Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Terbuai


__ADS_3

Sebuah gaun pesta model off shoulder dengan sulaman benang emas yang begitu indah sangatlah memanjakan mata mirah dan nana



"Trisa yakin? gaun ini buat nana?" ia masih tak percaya,jika gaun indah itu sekarang menjadi miliknya,seumur umur baru pertama kali ini ia melihat gaun seperti itu


"Sudah,cepat masukkan ke tas, jangan sampai ketinggalan 'ya,itu kenang kenangan dari aku,lagipula,ada banyak gaun semacam itu di lemariku,bahkan yang masih belum terpakai juga beberapa,termasuk yang ini," ujarnya


"Terima kasih neng trisa,tolong sampaikan juga ucapan terimakasih ini kepada mami kamu 'ya,beliau sudah membelanjakan tas dan sepatu untuk anak ibu,sekarang gaun seindah ini dihadiahkannya juga kepada nana," ucap mirah tulus


"Iya,nanti trisa sampaikan,"


"Kalau begitu trisa pamit 'ya,nana semoga selamat sampai rumah.Jangan lupakan aku,dan...sering seringlah berlibur kesini," dua orang gadis kecil cantik berpelukan erat bahkan trisa sampai menitikkan air mata,kebersamaan selama tiga minggu bersama ratna,terasa begitu cepat sekali berlalu.


"Kamu jangan nangis,nana 'kan,jadi ikut sedih," ratna manggala mengusap air mata yang terjatuh di pipi sahabat baru nya


"Sudah malam,aku pulang dulu 'ya,bu...,trisa mau pulang." pamitnya


Kemudian trisa bangkit dari duduknya,dan melangkahkan kaki keluar kamar.


Setelah kepergian trisa nana malah asyik berceloteh tentang gaun indah pemberian sang sahabat,ia bahkan sampai terus terusan memandangi dan mencobanya,bahkan sampai berputar putar di depan cermin dengan menggunakan gaun tersebut.


"Bagus ya 'bu,pasti harganya sangat mahal," ujarnya kepada sang ibu


"Hu'um,bagus sekali.Dijaga baik baik ya sayang hadiah nya," pesan sang ibu


"Siap!"


"Sekarang,nana bobo 'gih,besok kita harus bangun pagi,lalu pergi ke stacion dan membeli tiket untuk kita pulang," mirah menyelimuti anaknya yang sudah berbaring dan menguap terus terusan


"Jangan lupa ber'doa,sayang," ia mengingatkan nana


"Iya bu,"


Sementara nana sudah mulai terlelap mirah masih sibuk mengepak ini dan itu,seperti oleh oleh,untuk kakak kakak nya,dan juga untuk tetangga tetangga terdekat


Ada sarden kalengan,ada kopi,gula,roti kering,dan bermacam aneka kue kaleng,belum lagi ada sarung,baju koko serta kain jarik dan kebaya untuk musa dan disah,tentu saja,pakaian pakaian itu adalah pemberian dari bu rima.Katanya sebagai ucapan terimakasih,kepada musa dan disah,karena telah memberi oleh oleh yang dibawa mirah kala itu.


Ketika sedang sibuk,membereskan barang barang tiba tiba saja pintu kamarnya diketuk


Tok,tok,tok!

__ADS_1


"Siapa," tanyanya,ia tak segera membuka pintu.Saat ini diotaknya adalah,bahwa yang mengetuk itu bukan manusia,berhubung sudah larut malam.Ia pun teringat hal mengerikan malam itu


"Aku," jawaban yang pendek,segera terdengar ditelinga mirah


"Hah,dia? orang orangan salju? ngapain malam malam begini?' gumamnya,sambil melangkah ke depan pitu kemudian dibuka


Klak!


"Ada apa anda kemari?" tanya mirah


Tak ada jawaban dari mulut laki laki itu,ia hanya menatap mirah dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan


Mirah berkerut kening,ketika mendapatkan tatapan itu dari cu'eng


"Kenapa sih?" ketusnya,lama lama ia risih juga jika terus terusan di tatap macam begitu


"Khem,ayo!" tiba tiba saja laki laki itu menatik tangan mirah,keluar dari kamar.


Sontak saja wanita cantik itu kaget,


"Iih,anda mau apa sebenarnya? mengapa tangan saya ditarik tarik," mirah berusaha melepaskan pegangan cu'eng ditangannya,namun genggaman tangan laki laki itu begitu kuat


"Tutup pintu kamarnya," ucapnya tak ingin di bantah,kemudian ia pun melepaskan genggamannya


Kemudian cu'eng mengajak mirah untuk duduk di bangku luar kantin,dan wanita cantik itu pun tak menolak


"Besok kamu pulang?"


