
setelah menunggu beberapa lama,akhirnya proses kuret pun selesai.Amir merasa lega,walaupun tak dipungkiri ada kesedihan dan penyesalan disudut hatinya.Sedih karena belum lah sempat melihat buah cintanya dengan mirah,namun yang maha kuasa sudah mengambilnya kembali,dan penyesalan nya adalah,mengapa dia sama sekali tidak menyadari kalau mirah sedang mengandung,fikirannya melayang ke waktu mirah sakit kala itu.Amir merasa gagal menjadi suami,merasa tak bisa menjaga keduanya dengan baik.
Keesokan harinya mirah sudah diizinkan pulang oleh dokter,kerena memang kondisinya sudah membaik.Namun,dokter mengharuskan mirah untuk kontrol dua minggu kemudian.
Setibanya di rumah,amir dan mirah disambut tangisan oleh anak anaknya,apalagi ratna.Anak itu begitu mencemaskan ibunya,tangisan nya pun paling kencang.
"Ibu tidak apa apa kan? nana sedih sekali melihat ibu berdarah darah semalam,nana takut ibu ninggalin nana,hiks...hiks.." nana sesenggukan.
"Sudah,anak manis gak boleh nangis 'ya,ibu tidak apa apa kok,sekarang ibu sudah disini," mirah mengelus kepala nana dengan sayang.
"Kak soni terimakasih ya,sudah menjaga nana dan rumah ini dengan baik.Ibu bangga sekali sama soni" lanjut mirah dengan senyum hangatnya,tangannya terulur mengusap kepala soni penuh kasih sayang.
Soni mengangguk, "ibu dan bapak bisa mengandal kan soni kapanpun,"ucapnya mantap.Semua orang tertawa dengan ucapan soni yang sangat percaya diri.
Curug taneuh....
"Aku rindu sekali sama nana 'pak,rasanya sudah lama sekali tidak bertemu dia," hati disah memang sangat merindukan nana.
"Ya sudah,nanti kalau waktu kita sedang senggang,kita pergi tengok nana 'mak,sekarang ini pekerjaan kita masih banyak,padi kita saja sudah siap di panen" musa menenangkan disah,ia juga melihat jikalau istrinya memanglah sangat merindukan gadis kecil kesaya ngan mereka itu.
"Dorr! soni mengejutkan adiknya yang sedang menatap langit.
"Ishhh,kak soni nyebelin 'deh,pake ngagetin nana segala," nana mengerucutkan bibirnya sebal.
"Habisnya anteng banget,ngeliatin apa sih dek?" jiwa penasaran soni meronta.
"Mau tauuu,aja.Tuh,coba kak soni lihat ke atas,banyak burung terbang bergerombol" nana menunjuk keatas.
"Iya,kak soni lihat.Memang kenapa dengan burung burung itu?"
"Itu tuh,nana ngebayangin.Burung burung itu pasti terbang ke atas rumah emak juga di curug taneuh,nana rinduuu sekali sama emak," setetes air mata jatuh di pipi nana.Tak dipungkiri,nana memang sangat merindukan disah,emaknya yang selalu menyayanginya.
"Nana mau rumah emak,"
__ADS_1
'Eh' nana serius mau ke rumah ema?" tanya soni.
"Serius kak,anterin nana kesana ya," nana memelas dengan mata berkaca kaca.
"Iya,nanti ka soni antarkan nana kesana 'ya,tapi...nana harus bilang dulu sama ibu dan bapak" bujuk soni.
"Hum" nana mengangguk dan berlari menemui ibu dan bapaknya.
"Bu,ibu..."
"Kenapa sayang? jangan berlarian begitu.Nanti nana jatuh,bagaimana?"
"Habisnya nana gak sabar,pengen bilang sama ibu.Kalau nana sebenarnya rindu sama emak,nana mau kesana.Boleh gak bu?" matanya memancarkan kerinduan yang mendalam,dan mirah melihatnya.
Akhirnya,setelah mirah meminta ijin kepada suaminya,amir pun mengijinkan,untuk sementara waktu mirah tinggal di rumah disah,amir juga berfikir saat ini pekerjaanya memang sedang banyak,jadi waktu untuk bersama keluarganya sedikit.Proyek pembangunan sedang banyak,jadi dirinya sering bepergian untuk memantau para pekerjanya,mengingat dirinya seorang pemborong.
Hari yang di nanti pun tiba,mirah dan nana antusias untuk mengunjungi rumah disah.Pagi pagi sekali mereka sudah berangkat,diantar amir dan soni.Amir dan soni sendiri nantinya akan kembali lagi ke rumah nya,setelah mengantar mirah dan ratna.
