
"Miraaahh!"
"Miraaahh!"
"Dimana kamu?"
Disah,musa dan herman,menyusuri lorong sempit dan pengap tersebut untuk mencari mirah,mereka berteriak memanggil manggil nama nya,akan tetapi yang dicari tidak kunjung ditemukan.
'Ya,sebelumnya ketika disah mendengar suara jeritan Mirah ia terus mencari cari adiknya itu di tempat tersebut akan tetapi ibunya Ratna Manggala menghilang,hingga disah menemukan sebuah jepi rambut dengan hiasan batu giok,yang ternyata milik sang adik,dirinya pun yakin jika mirah berada tidak jauh dari sana.
Setelah beberapa lama mencari,akhirnya ia menemukan sebuah lubang yang lebih mirip lubang jebakan,karena tertutup rimbunnya ilalang,namun yang membuat disah menemukan lubang itu adalah dirinya yang hampir terperosok kesana,namun untungnya ia masih selamat karena berpegangan kepada akar akar ilalang yang kuat,disah pun faham,dirinya sangat yakin apabila Mirah juga pasti terperosok kedalam sana,mengingat jepit giok juga ditemukan disekitar tempat itu.
Akhirnya wanita yang akrab disapa mak Isah pun berinisiatif untuk memberi tahu suami dan adiknya,perihal lubang jebakan,serta Mirah yang menghilang dan diduga terperosok kedalam nya.Kemudian mereka bertiga satu persatu masuk kedalam lubang tersebut,mengikuti jejak Mirah sebelumnya.
***
Di sisi lain,mirah sangat terkejut ketika mengetahui wanita misterius dibalik penutup wajah tersebut.
"K-kau?!" Mirah hampir tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Hm,ya...ini memang aku,hehehe," wanita itu menjawab di iringi kekehan yang terdengar menakutkan,di telinga Mirah.
"Baiklah,sekarang apa yang kau inginkan dariku 'mak?" tanya Mirah kepada wanita misterius tersebut yang ternyata adalah Mak nenah,yang tak lain adalah ibunya Rohanah.
"Tentu saja,kau dan anakmu Ratna harus menerima semua balasan dariku,sebab kalian berdua lah keadaan Rohanah sekarang ini memburuk," ucapan Mak nenah terdengar sinis di telinga Mirah
"Memburuk? bagaimana maksudmu? mengapa kau menyalahkan ku dan Ratna?" tanya Mirah keheranan,sebab dirinya merasa tidak berbuat salah kepada wanita itu.
"Tunggu! Ratna? apa jangan jangan kau...?"
"Hahaha,kau benar Mirah.Akulah yang menyembunyikan Ratna," wanita tua tersebut mengaku,bahwa dirinya lah yang telah menyembunyikan Ratna
"Apa? dimana putriku? dimana dia sekarang?" cecar Mirah
"Tenang saja kau akan melihatnya nanti,"
"Tunjukan padaku sekarang,dimana putriku?!" Mirah meninggikan nada suaranya
Bukannya menunjukan keberadaan Ratna,Mak nenah malah tersenyum sinis.
__ADS_1
"Kau tau? keadaan Rohanah sangat buruk,jiwanya makin terguncang akibat perbuatan kalian!" Amarah terlihat dari sorot matanya yang berkilat kilat.
"Dengar ya 'mak,aku samasekali tak merasa membuat keadaan Rohanah memburuk,"
"Kau bilang apa? tak merasa membuat keadaan Rohanah memburuk? cih! gara gara Herman yang selalu mengutamakan kau dan anakmu,Rohanah jadi tersisih,dan ketika anakku meminta sedikit perhatian kepada herman,dia malah mendapatkan penyiksaan darinya,dan kalian...kalian semua dirumah itu bukannya melerai atau menolong Rohanah,akan tetapi hanya diam saja dan menonton,apa kau puas keadaan Rohanah memburuk? kau senang 'kan,karena tidak ada saingan lagi," ucapnya menunjuk nunjuk Mirah dengan panjang lebar.
"Kau jangan mengada Ngada 'mak,ketik rohanah keluar dari rumah dan mengatakan akan pulang ke rumah emak,kejiwaan nya masih baik baik saja,dan lagipula apa yang kau tuduhkan tentang semua penghuni di rumah itu hanya diam dan menonton saja,itu tidak benar! bahkan kak disah menghajar Herman habis habisan karena telah menyiksa Rohanah," Mirah mencoba menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.
"Alahh,sudah,sudah,aku sangat muak mendengar semua ocehamu!" potong Mak nenah kesal,saat ini hatinya sedang diliputi amarah dan kebencian,jadi dia tidak akan mendengarkan apapun penjelasan yang diberikan Mirah.
