Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Menginap di rumah anisah


__ADS_3

Sepanjang perjalanan ke rumah anisah nana berceloteh riang dengan ibunya,ia merasa senang berteman dengan trisa,menurutnya walaupun trisa anak orang kaya tetapi dia anak yang sangat ramah.


"Bu,nana seneng deh bisa berteman dengan trisa," ucapnya kepada sang ibu


"Bagus dong kalu begitu,berarti nana tidak akan kesepian selama berlibur disini," mirah tersenyum


Tak terasa ibu dan anak itu sudah sampai di rumah anisah


"Ini rumahnya siapa 'bu?" tanya nana


"Ini rumah kakak nya ibu sayang," ucap sang ibu lembut


"Mari,kita ucapkan salam," kemudian keduanya mengucap salam,tak lama seorang anak kira kira seumuran soni membukakan pintu rumahnya


"Eh,ada bibi," yang ternyata ia adalah anaknya anisah yang bernama Aam aminah.


Aam menyalami mirah dan nana,kemudian mempersilahkan masuk.


"Bagaimana kabarmu aam?" tanya mirah kepada keponakan nya


"Alhamdulilah saya baik bi,bagaimana dengam bibi?"


"Seperti yang kamu lihat,bibi juga alhamdulillah baik baik saja," jawab mirah dengan lengkungan manis di bibirnya


"Ini anak bibi 'ya?" tanyanya menunjuk nana


"Betul,ini anak bibi,kebetulan dia sedang libur sekolah,jadi dia ikut ke kota ini untuk menghabiskan masa liburannya," terangnya kepada aam


"Nana,ayo salim sama teteh aam," titah mirah kepada ratna


"Salam kenal,ya 'teh," ia menyalami aam


"Salam kenal juga nana," aam tersenyum senang dengan kunjungan saudarinya.


"Ratna sama bibi nginep sini 'ya,nanti nana bobonya sama teteh," aam sangat berharap ratna menginap dirumahnya,ia adalah anak tunggal,selama ini sangat berharap punya adik,kebetulan ada anak mirah sang bibi,yang bisa dibilang dia juga adiknya,apalagi tampang nana yang menggemaskan di mata aam,rasa ingin dekat sebagai saudara begitu kuat.


"Nana gimana ibu saja 'teh," ia memasrahkan keputusan nya kepada sang ibu tercinta

__ADS_1


"Tapi sayang,besok kan ibu mau buka kantin," mirah bimbang,antara menginap dan tidak.Jika menginap bisa dipastikan besok ia tak bisa berjualan di kantinnya.


"Yaah,bi...mau ya menginap disini,kan mumpung nana lagi liburan,mau ya bi..." ucap nya memelas,berharap bibinya mau menuruti permintaannya.


"Nana mau,bobo disini?" tanya mirah kepada anaknya


"Nana mau mau saja bu,lagipula 'kan,jika tidak sedang berlibur begini,mana bisa nana menginap di rumahnya teteh," ujarnya


Mirah menghela nafas,akhirnya ia menyetujui untuk menginap di rumah kakak nya semalam.


"Ngomong ngomong,kemana ibumu 'am? sejak tadi bibi belum melihatnya," karena mereka asyik mengobrol,akhirnya si tuan rumah sebenarnya terlupakan


Aam menepuk jidatnya,ia sampai lupa mengabari sang ibu jika ada bibi nya berkunjung.


"Sebentar bi,aku panggilkan ibu dulu.Tadi si masih berjualan." kemudian aam pamit sebentar untuk memanggil ibunya,yang masih berjualan.


Tak lama aam dan anisah datang


"Mir,kapan kamu kembali dari kampung?"


"Tadi pagi kak,laris kak jualannya?" tanya mirah.


"Alhamdulillah,syukurlah kalau begitu," mirah merasa ikut bahagia


"Ooh,iya...bagaimana kabarnya disah dan musa?" anisah menanyakan kabar kakak ipar adiknya,ia sangat tahu jika mirah memang dirawat oleh mereka semenjak dicampakkan herman dulu.


"Alhamdulillah,mereka sangat sehat dan kuat.Setiap hari ke ladang atau ke sawah,aku juga suka heran,ada saja yang mereka lakukan setiap harinya di sawah dan di ladang itu,seperti tidak ada capenya," mirah geleng geleng kepala jika mengingat kegiatn kakak ipar nya setiap hari.


