Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
nonton si kabayan


__ADS_3

Mirah,nana bu rima dan trisa kini sudah sampai di alun alun kota bandung,dan mereka sekarang sedang menikmati jajanan yang ada di sana.


"Bu,ayo kesana! nana mau beli tas dan sepatu," tunjuknya ke area pertokoan yang berjejer di sebrang alun alun


"Duuh,yang gak sabaran.Sebentar,habiskan dulu makananmu anak manis," mirah tersenyum sambil menoel pipi nana


Akhirnya dengan secepat kilat nana menghabiskan semua makanan nya.Setelah itu mereka ber empat pun menuju ke pertokoan yang menjual berbagai macam barang,dari pakaian,sepatu dan tas.


"Waah,tas dan sepatunya bagus bagus,bajunya juga!" nana kegirangan,matanya terlihat memancarkan binar binar yang harus segera dipenuhi


"Ayo nana,kita pilih pilih tas nya dulu," ajak trisa,sambil menggandeng tangan nana


Kedua anak itu pun segera mengitari rak rak yang dipenuhi tas sekolah.


"Aku sering belanja baju dan sepatu di sini,tas juga," ujar trisa,di sela sela tangan nya yang sibuk memilih milih


"Wah,enak 'ya,jadi trisa.Sering belanja belanja," nana merasa kagum,fikirnya betapa bahagia apabila sering belanja baju dan tas di toko sebesar ini,karena banyak pilihan dan juga barangnya berkualitas bagus.


"Eh,tas nya lucu.Nana mau yang ini saja 'ah," tangankecil itu terjulur untuk mengambil tas yang sudah mencuri perhatian nya.


Sebuah tas berwarna ungu dengan tekinga kelinci,dan gantungan kelinci juga.Yang mana terlihat sangan imut.



"Wah,tas nya bagus na,aku mau juga 'ah,tolong pilihkan dong,warna lain dari model tas ini," pinta trisa kepada nana,ia merasa pilihan sang teman bagus,kalau sama'an sepertinya seru.Fikir gadis kecil itu.


"Siip,sebentar nana pilihkan," akhirnya ia menjatuhkan pilihan kepada warna biru.



"Semoga trisa suka 'ya,dengan tas pilihan nana,warna biru akan terlihat sangat cocok untuk mu," nana menyodorkan tas pilihan nya kepada trisa


"Wah,terima kasih Aku suka sama warna biru,tas nya juga bagus," trisa berbinar binar ketika menerima tas yang dipilihkan nana untuknya.


"Syukurlah kalau trisa suka," ucapnya senang


"Lanjut cari sepatu yuk," trisa menarik tangan nana.

__ADS_1


"Ayo..." nana mengangguk dan mengikuti langkah trisa ke bagian rak sepatu


Agak lama mereka memilih milih sepatu,itu karena mereka sangat bingung dengan model yang harus mereka pilih.


"Ah! yang ini saja 'na,bagus 'kan?" trisa menunjukan sepatu pilihan nya,



"Gimana? bagus nggak?" tanya trisa,menanyakan pendapat nana.


"Bagus,nana suka.Kalau begitu,boleh deh.Kita samaan juga sepatunya," ia merasa sepatu pilihan trisa bagus juga


"Sip! kita jadi seperti anak kembar 'ya,sepatu sama tas nya samaan," trisa dan nana terkikik,karena hari ini pilihan mereka sama dari tas dan sepatu.


Setelah mendapatkan pilihan tas dan sepatu,nana dan trisa pun kemudian menghampiri ibu mereka dan menunjukan barang barang pilihan nya.


"Sudah dapat sayang? tas dan sepatu nya?" tanya mirah


"Sudah bu" nana mengangguk


Akan tetapi bu rima mencegah mirah,ketika akan mengeluarkan uang dari dompetnya.