Ketika mirah dan Mak nenah tengah adu mulut terdengarlah suara teriakan seseorang yang sangat familiar ditelinga Mirah.
"Argghh! tolong!"
"Ratna" gumam Mirah
"Apakah itu suara ratna? kau sembunyikan dimana anakku? jawab Mak!" bentak Mirah
"Cih!" Mak nenah mendecih dan menatap sinis kepada Mirah,dan hal itu justru membuat Mirah tersulut emosi.
"Hei,kau jangan macam macam padaku,capat beritahu KAU SEMBUNYIKAN DIMANA RATNA!"
"Hahaha,kau berani membentakku,sekarang rasakan ini!"
Suara cambuk menggema di lorong sempit tersebut,
"Arghh!" teriak Mirah kesakitan,dirinya tidak sempat menghindar dan otomatis terkena sabetan cambuk dari Mak nenah,bagian lehernya terasa perih dan sakit.
Melihat Mirah berteriak kesakitan,bukannya berhenti akan tetapi Mak nenah smakin brutal mengayunkan cambuknya,namun kali ini mirah berhasil menghindari nya.
Mengetahui sasaran nya tidak terkena cambuk miliknya mak nenah pun meradang,dengan membabi buta wanita tua itu mengayunkan cambuknya tanpa jeda kearah Mirah,untuk beberapa kali Mirah berhasil menghindari nya,akan tetapi luka di kaki dia yag diakibatkan gigitan tikus ternyata meradang,dan membuat ia terjatuh kesakitan,
"Aarggh! kakiku," rintih Mirah
Melihat itu Mak nenah semakin kegirangan,dengan penuh amarah dan kebencian ia pun terus menghantamkan cambuk ke punggung Mirah yang tengah bersimpuh memegangi kakinya.
"Ctass!"
"Arghh!"
__ADS_1
"Ctass...! ctass...!"
"Argghhh!!" teriak mirah kesakitan,karena Mak nenah tidak berhenti mengayunkan cambuk,kini baju Mirah di bagian punggung sudah basah dengan darah yang merembes,dari kulit dan dagingnya yang sobek,akibat sabetan cambuk tersebut.
Masih diruangan yang sama akan tetapi terhalang oleh rak rak yang berjejer disana,seorang gadis kecil sedang menangis dan meringis kesakitan,ternyata gadis itupun terkena gigitan tikus di kakinya,akibat dia tidak sengaja menginjak ekor si binatang pengerat tersebut,ketika menghindarinya.
"Tadi aku seperti mendengar suara teriakan,dari arah sana," gumamnya
Tiba tiba saja...
"Greeettt!"
"Srrekkkk!"
Terdengar suara sesuatu di dorong,dan sesuatu diseret.
Ratna melihat sesuatu di depan sana,terlihat wanita tua yang tengah menyeret sesuatu atau seseorang?
"Siapa disana?" tanya gadis itu,pasalnya ia tidak mengenali wanita misterius yang selama ini menyekapnya,dan sekarang hanya terlihat seseorang dengan rambut panjang memutih yang berantakan,badannya membungkuk karena tengah menyeret sesuatu.
"Siapa itu? hei aku bertanya kepadamu,apa yang kau bawa?" rasa penasaran serta rasa takut menyelimuti hatinya sekarang.
"Diam kau anak sial!" tiba tiba saja wanita tua itu berbalik badan dan memelototi Nana
Ratna terkesiap begitu melihat wanita tua di depan sana,belum lagi sesuatu yang diseret nya adalah seorang manusia yang berlumuran darah.
"Mak nenah?!" pekiknya sangat terkejut "Jadi,selama ini emak,yang sudah menyekap Nana disini?" tanya nya penuh rasa ingin tahu.
"Brukk!" tanpa menjawab pertanyaan Ratna,tiba tiba saja wanita tua itu membanting dengan keras seseorang yang diseret nya.
"I-ibu!" teriak Ratna,gadis itu begitu terkejut manakala ia melihat dengan mata kepala sendiri bahwa sesuatu yang diseret Mak nenah adalah ibunya sendiri,kondisinya begitu mengenaskan dengan luka luka parah di punggungnya,belum lagi kaki wanita yang melahirkan nya itu terlihat membengkak.
"Arrghhh! dasar wanita tua sialan,kau apakan ibu ku?" teriak nya memaki,gadis itu menangis histeris.
"Kau apakan ibuku?!" teriaknya lagi,dengan mengguncang tubuh tua Mak nenah
Namun...
"Ctass! ctass!"
__ADS_1
Malang bagi Ratna,kini gadis itu pun tak luput dari sabetan cambuk Mak nenah.
...****************...