
Pagi ini mirah bangun agak terlambat,semalam ia susah sekali untuk tertidur kembali setelah kejadian yang membuatnya panik,hingga mengeluarkan jurus keberanian yang terpendam.Karena itulah mirah tidak membuat masakan untuk dijual di kantinnya,hari ini ia hanya menjual roti bakar dan minuman hangat saja,seperti teh manis,kopi,susu,dan wedang jahe.
Hawa dingin kota bandung memang cocok sekali apabila dinikmati bersama dengan minuman hangat,dan seperti biasanya juga ratna manggala selalu membantu sang ibu untuk mengantarkan pesanan ke tempat biasa seperti lp banceuy dan kantor pos.
Kini nana merasa sangat lelah,sehingga ia bersantai sejenak sambil bermain masak masakan,belum lama ia bermain tiba tiba saja telfon berdering.
"Hallo" sapa nana
"Hallo,ini sama nana 'ya?" terdengar suara berat di ujung telfon sana
"Iya,ini dengan siapa 'ya?" tanyanya,ia belum bisa menebak suara di sebrang sana
"Ini bapak,nana.Papanya trisa," jawab suara itu
"Owh,bapak...maaf,nana agaknya lupa sama suara bapak,ada apa 'pak?" nana terkikik,fikirnya bagaimana ia bisa tidak mengenali suara berat itu,padahal selama di bandung ia sering di ajak trisa bermain di rumahnya.
"Ah,nana...sudah lupa rupanya 'ya,sama bapak?" pria berkharisma itu tertawa khas dirinya
"Hehehe,maaf.Bapak mau pesan?" tanya nya kemudian
__ADS_1
"Iya,bapak mau roti bakar sama kopi hitam,bilang sama ibumu 'ya" pesan pak rahardjo
"Baiik,roti bakarnya mau pake apa 'pak?"
"Bapak mau roti bakar coklat,sama roti bakar selai kacang,jadi dua porsi 'ya," ujarnya menyampaikan apa yang diinginkan
"Siip! nana bilangin ke ibu 'ya,nanti rotinya nana anter ke kantor bapak" ucapnya riang
"Ok,terimakasih anak manis,"
"Sama sama 'pak" kemudian telfon pun terputus
Kemudian gadis kecil itu memberitahukan kepada sang ibu perihal pesanan pak rahardjo,dan setelah semuanya siap mirah segera mengantarkannya.
Sore pun tiba,nana sudah merengek ingin jalan jalan dan nonton bioskop,kalau sudah seperti itu mirah bisa apa? ia hanya akan menuruti keinginan sang putri semata wayang,lagipula mumpung nana ada di bandung fikirnya.
Nana sudah rapi dan wangi,ia sudah siap berjalan jalan dengan sang ibu langkahnya riang ketika keluar dari kamar,tapi tiba tiba saja trisa datang dengan bu rima.
"Eh,mirah,nana,kalian sudah rapi sekali.Mau kemana?" bu rima merasa bahwa ia datang di waktu yang kurang tepat,ketika melihat mirah dan nana sudah rapi dan bersiap pergi.
__ADS_1
"Emm,iya 'bu,dari tadi dia ini merengek terus,minta jalan jalan dan nonton bioskop," ucap nya jujur
"Owh,begitu rupanya.Saya datang kemari juga,mengantar anak saya trisa,tadi dia juga merengek minta jalan jalan.Tapi maunya ngajakin nana,ya sudah saya antar kesini,sekalian minta izin sama kamu 'mir" wanita yang tidak lagi muda,namun tetap cantik itu menjelaskan maksud dan tujuannya berkunjung ke tempat mirah.
"Kalau begitu,mari...kita pergi bersama sama," ajak bu rima
"Mari," mirah tersenyum ramah,acara jalan jalannya sekarang tambah seru dengan kehadiran bu rima dan trisa
Ratna dan trisa bergandengan tangan,mereka sudah menjadi teman yang sangat akarab.Trisa merasa cocok berteman dengan nana,begitupun sebaliknya.
"Bu,nanti nana mau beli sepatu dan juga yas 'ya" pintanya kepada sang ibu
"Baiklah," mirah mengangguk menyetujui permintaan anaknya
"Trisa juga mau ya mam," anak itu mendongak dengan mata yang berbinar.
Bu rima hanya tersenyum sambil mengangguk.
.
__ADS_1
.
.