"Mirah,sudah tidak perlu.Simpan saja uangmu,biar aku yang membayar semuanya," cegah bu rima


"Tapi bu,saya ada uang kok,lagipula saya malu jika ibu membayar semuanya," tolak mirah halus


"Kamu ini,kayak sama siapa saja.Pake malu segala,saya ikhlas mirah,hitung hitung ucapan terimakasih saya karena kamu dan nana sudah mau menemani saya jalan jalan." ucap bu rima sembari mengeluarkan dompet dari dalam tas nya,kemudian ia menanyakan berapa harga yang harus dibayar untuk semua barang belanjaan itu.


Setelah bu rima membayar semuanya pegawai toko pun membungkus barang barang mereka,


"Terimakasih bu," ucap mirah tulus,sebenarnya ia merasa tidak enak hati karena dibayari bu rima Namun,itu adalah rezeki yang tidak boleh di tolak


"Sama sama mir," balas bu rima


Kemudian mereka pun keluar dari toko itu,


"Sekarang kita mau kemana lag?" tanya bu rima dan mirah kepada anak anaknya

__ADS_1


"Nana sama trisa sudah sepakat mau ke bioskop,katanya trisa,hari ini ada filem si kabayan.Nana mau nonton ya 'bu," rengeknya


"Baiklah," jawab mirah pasrah


Kemudian mereka pun menyebrang kembali untuk menonton film si kabayan di bioskop elita.


"Mami lihat,sepatu sama tas kamu samaan dengan punya nana?" tanya bu rima kepada anaknya


"Iya mam,kan seru.Buat kenang kenangan juga,jadi apabila nana sudah pulang kampung,ia tidak akan lupa kepadaku." Jawab trisa apa adanya


"Owh,begitu 'ya,tapi pilihan kalian bagus lho,mami suka.Siapa yang pilih?" tanya nya lagi


"Kalau tas,nana yang pilih.Tapi kalau sepatu,trisa yang pilih mam," kata anak itu merasa senang


"Wah,kalian pandai sekali memilih barang.Mami suka sama pilihan kalian berdua," bu rima mengacungkan jempolnya


Tak terasa,kini mereka sudah sampai di bioskop elita,mirah segera membeli tiket untuk ber empat.Dan film yang akan mereka tonton adalah si kabayan,yang di perankan oleh kang ibing.


Sampai di dalam mereka segera memilih kursi,nana dan yang lainnya duduk di barisan kedua dari depan.Cemilan dan minuman sudah siap ditangan masing masing untuk teman nonton.


Adegan demi adegan film pun dimulai,karena film si kabayan banyak adegan komedinya jadi semua penonton tertawa terpingkal pingkal dengan tingkah konyol si kabayan.


Bahkan nana sampai berurai air mata ketika melihat adegan si kabayan melemparkan tanah sawah yang lembek ke arah para gadis yang sedang melakukan aktifitas seperti mandi dan mencuci baju ia mengintip para gadis itu,akan tetapi tanah lembek itu malah mengenai kepala gundul seorang pria,dan akhirnya pria itu tak terima sehingga diantara mereka terjadilah geluudd,dengan gaya konyol ciri khas si kabayan tentunya.


"Aduh,seru sekali film nya,lucu," ujar nana disela gelak tawanya


"Bu,besok besok nana mau nonton lagi 'y,ke bioskop ini.Kalau di kampung kan,mana pernah nonton," ucapnya kemudian


"Boleh sayang,selama kamu berlibur disini,kita akan berseng senang sepuasnya," mirah menatap lembut nana,dalam hatinya ia bertekad untuk memberikan segala yang ia bisa untuk nana,ia berusaha menjadi ibu sekaligus ayah untuk ya.Walau pedih ia rasakan,tapi ia selalu berusaha menutupinya.


Tekad mirah sangat kuat untuk membahagiakan nana,untuk mencukupi segala kebutuhannya dan memberikan apapun yang terbaik untuk anak itu,tidak adanya seorang ayah di samping nana,sebisa mungkin hal itu tak kan mempengaruhi kehidupan dan mental nana,itulah yang selalu diperjuangkan mirah.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2