Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Talak


__ADS_3

"Apa yang aku dengar itu benar 'man?" ya, hari ini gadis kesayangan disah mengadu padanya,atas perkataan tak pantas yang ditujukan rohanah kepada dirinya,yang mana hal itu tentu saja membuat disah geram.Seumur umur dia maupun sang suami mengasuh Ratna tidak pernah sekalipun berkata kasar.


"Rohanah hanya bermaksud mengajari sopan santun kepada Ratna,akan tetapi anak itu malah meninju mulut istriku,sehingga wajar saja ia kelepasan berbicara," ujarnya membela sang istri


"Mengajari sopan santun? seingatku Ratna kami selalu berlaku santun terhadap siapa pun," disah betul betul tak terima Ratna kesayangan nya seolah olah dijelek jelekkan oleh Herman


"Tapi tadi anak itu betul betul kurang ajar terhadapku dan rohanah,"


"Kurang ajar bagaimana?"


"Dia mengabaikan ku,seolah aku ini bukan siapa siapa,makanya wajar saja jika tadi rohanah menanyakan bagaimana ibu nya mengajari dia selama ini," laki laki ini benar benar ngotot,ia tetap membela wanita nya


"Rohanah mempertanyakan hal seperti itu? dasar bodoh! tentu saja Ratna tidak terima,kau tidak berfikir? selama ini Ratna hidup tanpa peran seorang ayah? hanya mirah yang selalu ada di sisinya,hanya mirah yang mempertaruhkan segalanya untuk Ratna,dan tiba tiba ada orang asing yang menyudutkan sang ibu,tentu saja anak itu merasa marah dan memberontak.Tidak sepantasnya wanita sundal mu berkata begitu," cerca disah,ia benar benar tak habis fikir dengan adiknya ini,


"Dan yang paling aku sesalkan adalah,kau 'man! jika kau ingin mendapatkan hati anak itu,berlaku lah sebagaimana mestinya seorang ayah.Jangankan membela dia dari wanita sundal mu,malah kau ikut menjelek jelekkan nya,ayah macam apa kau ini?" disah mendelik tajam,emosinya semakin meningkat saja menghadapi herman


"Ya sudah kak,aku betul betul minta maaf," pungkas Herman ,tak ingin lagi memperkeruh suasana,niat hati ingin berbaikan dan mendapatkan perhatian Ratna,namun kini malah sebaliknya anak itu benar benar menghindari Herman


Herman dan rohanah memang memutuskan untuk menginap di rumah disah,sebetulnya Herman yang ngotot ingin bermalam di sana,walaupun sebenarnya rohanah ingin pulang.Ia terpaksa harus tetap disamping suaminya,mungkin ia merasa posisinya sedang terancam oleh Mirah


"Bukan kepadaku seharusnya kau meminta maaf,tapi kepada Ratna dan ibunya,"


"Baiklah,aku akan meminta maaf lagi padanya,"


***


Kilau cantik wajah anggun nan rupawan,bak sinar rembulan yang tengah menemani kesendirian nya malam ini,begitu indah dan memancarkan cahaya benderang ke setiap sudut bumi.Namun kini hatinya tak seindah rembulan,ia benar benar merasa terusik dan tidak nyaman dengan kehadiran dua insan dari masa lalu nya


"Hahhh..." ia hanya bisa menghela nafas,untuk sekarang


Malam semakin larut,namun kantuk tak jua datang menghampiri,sehingga ia memutuskan untuk duduk di jendela kamar yang belum dia tutup,ia memandangi purnama yang menyusup masuk ke kamarnya melalui pintu jendela yang terbuka lebar


"Neng..." suara orang yang tak ingin dilihat dan di dengar kini tengah memanggilnya


Mirah hanya berdecak,kemudian segera turun dan hendak menutup pintu jendela,namun sebuah tangan kekar dan hitam menahan pintu jendela untuk tertutup


"Apa lagi maumu? tak puaskah kau menyakiti kami?" tanya mirah sinis


"Aku tidak bermaksud seperti itu sungguh! kumohon,maafkan lah aku,"

__ADS_1


"Berapa kali pun kau meminta maaf,dan berapa kalipun maaf itu kuberikan,pada akhirnya tetap saja kau menyakiti kami,"


Lagi lagi ucapan Mirah begitu menohok,Herman hanya mengangguk lesu.