"Yah,wajar saja 'mir,mereka itu kan petani,ke sawah dan ke ladang memang sudah pekerjaan nya,terbukti 'kan,hasil tani mereka melimpah ruah.Bahakan,bisa menampung semua warga ketika bencana longsor kala itu," anisah terkenang ketika kejadian longsor beberapa tahun silam,walaupun ia tidak mengalami secara langsung,namun disah dan mirah menceritakan nya.


"Eh iya,ini nana anakmu 'kan? dulu waktu aku kesana saat pernikahanmu dengan amir,dia masih kecil.Sekarang sudah besar 'ya? nana kelas berapa sekarang?" anisah bertanya sambil mengusap ngusap rambut panjang nana


Nana yang sedang asyik mengobrol dengan aam pun berhenti sejenak,ia menyalami dan mencium punggung tangan anisah.


"Nana kelas dua 'wa," jawabnya


"Jangan panggil uwak,panggil saja emak 'ya," anisah tersenyum lembut

__ADS_1


"Iya mak," nana mengangguk,ia merasa senang memanggil anisah dengan sebutan emak,kini ia jadi teringat dengan emak disah tercintanya.


"Kamu nginep si kan mir? waktu itu kamu janji lho,mau nginep di rumahku,nah...sekarang adalah waktu yang tepat," ujar anisah


"Iya,aku nginep di sini,bawel 'ah,"


"Alhamdulillah,kalau begitu sekarang kita kedapur 'yuk,bantuin kakak menyiapkan makan malam untuk kita ber empat," anisah mengajak adiknya ke dapur,malam itu akan menjadi malam yang bahagia untuk anisah,karena semenjak suaminya meninggal ia hanya tinggal berdua saja dengan aam,dan kini mirah dan anaknya akan menginap di kediaman nya,yang mana membuat hati anisah begitu bahagia,ia bisa merasakan lagi bahagianya berkumpul bersama keluarga.


"Aam,ajak nana ke kamarmu," titah anisah kepada sang putri semata wayang,aam mengangguk mengiyakan.Hatinya begitu bahagia sekarang,kamarnya yang luas akan ia tempati berdua dengan sang adik.


Setelah puas mengobrol ngalor ngidul,aam mengajak nana ke kamarnya,lalu mirah mengikuti kakak nya ke belakang untuk menyiapkan makan malam.


"Kak,aku bawa oleh oleh,ini dari kak disah," mirah menyodorkan tas besar anayaman dari rotan kepada anisah


"Owh,terimakasih,apa ini mir?" tanya nya penasaran.


"Kakak buka saja,"


Dan ketika anisah membukanya,ia begitu kegirangan,di dalam tas anyaman besar itu terdapat tiga buah kelapa muda,yang memang sebelumnya sudah di kupas dan dibuang sabutnya oleh musa,dua ikan gurame besar,satu ekor ayam kampung,serta dua gros gula aren,terakhir adalah pete duapuluh lima biji.


"Banyak sekali,oleh olehnya 'mir," matanya berbinar,sudah lama ia tak merasakan ikan gurame dan ayam kampung,yang benar benar dari kampung,ia juga kegirangan ketika mendapatkan dua gros gula merah,fikirnya,ia akan membuat pisang goreng menggunakan gula itu,pasti akan sangat enak dan wangi.


Sedangkan di kantin...


Cu'eng sudah bolak balik kesana kemari hanya ingin melihat penampakan mirah,namun sejak tadi ia sama sekali tak melihat wanita cantik itu,kamarnya pun selalu tertutup rapat.


Akhirnya pria itu pergi ke belakang,bermaksud untuk mengecek semua peralatan dan pintu gerbang bengkel,takutnya belum terkunci rapat.Walaupun sebenarnya ia agak merinding jika sore menjelang maghrib begini ia ke belakang sana,namun rasa tanggung jawab itu begitu besar.


Ia melangkah kan kaki nya,kemudian mengecek pintu gerbang,tapi sudah terkunci,namun netranya begitu tertarik kala melihat seonggok mobil antik berwarna emerald,yang sepertinya baru selesai di perbaiki.Mobil jenis chevrolet fleetline deluxe keluaran awal 1950 an ini begitu menarik hati cu'eng,kemudian ia pun berniat untuk mencobanya,dan kebetulan kunci mobil itu tergantung di pintunya.



Ya allah,ini mobil kenapa cantiiikkk sekaliii๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜rasa ingin memiliki nya begitu kuat,namun apalah daya tanganku tak sampai๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†


.


.

__ADS_1


.


Gambar di ambil dari google.


__ADS_2