Perjalanan mereka pun tidak terlalu memakan waktu,tak lama mereka sudah sampai di depan rumah disah.
"Assalamu'alaikum,maaaakkk....nana datang nih,emak di rumah tidak?!" dengan tak sabarnya nana mengucap salam dan berteriak.Tapi rumah disah sangat sepi,pintunya pun terkunci.
"Sepertinya,kak disah tidak dirumah.Sebab rumah nya sangat sepi" amir berkeliling rumah,tapi tidak menemukan satu orangpun.
__ADS_1
Tapi mirah dan nana sudah hafal betul,kunci rumah pastilah selalu disimpan di bawah tanaman bunga yang ada di depan rumah itu,tak lama mirah menemukan kunci nya dan segera masuk,tubuhnya terasa sangat letih akibat perjalanan yang lumayan jauh,ditambah kondisi badannya sedang kurang fit.Mirah merasa lemah,sebab dirinya baru melakukan kuret.
Setelah semuanya masuk,mirah langsung mengambil minum dan cemilan yang selalu tersedia,mereka pun bercengkrama sambil melepas lelah.
"Ibu mau ke kamar dulu,istirahat.Nana main saja sana sama kak soni 'ya," anak snak pun mengangguk dan langsung berlarian ke belakang rumah,dibelakang rumah disah adalah tempat bermain nana dahulu,ada saung lisung dan pepohonan rindang yang membuat sejuk.
Amir segera menyusul istrinya ke kamar,diusapnya kening mirah dengan lembut,mirah yang tengah memejamkan matanya seketika langsung terbuka,merasakan kehangatan tangan suaminya.Mirah segera menangkap tangan suaminya dan menggenggamnya erat,lalu ditempelkan ke pipinya dengan lembut dan penuh kasih.
"Akang,terimakasih sudah mengijinkan aku dan nana menginap di rumah kak disah untuk beberapa waktu,terimakasih untuk selalu mencintai dan menyayangi aku,terimakasih telah menerima dan menyayangi kami berdua.Aku dan nana,sangat menyayangi akang.
"Kamu bicara apa,sih sayang.Sudah seharusnya aku menyayangi kalian,sudah seharusnya akulah yang berterima kasih kepada kalian berdua,terimakasih,karena kehadiranmu dan nana,hidupku menjadi lebih indah dan berwarna.Terimakasih juga untuk kamu yang selalu menyayangi dan mengasihi anakku soni,sehingga anak itu merasakan lagi kasih sayang seorang ibu,tetaplah disisiku mirah.Sampai akhir hayatku,aku akan selalu mencintaimu istriku,kekasihku,belahan jiwaku.Jika aku tiada nanti,aku titip soni kepadamu ya,tetap sayangilah dia seperti sekarang," ucap amir panjang lebar,namun diakhir kata katanya membuat hati mirah tidak tenang.
"Akang bicara apa sih,tentu saja aku akan menyayangi soni.Dan,apa yang akang bilang tentang (jika akang tiada)mirah gak suka akang bicara seperti itu,kita akan selalu bersama sama merawat anak anak kita,bahagia sampai tua,sampai maut memisahkan," mirah memeluk suaminya erat,seakan tak ingin terpisah.Amir menghujani mirah dengan ciuman kasih sayang dipucuk kepalanya,tangannya mengusap punggung mirah lembut menyalurkan ketenangan.
"Hari sudah siang,akang tidak mau kesorean.Akang langsung pulang ya mir,baik baik di sini sama nana.Nanti kalau kamu sudah siap,akang jemput lagi ya,sampaikan salamku untuk kak musa dan disah.Dan,sampaikan juga permohonan maafku untuk mereka karena tidak bisa bertemu."
Mirah hanya mengangguk,amir segera beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar.Diiringi mirah yang akan mengantar sampai teras depan,amir segera memanggil anak anaknya.
"Nana,bapak titip ibu ya,jaga ibu baik baik,ibu baru saja sembuh.Sekarang,bapak dan kak soni mau pulang dulu,sini peluk bapak," amir merentangkan tangannya,nana pun menghambur kepelukan ayah sambungnya itu,diciumnya dengan sayang pipi gembul nana diusapnya kepala nana dengan penuh kelembutan,tak terasa mata amir berkaca kaca,entah mengapa ia begitu merasa sangat sedih akan berpisah dengan anak dan istrinya.
Setelah melepaskan pelukannya,amir pun langsung pamit pergi,diiringi tatapan kesedihan istri nya.Mirah pun tak mengerti,mengapa ia begitu sedih,melihat kepergian suaminya.Padahal mereka hanya berpisah sementara waktu saja.
.
__ADS_1
.