"Hm,begitulah," jawab si wanita


"Lama tidak,kau disana?"


"Memang kenapa,kalau aku lama?" mirah memicingkan mata


"Khm,tidak,"


"Aku turut berduka 'ya,atas kepergian suamimu," ujar laki laki tampan ini


"Suami?" sejenak mirah terbengong


"Iya,suami kamu.Ayahnya ratna," tegasnya

__ADS_1


"Mengapa kamu kenal ratna,perasaan dia belum pernah sedekat itu dengan mu?" mirah mengganti panggilannya dari anda ke kamu,pasalnya ia mulai nyaman berbincang dengan cu'eng


"Adalah,waktu itu aku dari bengkel,kemudian ditaman belakang sana,aku melihat gadis cantik yang tengah asyik bermain sendiri,aku memperhatikan agak jauh,tapi kemudian tak kuat juga untuk tak menyapa," jelasnya tak berbohong sama sekali


"Aku menyapa dia dan bertanya siapakah anak cantik gerangan,dan ternyata dia putrimu.Jujur,aku kaget juga.Ternyata nona mirah yang anggun dan jelita ini adalah ibu dari seorang gadis cantik," lanjutnya lagi dengan jujur


Sejenak mirah tersentak kaget,dengan penjelasan cu'eng,tapi ka ingin terus mendengarkan kelanjutannya


"Hm,lalu?" tanyanya


"Lalu,ya begitu.Kami berdua mengobrol,dan dia menceritakan soal ayahnya yang mengalami kecelakaan,"


"Mengapa kamu seolah menyelidiki aku?" tanya mirah sebal


"Aku hanya ingin tahu saja," ucap laki laki itu sekenanya


"Buat apa?" mirah memalingkan wajahnya,ada rasa sedih dihatinya,ketika cu'eng menyinggung soal kecelakaan almarhum amir.


"Entahlah aku hanya penasaran,"


"Soal?" mirah menatap laki laki itu lekat


Ditatap seperti itu cu'eng salah tingkah,namun laki laki itu tak menunjukannya,ia tetap stay cool,namun sedetik kemudian dia tak lagi mampu menahan gejolak dihatinya, ketika membalas menatap dalam manik indah milik mirah.


Debaran debaran di jantung cu'eng terasa begitu melompat lompat,sungguh! tak bisa menahan sesuatu dihati untuk wanita di depannya ini,suasana sunyi serta hawa dingin kota bandung yang semakin terasa,membuat cu'eng terhanyut dengan perasaan nya.


Kedua insan itu masih saling menatap,mendalami dan meresapi bahkan menikmati apa yang tengah mereka rasakan kini.


Entah setan apa yang mendorong nya,dan siapa yang memulai,tiba tiba saja bibir mereka sudah menyatu,cu'eng merapatkan duduknya dan ia menarik pinggang mirah lalu membawa wanita itu ke pangkuannya, entah sadar atau tidak mirah pun melingkarkan tangannya ke leher laki laki itu,pria dan wanita lajang itu sedang sangat terlena dan terbuai suasana yang tercipta,semakin lama mereka menikmati maka semakin dalam ciuman itu bahkan rambut mirah sudah berantakan,cu'eng sudah hampir kehilangan kendalai,tangannya muali sibuk menjamah kesana dan kemari,tanpa mereka sadari godaan syaiton itu semakin menjerat,hasrat mereka sudah kian naik,apabila tak segera dihentikan,maka akam terjadi sesuatu hal yang iya iya,dan tentu saja itu tidak diperbolehkan.


"Hah,hah,hah," mirah terengah engah,ia hampir kehabisan nafas dengan ciuman memabukkan itu,dan dia segera tersadar,dengan kelakuan yang sebenarnya tak pantas itu.


"Astagfirulloh,apa yang sudah kulakukan?" ia segera turun dan melepaskan diri dari dekapan laki laki salju itu,sebenarnya mirah juga merasakan sesuatu yang mengeras dibalik celana si pria,dan tentu saja ia tahu,apa itu.


Cu'eng yang sudah sangat naik,tiba tiba saja kaget,ketika mirah melepaskan diri kemudian turun dari pangkuannya.Sejenak ia seperti kehilangan kesadaran nya.


"Kenapa tanya nya?"


"Kenapa kamu tanya?! jelas ini salah!" mirah melotot,kemudian pergi meninggalkan cu'eng yang masih setengah sadar


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2