"Tapi sungguh,aku ingin memperbaiki hubunganku dengan Ratna,aku mohon bujuklah dia,hanya kau yang bisa," pintanya dengan memelas


Sungguh Mirah merasa Dejavu dengan semua ucapan mantan suaminya ini,bicara ingin memperbaiki tetapi terus menyakiti


"Sudahlah,kau pergilah sana.Nanti istrimu mencari,bila dia tahu kau kemari menemui ku,pasti akan ribut lagi," Mirah benar benar malas mendengar keributan


Baru saja usai Mirah berkata seperti itu,tiba tiba saja rohanah menghampiri


"Dasar gatal! sudah jelas Herman suamiku sekarang,kau masih saja menggodanya,seharusnya julukan wanita penggoda yang disah sematkan padaku,berlaku juga untukmu Mirah!" rohanah datang tiba tiba lalu marah marah dan menunjuk Mirah


"Hei! ada apa denganmu ? tutup mulutmu,jangan berkata yang tidak tidak," hardik Herman,ia benar benar jengkel dengan tingkah istrinya


"Owh,bagus ya...sekarang kau membela nya,sebenarnya istrimu aku atau dia?!" tunjuk rohanah kepada Mirah meledak ledak


Sekarang emosi Mirah benar benar meningkat pesat,ia sangat muak melihat drama suami istri di depannya,dengan gerakan cepat ia membanting pintu jendela hingga tertutup rapat,lalu menguncinya.


"BERISSIKK!! makinya


Tentu saja pasangan yang sedang adu mulut itu terkejut,ketika mendengar suara pintu jendela dibanting dengan keras,namun keterkejutan itu hanya sebentar lalu mereka pun melanjutkan kembali pertengkaran nya


"Dengar 'ya,aku benar benar tak terima kau terus terusan mendekati Mirah! aku juga punya hati,apa kau tidak memikirkan perasaanku?"


"Bukan seperti itu,aku hanya meminta bantuan Mirah untuk membujuk Nana," tak mau kalah,ia terus saja membela diri


"Bohong! kau terus saja berkata seperti itu,padahal kenyataanya kau ingin mendekatinya lagi kan? iya kan? ngaku!" rohanah ngotot,pasalnya ia sudah memergoki Herman beberapa kali tengah mendekati Mirah,dan jelas kecurigaan nya semakin meningkat.Ditambah Herman sudah terang terangan berkata bahwa dia benar benar tergoda oleh mantan istrinya,yang begitu cantik jelita


"Lalu sekarang apa maumu hah?" Herman sudah bosan menjelaskan,kini ia menantang rohanah


"Kita pulang sekarang!" ajak rohanah,dia fikir,setidaknya kalau pulang Herman tidak akan terus terusan mencuri waktu untuk mendekati Mirah


"Tidak! ini rumahku,setidaknya itu dulu sebelum diatas namakan Ratna oleh kak disah,namun walaupun begitu aku masih punya hak untuk tinggal disini,setidaknya sampai Ratna mau menerimaku," ucapnya tegas


"Ma-maksudmu,kau ingin serumah begitu,dengan keluargamu terkhusus mantan istrimu?" Rohanah betul betul kaget,cemburu,curiga dan amarah bersatu


"Ya,aku ingin memperbaiki hubungan dengan keluargaku," Herman menegaskan

__ADS_1


"Kau...,akan meninggalkan aku?" rohanah menatap Herman tak percaya,air matanya tak kuasa bertahan di tempatnya


"Bu-bukan,meninggalkan," Herman kebingungan,ia sampai kehilangan kata kata


"Lalu apa namanya,jika kau tinggal di rumah ini dan memeperbaiki hubungan dengan keluargamu.Aku akan terlupakan,kau tega!!" rohanah meraung,tangisan nya semakin kencang saja


"Kau boleh tinggal disini bersamaku," bujuk Herman


"Aku tidak Sudi,serumah dengan mereka!"


"Lalu bagaimana? kau jangan mempersulit ku," ucap Herman,dengan nada meninggi


"Kau menganggap ku pengganggu begitu? betul betul bajingan!"


PLAKK!!


Rohanah melayangkan telapak tangannya ke wajah Herman,


"Arrrgghh! dasar wanita kurang ajar kau!"


PLAKK..!


PLAKK...!


Herman membalas tamparan rohanah bertubi tubi,hingga sudut bibir wanita itu berdarah


"Kau wanita kurang ajar,tak bisa memberikan ku keturunan.Detik ini juga,aku menjatuhkan talak kepadamu,"


DUARRR...!!


Bagaikan disambar petir rohanah terduduk lemas,ia tak percaya Herman akan mengatakan hal se sakral itu kepadanya.


"Ka-kau,jangan bercanda" ucapnya terbata,ia menangis tersedu sedu


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2