADS_1
"Jadi begini pak amir,untuk urusan pertukangan dan bahan bangunan. Semuanya saya percayakan kepada pak amir,saya yakin pak amir bisa memberikan bahan bahan terbaik dan para tukang yang bertanggung jawab,saya sudah mengetahui sepak terjang pak amir selama ini.Dan saya tahu para pelanggan pak amir selalu merasa puas dengan pekerjaan pak amir." pak hartono panjang lebar.
"InsyaAllah,saya akan memberikan yang terbaik untuk pak hartono.Dan terimakasih untuk kepercaya'an bapak kepada saya," amir pun menjabat tangan pak hartono.Dan setelah semua urusan nya selesai amir segera pamit pulang.
Diperjalanan amir rehat sebentar di rumah makan sederhana,dan jam ini memang sudah waktunya makan siang.Amir memesan,soto ayam dan perkedel kentang ditambah sambal matah dan kerupuk.
Ketika sedang lahap menikmati makanan nya,amir dikejutkan dengan tepukan seseorang dibahunya.Ia pun segera menoleh.
"Makan disini juga?" tanyanya.
Amir hanya tersenyum dan mengangguk,sesekali amir memperhatikan wajah pria dihadapannya ini yang terlihat sangat kusut.Terlihat jelas segala tekanan diraut wajah tua nya.
"Bapak tumben makan disini" tanya amir.
"Ya,dirumah tidak ada yang masak.Biasanya marni yang masak,tapi sekarang anak itu...'hahh'...," pak bambang,menggantung ucapan nya dan menghela nafas berat.
Amir mengentikan kegiatan mengunyahnya.Ia menatap lekat pak bambang.
"Kenapa dengan marni?" amie tak bisa menahan rasa penasaran nya.
"Sekarang,aku percaya dengan semua ucapanmu tentang marni tempo lalu." dengan nada ragu pak bambang berkata.
Amir mengernyitkan alisnya bingung.
"Ya,semua ucapanmu aku percaya amir.Bahkan sekarang anak itu sedang hamil,entah siapa bajingan laknat yang telah menghamili putriku! Brakk...!! " dengan penuh emosi pak bambang memukul meja,yang tak berdosa dengan kepalan tangan nya.
Amir tersentak kaget,kaget dengan suara gebrakan meja dan juga kaget dengan berita yang diterimanya.Ia tak menyangka sama sekali jika marni hamil.
"Memangnya,marni tidak cerita.Siapa,ayah dari anak yang dikandungnya" tanya amir hati hati.
Pak amir hanya menggeleng dan tersenyum kecut,amir merasa kasihan dengan pak bambang.Bagaimanapun,ia sudah mengenal lama orang tua ini dan sudah semenjak dulu mereka bekerjasama.
Amir berfikir sejenak. "Mungkinkah...?"
"Pak bambang percaya sama saya?" tanya amir kemudian.
"Memangnya,kenapa mir?"
"Saya akan mengajak bapak kesuatu tempat,untuk memastikan" ucap amir lagi.
"Kemana?" pak bambang kebingungan.
"Kalau bapak percaya,mari ikut dengan saya.Nanti disana,mungkin bapak bisa menemukan jawaban dari pertanya'an bapak"
Setelah menghabiskan makan siangnya,pak bambang pun membayar makanan yang sudah dimakan dirinya dan amir.
Amir dan pak bambang menaiki becak,untuk menemui seseorang.
Sesampainya di rumah orang tersebut,amir pun segera berbicara.Dan orang itupun langsung mengangguk tanda mengerti.
"Mari ikut dengan ku,kita perlu menaiki angkutan umum untuk sampai kesana." ujar pria yang ternyata mata mata yang disuruh amir,membuntuti marni.
Mereka menaiki becak untuk sampai ke terminal,dari sana mereka naik kendaraan umum.
Perjalanan panjang mereka lalui,mereka tiba di hutan angker hampir menjelang maghrib.
"Mau apa kita kemari amir?" pak bambang mulai cemas,ia merasa merinding melihat hutan lebat dengan kegelapan mulai menguasai.
"Pak bambang tidak perlu takut,marni saja berani kemari sendirian" entah apa tujuan amir bicara seperti itu,tapi ucapan amir barusan membuat pak bambang terkejut.
"Apa maksudmu amir?" tanya pak bambang.
"Sudahlah pak,mari kita masuk kedalam hutan ini.Kita ikuti saja ramlan." tunjuk amir kepada pemuda di depan nya.
"Jika pak bambang merasa sangat takut,jangan lupa untuk berdo'a,dan memohon perlindungan kepada sang maha pencipta." tutur amir.
Akhirnya,mereka bertiga pun segera masuk menyusuri kedalaman hutan dengan kegelapan yang mencekam.Keringat dingin mengucur deras di dahi pak bambang,ia ingin menyerah.Tapi juga dia penasaran dengan maksud amir mengajaknya ketempat ini.
