
Sejak pagi disah sudah sibuk kesana kemari mempersiapkan barang bawa'an yang akan dibawa nya ke rumah mirah sebagai oleh oleh.Tak lupa disah juga mengemas beberapa potong pakaian nya dan suaminya untuk baju ganti,karena rencana nya disah akan menginap disana selama beberapa hari.
"Pak! tolong ya, itu pisang raja sama ikan mas nya jangan lupa,masuk kan kantong besar yang sudah ku siapkan.Terus,bawa juga beras yang satu karung itu,sama dua manggar petai." Disah sangat bersemangat ketika dirinya akan berkunjung ke rumah mirah,dirinya sudah terlalu merindukan dua orang kesayangan nya itu.
Musa tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya.Lalu merapikan semua barang bawa'an yang sudah disiapkan disah.
Setelah semua persiapan selesai disah dan musa pun segera berangkat,mereka berjalan kaki dari rumah menuju pangkalan becak sekitar setengah jam.Lalu dilanjutkan naik becak sampai batas desa,setelahnya lanjut naik delman sampai tujuan.
Di sisi lain,rumah amir.
Mirah sangat kebingungan dengan sikap suaminya yang sangat tidak biasa.Dari semalam sikap amir sangat berbeda,amir terlihat sangat gelisah dengan tatapan matanya yang kosong.Ketika mirah mengajaknya bicara amir hanya diam.Sama sekali tidak memperdulikan mirah.Mengetahui sikap amir yang seperti ini tentu saja mirah sangat sedih ia merasa diabaikan suaminya.
"Kang,akang kenapa sebetulnya? mengapa sejak semalam sampai sekarang,akang mengabaikan aku.Akang juga terlihat sangat gelisah,apa sebenarnya yang terjadi? tolong,jangan diamkan aku seperti ini.Beri aku penjelasan,apakah aku ada kesalahan terhadapmu?" mirah berbicara kepada suaminya dengan sendu.Matanya berkaca kaca,tiba tiba bayangan pengkhianatan herman dan karwan melintas di fikiran nya.
"Jangan bilang,akang mempunyai wanita lain." Tuduh mirah dengan air mata yang sudah menggenang.
Namun,amir hanya diam.Tak merespon sama sekali semua perkata'an mirah,hatinya merasa sangat gelisah.Entah mengapa amir begitu merindukan marni,sejak semalam bayangan marni selalu mengganggunya,wanita itu sama sekali tak mau pergi dari hati dan fikiran nya bahkan amir seperti melihat marni ada dihadapan nya.
"Marni,aku merindukanmu.Sangat merindukanmu" gumam amir,tentu saja gumaman amir terdengar oleh mirah yang duduk dihadapan amir.
*Tes...
Tes*...
Air mata mirah akhirnya jatuh juga dan mengalir deras di pipinya,kembali hatinya terluka mengetahui suaminya sedang merindukan wanita lain.
"Siapa itu kang? siapa wanita itu? SIAPA MARNI? JAWAB AKU KANG!!" akhirnya mirah tak kuasa menahan amarahnya.
__ADS_1
"DIAM!!" amir berteriak kemudian berlalu pergi,meninggalkan mirah yang sedang menangis.
Mirah sama sekali tak menyangka bahwa amir membentaknya.Dari arah kamar terlihat bocah laki laki sedang berdiri menyaksikan keributan kedua orang tuanya,air matanya menetes tangan nya terkepal kuat.Manakala dirinya mengetahui penyebab keributan ayah ibunya adalah marni si nenek grandong yang sangat ia benci.
Ketika mirah sedang menangis,terdengar pintu rumah diketuk.Mirah pun segera beranjak untuk membukakan pintu,sebelum membuka pintu mirah terlebih dahulu mengintai dari balik gorden.Mata mirah terbelalak ketika ternyata yang bertamu adalah kakaknya.Mirah sangat tidak ingin masalah rumah tangganya sa'at ini diketahui kakak kakak nya.Sungguh! mirah tak ingin membuat dua orang yang begitu menyayanginya bersedih,jika mengetahui permasalahan rumah tangganya.
Dengan segera,mirah mencuci muka dan merapikan penampilan nya.Agar matanya yang sembab tak nampak.Lalu dengan cepat mirah menuju pintu dan membukanya.
Ceklek...
"Kakak...,mirah kangen banget sama kalian," dengan refleks mirah memeluk disah,usapan lembut dipunggung mirah terasa begitu menenangkan hati nya yang sedang gundah.
Mirah bergantian memeluk disah dan musa.
"Mir...kamu sehat kan?" tanya disah.
"Mari,silakan masuk kak.Nana pasti senang kalian datang kemari" ujar mirah.
Setelah disah dan musa dipersilakan duduk,mirah pun beranjak kedapur untuk membuatkan minuman dan membawakan makanan kecil untuk teman minum kedua kakaknya.
"Sebentar mir,ini...kakak bawakan oleh oleh untuk kalian,di dalamnya ada pisang raja cere kesuka'an putri kecilku," jelasnya.
"Terima kasih kak,sudah repot repot membawakan kami oleh oleh segala"
"Kamu itu mir,kayak sama siapa aja." ucap disah.
"Dimana nana kita ya pak? kok aku gak melihatnya?" mata disah memindai sekitar ruangan rumah itu.Mencari cari gadis kecil kesayangan nya.
__ADS_1
"Mungkin sedang bermain 'mak,sabarlah sedikit.Nanti juga bertemu." musa menenangkan istrinya,yang terlihat sangat tidak sabar untuk bertemu gadis kesayangan nya.
Dari arah belekang,terlihat mirah membawa nampan ber'isi minuman dan makanan kecil.
"Silahkan kak,diminum dulu teh nya.Dan cicipi juga kue lapis ini.Baru dibuat pagi ini" dengan senyum terkembang mirah mempersilahkan kedua kakaknya.Sambil menikmati teh dan cemilan mereka bicara ngalor ngidul hingga tak terasa sudah berapa lama mereka habiskan melepas rindu.
"Mir...sejak tadi,kakak tak melihat suamimu ataupun anak anakmu,kemana mereka?" disah merasa heran,sejak tadi dia tak melihat yang lain nya.
"Nana dan kakak nya sedang bermain,kerumah temannya.Kalau kang amir dia..." mirah menjeda ucapan nya dan menghela nafas panjang.
Musa dan disah bisa menangkap pancaran kesedihan dimata mirah.
"Kenapa,ada apa dengan suami mu mir? kamu jangan menutupi apapun dari kami.?" desak musa.
Akhirnya mirah menjelaskan semua yang terjadi.Termasuk perubahan sikap amir.Mirah memang tak akan pernah bisa menyembunyikan hal seperti ini dari kedua kakak nya.Apalagi mirah tahu kedua kakaknya akan tinggal beberapa hari bersamanya,jadi meskipun mirah merahasiakan nya.Itu akan percuma saja,toh pada akhirnya mereka akan mengetahui nya juga.
Setelah mendengarkan semua penuturan mirah.Musa pun menarik kesimpulan.
"Suamimu kena pelet mir!" singkat musa.
"APA?!!" seru disah dan mirah berbarengan.Mereka kaget bukan main.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...🙏😇😘 maaf jika banyak typo nya.