
Disah dan musa kesana kemari mencari keberadaan cu'eng,namun yang dicari tidak nampak batang hidungnya sedikitpun.
"Mak,tolong cari ke sebelah barat.Bapak mau cari ke arah sana,nanti kita bertemu kembali disini.Jangan lupa berdo'a dulu," musa memutuskan untuk berpencar mencari cu'eng
"Baiklah,aku berani kalau masih siang hari begini." disah mengangguk,lalu menjalankan apa yang diperintahkan suaminya.
"Ya Allah,mohon dimudahkanlah segala urusanku,kali ini untuk pencarian pak cu'eng," ucap nya bermunajat dalam hati
"Assalamu'alaikum,permisi...,kepada siapapun penghuni di sini,saya meminta maaf apabila merasa terganggu dengan kehadiran ku,tidak ada maksud mengganggu.Hanya sedang mencari seorang keturunan adam yang hilang disini entah kemana," sambil berjalan disah terus bergumam,namanya di kedalaman gunung tentu saja ia harus berhati hati dalam bersikap maupun berucap.
Setelah melangkah beberapa jauh disah merasa lelah,namun tak mendapatkan hasil apa apa.Tenggorokan nya pun terasa sangat kering,ia sedang kehausan sekarang.
"Ah,mana bekal kutinggal disana lagi." keluhnya.
"Ya Allah,hamba haus sekali.Hamba ingin sekali minum air yang segar," adunya kepada sang MAHA KUASA.
Seolah olah do'anya di dengar lalu dikabulkan,tiba tiba saja telinga disah menangkap suara gemericik air dari arah depan,namun seperti berada di bawah.
__ADS_1
"Terimakasih YA Allah,petunjuk nya.Hamba akan menuju sumber air itu," gumamnya,kemudian ia melangkah kan kaki nya sambil celingukan mencari dimana sumber kehidupan itu berada.
Tak lama ia berjalan,kemudian netranya melihat kilauan air yang begitu jernih.Namun agak jauh,dan harus turun kebawah.
"Agak sulit rupanya," kemudian disah mencari pijakan yang aman untuk dilewati,tangannya berpegangan kepada akar akar pohon yang menjulur tak lama ia pun sampai di bawah,ada sungai kecil dengan aliran air yang sangat jernih disana,apabila tidak mendengar gemericik airnya,niscaya tidak akan tahu ada sumber air dibawah sana,karena posisinya ada dibawah,dan juga sangat rimbun dengan pepohonan,seperti sengaja mengelilingi aliran sungai itu
Aliran air itu bermuara di kolam kecil yang jika diperkirakan cukuplah untuk sekedar berendam,kolam kecil itu dikelilingi oleh batu batu kecil sehingga terlihat indah dan nyaman.
"Nyaman sekali disini,aku akan segera minum," kemudian disah mengambil air dengan kedua tangannya dan minum dengan cukup.
Setelah cukup minum,wanita itu kemudian beranjak untuk kembali ketempat semula menemui musa,namun mata nya melihat sebuah batu yang sangat besar berada tak jauh dari aliran sungai kecil itu,sejak tadi ia terlalu fokus untuk minum,sehingga tidak melihat batu besar disana.
Disah lalu kembali menapaki akar akar pohon yang menjulur itu,memanjat untuk kembali keatas,lanjut menemui suaminya.
***
"Gimana pak,dapat petunjuk? tanya disah
__ADS_1
Musa menggeleng lesu "Tidak ada 'mak,"
"Sama 'pak,aku juga tidak bisa menemukan cu'eng," disah menunduk sedih,
"Atau...,apakah dia sudah pulang duluan ya 'pak?" disah mencoba berfikir positif
"Entahlah 'bu,namun,sudah pulang atau belum atau belum.Kita harus segera pulang,hari sudah sore.Bukan lagi waktunya untuk berada di tempat seperti ini," ujar musa.
"Iya pak,mari kita pulang.Dan jika cu'eng belum berada di rumah,besok kita harus kembali kesini kemudian mencarinya lagi,"
Musa mengangguk,kemudian mereka berdua pun pulang.
"Kang musa! kak disah! tunggu saya,mengapa kalian pergi tanpa saya?" laki laki itu berteriak,tetapi tidak dihiraukan oleh musa.
"Kemarilah,kang cu'eng" ujar suara lembut nyaris seperti hembusan angin.
.
__ADS_1
.
.