Sekitar dua jam mereka menyusuri kedalaman hutan,hingga tibalah di sebuah goa yang terlihat sangat menyeramkan.
"Ayo,mari masuk kedalam." ujar ramlan.
"Kamu yakin,ini tempatnya,?" tanya amir.
"Benar,ayo!'' ajaknya.
Mereka bertiga pun masuk kedalam goa itu.
Hingga....
Ha...ha...ha...ha...ha
__ADS_1
Gema tawa terdengar memenuhi,gua angker tersebut.
"Mau apa kalian datang,ketempatku 'hahh'?"
"Ayo,tunjukan dirimu ki cabul.Jangan,coba menakuti kami.Kami tidak takut sama sekali," ucap ramlan.
Tiba tiba...
Jlegg...
Sesosok pria dengan badan kekar,yang hanya mengenakan celana hitam tanpa baju menghadang mereka.
"Astagfirulloh'haladzim!"pekik amir dan pak bambang bersamaan.Mereka kaget bukan kepalang.
"He...he...he,ada apa kalian kemari? aku tidak biasa menerima tamu laki laki,biasanya tamuku adalah wanita wanita cantik" ujar kicabul dengan terkekeh.
"Ada sesuatu yang ingin kami tanyakan,pak bambang.Apakah ada foto putrimu" tanya amir.
"Untuk apa," tanyanya bingung.
"Ada apa tidak?" tanya amir tak sabar.
"Iya,ada." pak bambang merogoh dompet di kantong celana nya,dan mengambil sebuah foto.
"Ini fotonya" pak bambang menyodorkan foto marni kepada amir.Dan amir pun mengambilnya
"Begini 'ki,apa aki mengenal wanita ini?" tanya amir to the point. sambil memperlihatkan foto marni.
"Memangnya,kenapa?" tanya ki cabul ketus.
"Aki kenal apa tidak?" tanya amir sekali lagi.
"Hm" jawab ki cabul pendek.
"Dia sering kemari 'kan? menemui mu? bahkan aku tahu apa yang kalian perbuat jika bertemu" desak ramlan.
"Hah,apa? mengapa kamu bilang marni sering kesini,untuk apa?" tanya pak bambang tak percaya.
"Kita dengar dulu,jawaban ki cabul." ucap amir.
"Apa benar putriku sering kemari?" tanya pak bambang memastikan.
Ki cabul diam sejenak,lalu ia pun angkat bicara.
"Lebih baik kita bicara sambil duduk,mari silakan duduk" ki cabul mempersilakan tamu nya untuk duduk.
Setelah semuanya duduk,ki cabul pun berkata.
"Ya,aku sangat mengenal marni.Sudah beberapa minggu kami bertemu,tepatnya.Marni lah yang sering mengunjungi aku kemari"
Pak bambang shock di buatnya, 'untuk apa marni kemari pikirnya'
"Memangnya,kalian ini siapa?" tanya ki cabul.
"Aku ayahnya marni," tegas pak bambang.
"Oh,begitukah.Lantas,apa tujuanmu menemui aku?" tanya ki cabul lagi.
"Begini 'ki,marni sekarang sedang hamil.Dan usia kandungan nya sudah delapan minggu" kali ini amir yang menjawab.
Deg... ki cabul sangat tertegun,mendengar marni hamil.Ki cabul sadar,selama ini jika mereka bertemu,mereka tak pernah absen untuk melakukan nya.
"Apakah...kamu,bajingan yang telah mengahamili putriku 'hahh!?" sentak pak bambang murka.
"Ngaku kamu!!" teriak nya lagi.
"Dan sebenarnya,apa yang telah marni lakukan hingga dia bisa sampai ketempat seperti ini?" pertanyaan demi pertanyaan meluncur beruntun dari mulut pak bambang.
Sebenarnya,terselip rasa bahagia di hati ki cabul.Apakah benar,dirinya akan mempunyai seorang anak.Tapi dia merasa belum yakin,jadi dia perlu memastikan nya.
Akhirnya,karena pertanyaan menuntut dan beruntun dari pak bambang tak bisa dihindari.Ki cabul buka suara juga,dia menceritakan dari awal marni datang ketempatnya,hingga marni dengan sukarela melakukan hal terlarang dengan dirinya.Semua jawaban yang diinginkan pak bambang,dijawab kicabul dengan detail.Ditambah dengan pernyataan amir yang membenarkan semua perbuatan jahat marni kepada nya.
Dan hal itu sukses membuat pak bambang sangat sangat sangat terkejut,bahkan ia sampai pingsan.
"Tidak mungkin,tidak mungkin" gumamnya.
Brugh...
.
.
__ADS_1
.
Tekan love,like,vote,jangan lupa komen nya ya....terimakasih๐๐๐๐