Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
izin


__ADS_3

...Tolong di ma'afkan jika banyak typo bertaburan๐Ÿ˜‡๐Ÿ™...


Acara ijab qabul telah selesai dan para tamu juga sudah menikmati hidangan'nya,satu persatu mereka pamit tak terkecuali keluarga mirah.Mereka semua berpamitan untuk kembali ke tempat masing masing.


"Menginaplah semalam lagi disini kak,aku masih kangen.Sudah lama sekali rasanya kita tak berjumpa,tera'khir kau kemari waktu pernikahanku bersama kang herman" mirah membujuk kakaknya yang akan pulang ke panjalu.


"Mir...kakak harus pulang sekarang,kalau tidak siapa yang akan mengurus semua hewan ternak kakak.Kemarin saja kakak titipkan ke tetangga,tidak enak rasanya jika harus terus terusan merepotkan orang lain" dengan lembut dan mengelus pucuk kepala mirah kakaknya menjelaskan.


"Baiklah,tapi kakak janji 'ya,harus sering sering berkunjung kemari.Kak dori juga sering mengeluhkan perihal kakak yang jarang menemui kita disini" mirah pasrah,ia sadar tidak bisa memaksa sang kakak.


"Insya'allah,nanti kakak usahakan 'ya.Tapi kalau bisa giliran kau yang berkunjung ke tempatku,apa kau sudah lupa tanah kelahiranmu hem? ibu dan ayah pasti sangat merindukanmu juga,sudah lama kau tidak berkunjung ke makam mereka."


Mirah hanya tertunduk sedih,memang semenjak dirinya dibawa tinggal bersama dori di kota B ia jadi jarang pulang ke panjalu,karena jaraknya yang cukup jauh.Di jaman ini kendara'an masih sangat sulit dikarenakan kota mereka hanyalah kota kecil.


"Aku juga ingin sekali pulang kampung 'kak,nanti aku bicara sama kang amir.Aku ingin mengajaknya dan mengenalkan kampung kelahiranku padanya" mirah tersenyum,tersirat kerinduan yang dalam dimatanya.


"Sepertinya hari sudah beranjak sore,takutnya kami kehabisan kendara'an yang menuju panjalu.Kakak pamit sekarang 'ya," Akhirnya kak omi dan istrinya pamit lalu disusul dengan keluarga lain'nya.


Mitah tertunduk sedih,dengan tak tahu malunya buliran bening itu jatuh begitu saja membasahi pipi mirah.Mirah memeluk kakaknya dengan erat,seolah tak ingin di tinggalkan.


"Sudahlah,lain waktu kita bisa berjumpa lagi.Kau sehat sehat disini ya,berbahagialah...dan ingatlah satu hal,jangan pernah kau mengingat ngingat semua kepahitan rumah tanggamu dahulu.Sudah sa'atnya kau mendapatkan kebahagia'an mirah,semoga amir bisa menjadi laki laki yang bertanggung jawab kepadamu dunia akhirat" omi mengelus punggung mirah lembut,menyalurkan ketenangan untuk adik tersayangnya.


Mirah hanya mengang'guk lalu mencium tangan kakak'nya.


"Hati hati kak" lirihnya.


"Amir..."titip mirah dan nana 'ya,jaga dia dan sayangilah mereka" aku pergi.


"Kau bisa percaya padaku" ucap amir mantap.


Akhirnya merekapun segera pergi meninggalkan mirah dan semuanya,Mirah melambaikan tangan'nya.


Malam harinya....


Musa,hamim dan disah sedang membicarakan nana,mereka seperti tidak sanggup jika harus berpisah dengan nana.Karena selama ini mereka begitu menyayangi dan mengasihi bocah lucu itu,disah dan musa sudah menganggap ratna seperti puteri kandung mereka sendiri.


"Nana sayang,apakah nana mau ikut ibumu tinggal bersama pak amir?" tanya disah,yang memangku nana dipahanya.Sesekali dia mengelus ngelus sayang pucuk kepala anak itu.


Musa disah dan hamim tak sabar menunggu jawaban nana.

__ADS_1


"Hem" nana mengangguk mantap,tanda dia mau. "Nana mau main sama kak soni,kak soni baik sama nana" lanjutnya lagi.


"Memangnya,menurut nana selama ini kak hamim tidak baik?" hamim merajuk.Karena merasa tersaingi oleh soni.


Nana langsung turun dari pangkuan disah,dan berpindah ke pangkuan hamim.Dengan senang hati hamim memangku nana sambil mengusap ngusap kepala nana.


"Kak hamim tetap kakak nana yang terbaik,tidak tergantikan" ucap nana.


Hamim tersenyum,lalu mencium pipi nana gemas.


"Iya,kakak percaya sama nana.Tapi sepertinya kak hamim akan rinduu,sekali dengan nana.Sebab nanti kita akan semakin jarang bertemu" ujar hamim sendu.


"Kakak kan sudah besar,jadi kakak bisa main ke tempat nana nantinya" dengan polosnya dia berbicara.


"Nana memang pintar" hamim tertawa sambil menciumi pipi nana.


Di kamar...


Mirah dan amir baru saja selesai sholat isya ber'jama'ah,tak lupa amir juga memanjatkan do'a kepada sang maha pencipta agar diberikan rumah tangga yang bahagia dunia dan akhirat.Mirah mencium tangan amir takzim.Setelah itu ia langsung membereskan perlengkapan sholat nya.


