
Setelah selesai urusan'nya dengan pak bambang amir pun segera pamit pulang,sa'at melewati ruang tamu rumah pak bambang amir melihat marni yang masih duduk termenung dikursi dengan penampilan yang acak acakan,wanita itu masih belum terima dengan kenyata'an bahwa amir telah menikah.
Tanpa berniat untuk mengobrol ataupun sekedar menyapa amir pun berlalu begitu saja.Dan mengetahui hal itu amarah marni pun meledak.
"Kang amir,tunggu!" teriaknya.
Amir yang hendak keluar rumah pun mengehentikan langkahnya.
"Apalagi? kan sudah aku bilang,bahwa aku sudah menikah.Dan aku sangat bahagia bersamanya" amir menatap tak suka wanita itu.
"Beri aku kesempatan untuk membuktikan cintaku.Walaupun jadi istri kedua,aku rela 'kang!" menampilkan raut wajah penuh permohonan dan dengan sukarela marni mengatakan dia siap menjadi istri kedua amir.
Amir tak bisa untuk tidak tertawa,mendengar pernyata'an konyol marni.
"Kau betul betul sudah tidak waras marni! aku tegaskan sekali lagi kepadamu.Aku,amir djauhari,pantang bagiku untuk mengkhianati pasanganku,karena aku sangat mencintai mirah,istriku." Dengan penuh ketegasan amir menolak keinginan wanita itu.
Setelah puas mengatakan semuanya,amir pun segera pergi meninggalkan rumah itu.Dan tentu saja marni sangat tidak terima,dia mengepalkan tangan'nya dengan sorot mata penuh kebencian.Dia bergumam...
"Lihat saja kamu amir,apa yang akan kulakukan untuk menghancurkan rumah tangga mu! aku akan membuat wanita itu pergi dari hidupmu,karena hanya aku yang boleh memilikimu" marni menampilkan seringai jahatnya.
Setelah bergumam seperti itu,marni pun segera pergi ke kamarnya untuk mengambil tas dan mengganti pakaian nya.Lalu diapun menemui ayahnya dan berpamitan, bahwa dirinya akan pergi kerumah teman'nya selama kurang lebih dua hari.Pak bambang pun mengijinkan anaknya pergi tanpa kecuriga'an sedikitpun.
"Hati hati kau di jalan,kau pergi naik apa?" orang tua itu sangat memperhatikan putri semata wayangnya.
"Dari sini naik delman saja ayah,nanti dilanjutkan naik oplet.Karena perjalanan nya jauh," jelasnya.
__ADS_1
Pak bambang hanya mengangguk saja,lalu dia memberi bekal uang untuk anaknya itu,ketika usia marni lima belas tahun ibunya meninggal karena sakit.Dan setelah itu pak bambang mengurus marni sendirian,dia tidak ada niatan sama sekali untuk menikah lagi.Marni sangat dimanjakan oleh ayahnya,apapun yang marni inginkan selalu dituruti,dan itu membuat marni menjadi sangat manja,tidak mandiri dan tidak mampu bertanggung jawab yang lebih parahnya apa yang diinginkan'nya harus selalu di dapatkan bagaimanapun caranya,termasuk amir.Laki laki incaran'nya.
Di Rumah Amir
Amir tiba dirumahnya hampir maghrib,dia pun bergegas maduk kedalam rumah.
"Assalamu'alaikum,sayang...nana...kalian dimana?! kok sepi sih,pada kemana mereka?" amir memanggil manggil anak dan isterinya,tapi tak ada jawaban.
"Ibu dan adikmu kemana ya son? kok bapak panggil dari tadi gak ada yang nyahut." amir sangat kebingungan.
"Sudahlah pak...palingan mereka sedang di taman belakang,sebentar soni cari.Siapa tahu mereka benar disana" soni menenangkan ayahnya.
"Eh,son...kejadian tadi di rumah pak bambang,jangan sampai ibumu tahu 'ya."
"Kenapa pak? bapak takut ditinggal ibu ya..." soni meledek ayahnya dan tersenyum jahil.
Soni melangkahkan kakinya ke taman belakang,rumah amir memang besar dan itu adalah peninggalan orang tuanya,amir adalah anak tunggal jadi semua warisan, jatuh ketangan'nya.
"Bu...nana...kak soni sudah pulang nih! nana...! soni berteriak teriak,tiba tiba dari arah taman belakang tampaklah gadis kecil yang sangat imut dengan memakai hiasan bunga dikepalanya.Dia berlari lari riang menghampiri soni.
"Kakak sudah datang,yeayy..."
"Wah...kamu cantik sekali de'k,itu siapa yang membuat mahkota bunga?" soni memuji adiknya dan mengelus rambutnya.
"Ini ibu dan nana yang buat,cantik kan kak!" nana berputar putar,sambil memamerkan mahkota bunganya.
__ADS_1
"Hm,cantik sekali mahkotanya.Sangat cocok dipakai sama nana yang imut!" puji soni lagi.
"Ayo masuk,hari sudah gelap.Kakak panggil ibu dulu ya"
Setelah memanggil mirah,mereka bertiga pun segera masuk kedalam rumah.Untuk membersihkan diri dan menunaikan shalat maghrib.
Seusai shalat maghrib mereka langsung keruang makan untuk makan malam bersama,untuk makan malam kali ini mirah sudah membuatkan gurame asam manis,terong balado dan soto ayam.Tentu saja makanan ini sangat menggiurkan,soni sampai tidak sabar untuk segera mencicipi nya.
"Sabar son...pelan pelan,makanan nya gak akan kemana mana" amir terkekeh geli melihat kelakuan soni seperti orang yang kelaparan
"Habisnya,semua makanan yang dibuat sama ibu,pasti selalu menggiurkan dan enak.Kalau tidak cepat nanti soni gak kebagian,karna bapak pasti menghabiskannya." soni mencebuk'kan bibirnya.
Mirah dan nana hanya tertawa dan geleng kepala melihat tingkah soni.
"Soni tenang saja 'ya,ibu buat banyak.Dan ibu jamin...soni gak akan mengalami,tidak kebagian makanan" mirah terkekeh dan menutup mulutnya.
Akhirnya mereka makan dengan tenang serta penuh rasa syukur,ruang makan itu penuh dengan kehangatan.Amir sangat bersyukur mendapatkan mirah,dia berjanji dalam hatinya tidak akan pernah mengkhianati miran dan akan selalu mencintainya.
Sedangkan di sisi lain.
Se'orang wanita muda tengah berjalan menembus lebatnya hutan dan gelapnya malam dengan membawa obor di tangan'nya.Tanpa rasa takut dan penuh tekad wanita itu terus saja melangkahkan kakinya,menuju suatu tempat yang ia yakini bisa dimintai pertolongan.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...🙏😇😘