
Semilir angin membawa semerbak aroma bunga mawar,yang menusuk indra penciuman.Begitu menenangkan.
"Kak disah lama 'ya? siapa yang bertamu?" mirah yang sedang bersantai di taman belakang,merasa heran.Disebabkan disah yang tak kunjung kembali.
Akhirnya,mirah memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.Dan dia pun memanggil anak anak nya. " Soni,ratna! ayo masuk,hari sudah hampir gelap." Ajaknya kepada mereka berdua,anak anak itupun mengangguk tanda patuh pada ucapan sang ibu.
Di ruang keluarga...
"Jadi bagaimana?" disah tak sanggup jika tak bertanya.
"Bagaimana apanya 'mak? musa mengernyit bingung.
"Ya,itu.Usaha mu untuk menyembuhkan amir,apa...sekarang,dia sudah betul betul terbebas dari jerat terkutuk itu?" tegas nya lagi.
"InsyaAllah.Sekarang aku betul betul sudah sehat lahir bathin." sebelum musa menjawab,amir mendahului nya.
Musa pun hanya mengangguk membenarkan.
"Alhamdulilah,karena jika kau tidak cepat sadar.Maka aku tidak akan segan untuk menendang bo\*\*\*g mu." Disah mengancam.
"Kalian ini memang pasutri kejam! dipesantren pun,suami mu selalu menghajarku," gerutunya.
__ADS_1
"Jika kau,tidak melakukan hal menjijikan.Aku tidak akan menghajarmu!" ucap musa cepat.
"Bahkan,jika kau ingin tahu.Sebetulnya,aku sangat ingin menghajar si herman waktu itu.Namun,karena mereka langsung pergi.Aku tidak punya kesempatan,waktu itu aku juga ikut shock! sama seperti mirah." kenang disah,dia ingat betul ketika herman datang kerumah dan membawa rohanah.Oleh karena hal itulah,disah menjadi sangat menyayangi mirah dan pelindung untuk mirah selalu ia aktifkan.
Mereka bertiga pun asyik mengobrol,hingga melupakan,bahwa di rumah itu masih ada orang lain.Mirah dan anak anak yang tiba diruang keluarga,merasa terkejut dengan keberada'an suaminya di rumah.
"Kang amir,"
"Bapak,"
Ucapan soni dan mirah bersama'an mereka mematung se'akan tak percaya pria itu sudah kembali.Amir yang sedang,asyik pun.Seketika tersentak,dan menoleh.Lalu ia mendapati wajah wajah yang sangat dirindukan nya.Dengan cepat ia pun menghampiri isteri nya.
Mirah kaget dengan perlakuan amir,lalu manik hitam bak mutiara itu pun balas menatap tatapan itu,manik hitam itu sedang menyelami dan mencari sebuah kebenaran dimata sang suami,dan pada akhirnya ia memang hanya menemukan kerinduan dan kasih sayang di sana.Sama sekali tidak ada kebohongan,dia memang amir yang dikenalnya.Dia memang suaminya.
"Kau sudah kembali,apa ini benar benar suamiku?" tanyanya memastikan.
Amir mengangguk,dengan rasa yang bercampur aduk,antara rindu dan perasa'an bersalah yang menyelimuti hatinya,amir segera menarik mirah kedalam pelukan nya,mendekapnya penuh rasa cinta.Amir menciumi pucuk kepala mirah,membelainya.Menyalurkan segala rasa rindu dihatinya.Setetes,dua tetes dan akhirnya mengucur deras,air mata itu terjatuh begitu saja.Mengiringi setiap rasa yang tercipta di hati amir.
"Akang minta ma'af,atas kelakuan akang di masa lalu,yang menyakitimu.Tapi sungguh! akang tak berdaya,bahkan akang tak ingat.Jika sudah menyakitimu sangat dalam,walau tanpa sengaja,sekarang akang sudah kembali sehat,akang adalah suami kamu yang sangat menyayangimu,hanya ada kamu dihati ini.Akang harap,kamu mau memaafkan semuanya." ucapnya sendu.
__ADS_1
Tanpa berkata,mirah mengeratkan pelukan nya.Kepada sang suami,Kerinduan yang sangat dalam mirah rasakan,sebab sikap amir yang lalu sangat dingin dan tak tersentuh,dikarenakan pengaruh sihir itu.
"Aku memaafkanmu,aku juga merindukanmu.Jangan menakuti aku lagi," lirih mirah.Bahkan suaranya hampir tenggelam,dalam dekapan suaminya.
Amir mengangguk,dan menciumi mirah.Ia merasa lega,mirah sudah mau memaafkan nya.Namun,perasaan marah dihatinya untuk si nenek grandong itu,belum bisa ia singkirkan. "Aku akan melakukan sesuatu untukmu,tunggu saja balasanku!" ucap nya dalam hati.
"Khm,apakah...aku tak dianggap disini?" ucap soni ketus,ia merasa jadi nyamuk tak berguna.Yang memperhatikan dua sejoli yang sedang saling mencurahkan rasa rindu.
"Kalian juga tak menganggap nana ada?" bocah itu bersedekap dada,dan mengerucutkan bibirnya.
"Khm,maaf maaf.Sini sini bapak peluk,kalian adalah kesayangan bapak." amir merentangkan sebelah tangannya untuk menyambut dan memeluk anak anak nya,sedangkan tangan satunya tak ia lepaskan dari merangkul mirah.
"Cih,keluarga bahagia" cibir musa,namun dengan tatapan bahagia dan penuh rasa syukur.Akhirnya,kebahagiaan itu kembali kepada adiknya.
.
.
.
Jangan lupa jejaknya,like komen dan vote juga terimakasih🙏😇😘
__ADS_1