"Dimana soni kang? aku belum melihatnya sejak tadi" mirah menyakan keberada'an anak sambungnya karena semenjak maghrib belum melihatnya lagi.


"Tadi sih akang lihat dia masuk ke kamar tamu,sepertinya dia tertidur.Nanti akang bangunkan untuk shalat isya dulu" ujarnya.


"Akang mau disini aja sama kamu mir..."


"Ih...akang,ngapain disini? mending kita keluar dan bergabung sama kakak"


"Tapi akang masih pengen ber'dua'an sama kamu dikamar,kita kan penganten baru mereka pasti mengerti" amir menarik sudut bibirnya dan menaikan satu alisnya.


Dengan cepat amir menarik pinggang mirah dan menariknya kedalam pelukan'nya,lalu tanpa izin dia langsung mencium pipi mirah kanan kiri,lanjut kening,mata hidung,dagu dan ter'akhir bibir mirah.Mirah yang mendapatkan serangan dadakan tidak bisa berkutik sama sekali,dia sangat terkejut dan tersipu malu dengan perlakuan amir.Yang menciuminya.


"Kamu sekarang isteriku,bibir ini,mata ini,dan semua yang ada pada mu hanya aku yang bisa menyentuhnya" amir menelusuri tiap inci wajah mirah,dia begitu terpesona akan kecantikan isterinya ini.Amir selalu merasa terhipnotis ketika memandangi wajah mirah terutama bagian mata dan bibirnya,mata mirah begitu teduh dan selalu memancarkan kelembutan.Membuat siapa saja yang memandangnya terpana.


"Aku beruntung bisa memperistrimu 'mir,dan aku tak habis fikir.Mengapa ayahnya nana dulu dengan bodohnya meninggalkanmu dan memilih wanita itu,seorang pengasuhmu" amir geleng kepala,dengan kebodohan herman.


Mirah menghela nafas panjang.


"Sudahlah kang,kau tak perlu mengungkit masa laluku.Jujur saja,aku benar benar ingin melupakan semua kenangan buruk itu.Dan dengan hadirnya dirimu dihidupku aku berharap,semua kenangan buruk itu akan tergantikan dengan semua kenangan manis yang ku terima darimu,maukah dirimu memberiku kenangan indah?" mirah berkata lirih.

__ADS_1


"Ya,tentu saja sayangku.Aku hanya akan memberimu kenangan indah,kau bisa pegang ucapan'ku.Aku begitu mencintaimu aku berjanji tidak akan mengecewakan mu.Mari kita keluar,dan berkumpul bersama keluargamu." amir mencium kening mirah dan mengajak mirah keluar.


Di ruang keluarga disah yang sedang berkumpul seketika tersenyum melihat kedatangan mirah dan amir.


"Ibu..." nana bangkit dari gendongan hamim,dan menghambur ke gendongan ibu nya.Dengan sigap mirah menangkap nana.


"Aduh,nana ini sudah besar dan berat lho...masih aja minta gendong," ujar mirah sambil menciumi nana.


"Sini,pak amir saja yang gendong.Mau tidak?" tawar amir.


Nana mengangguk,tanpa ragu dia pindah ke gendongan amir.


Setelah duduk mereka pun berbincang hangat,bersenda gurau sambil menikmati camilan yang tersedia.


"Penganten baru,kirain gak bakalan keluar kamar" celetuk musa.


"Kakak apa'an sih" pipi mirah bersemu merah,dia merasa sangat malu musa menggodanya.


"Tadinya aku tak mau keluar kamar,tapi aku takut nanti kalian akan tergoda jika mendengar suara suara kebahagia'an kami" amir membalas celetukan musa.


"Huss! sudah diam,kalian bicara apa sih.Lupa? ada anak kecil disini" sindir disah sebal.


Dan mereka semua hanya tertawa gembira.


"Kakak ipar,aku minta izin.Besok aku akan memboyong mirah dan nana ke rumahku di desa B.Mereka akan tinggal bersamaku dan soni,semoga kalian mengijinkannya." amir mengutarakan maksudnya yang ingin membawa mirah dan ratna tinggal di rumahnya.


Musa dan disah terdiam,sebenarnya mereka tidak rela berpisah dari mirah.Terutama dengan nana,beberapa tahun kehidupan mereka lalui dan sudah terbiasa dengan kehadiran mirah serta ratna.


"Aku mohon kak,aku berjanji akan membahagiakan mereka" melihat keraguan dan ketidak rela'an kakak iparnya amir segera meyakinkan mereka.


"Sebenarnya aku belum rela mereka jauh dariku.Tapi karena sekarang kau adalah suaminya,jadi terpaksa kuijinkan.Namun,dengan syarat...bahagiakan mereka,jangan pernah kau menyakiti adik'ku dan anak'ku.Jika itu terjadi,aku adalah orang pertama yang akan memberimu pelajaran!" tegas musa,dia akhirnya memberikan izin walaupp0 dengan sedikit ancaman di akhir kalimatnya.


"Pasti! aku akan membahagiakan mereka." amir berkata dengan penuh keyakinan


Akhirnya setelah obrolan selesai,mereka pun beranjak ke kamar masing masing. Untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang sudah lelah.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...ramaikan juga dengan komen๐Ÿ˜‡๐Ÿ™๐Ÿ˜˜


__ADS_2