
Disah masuk ke kamar menidurkan nana di ranjang,lalu diapun segera membangunkan mirah yang masih terlelap.
"Kasihan kamu mir,pasti kamu kelelahan" gumam disah sambil mengelus rambut mirah.
"Mir...mirah,bangun yuk" disah menepuk pelan pipi mirah untuk membangunkannya.
"Hmmm" mirah menggeliat,perlahan mata indah itu terbuka "kak disah,jam berapa ini kak? aku kelama'an ya tidurnya? nana mana kak?" tanya mirah beruntun.
"Ish,kamu ini mir...tanya itu satu satu.Ini udah mau dzuhur,tuh kak musa baru pulang.Terus nana,tuh dia disampingmu tidur,tapi badan'nya masih demam.Tadi sih amir nyaranin supaya ratna dibawa ke puskesmas,makanya kakak kesini bangunin kamu" tutur disah panjang lebar.
"Tunggu,amir!? siapa amir kak?" mirah kebingungan.
"Katanya si amir,kalian pernah bertemu dipasar masak kamu lupa mir"
"Di pasar? oh! apakah dia amir yang pernah menolong nana waktu itu?" seketika mirah langsung teringat kejadian dipasar beberapa hari yang lalu.
"Sepertinya memang iya mir,ayo bangun temui dia.Tadi dia nanyain kamu." ajak disah.
Mirah pun segera bangun,setelah cuci muka dan merapikan diri dia pun segera pergi keruang tamu.
Diruang tamu sudah ada disah dan musa yang sedang berbincang bincang,musa sangat penasaran dengan cerita amir yang bisa mengenal mirah.Amir hqnya berdecak kesal karrna harus mengulang lagi untuk menjelaskan kejadian dipasar waktu itu,padahal dia sudah bicara panjang lebar kepada disah tadi sebelum musa datang.Tapi disah berpura pura belum tahu apa apa,dan sengaja menyuruh amir untuk menjelaskannya lagi kepada suaminya.Amir sebal,merasa dikerjai pasutri ini.
"Ehm..." mirah berdehem.
"Eh mir...sini," disah menepuk kursi di sebelahnya,mirah hanya mengangguk dan tersenyum sambil mendekati disah dan duduk dikursi sebelah disah.
Amir yang melihat kedatangan mirah seketika merasa gugup sekaligus bahagia.Dia langsung berdiri dan menjabat tangan mirah.
Ketika berjabatan tangan netra mata mereka bertemu dan mirah tersenyum manis kepada amir.
"Kang amir...apa kabar? saya tidak menyangka kita akan bertemu lagi.
Dan...ya' terimakasih atas pertolongan'nya waktu itu."
__ADS_1
Seperti terhipnotis,amir hanya memandangi mirah tanpa berkedip,dia juga seakan akan menjadi tuli dengan yang diucapkan mirah,dia hanya terfokus memandangi mirah dan menjabat tangan mirah erat.Seolah tak ingin melepaskan'nya.
"Khem...,amir!" musa berdehem kencang.
"Sudah,lepaskan tangan adik'ku jangan kencang kencang kamu pegang tangan dia" musa tersenyum geli melihat tingkah amir yang tak kunjung melepaskan tangan mirah.
"Ah,um...hehe,"amir terkekeh,dan menjadi canggung.Diapun segera melepaskan tangan mirah dan duduk kembali.
"Jadi..."
"Kalian sudah saling mengenal,dan aku tak perlu lagi repot repot menjodohkan kalian" lanjut musa.
"Menjodohkan?? amir dan mirah serempak.
"Memang ya,kalau jodoh selalu kompak"
disah tersenyum menggoda amir dan mirah.
"Kakak...apa sih," mirah tertunduk malu.
"Kamu ingat kan mirah,kakak pernah bilang waktu itu.Bahwa ada se'orang duda yang sedang mencari isteri,dan kakak pernah bilang 'kan pekerja'an nya adalah pemborong bangunan.Nah,sekarang orangnya ada dihadapan kamu.Amir ini orangnya." lanjut musa panjang kali lebar.
"Jadi...??!" mirah dan amir saling menunjuk.Lagi lagi amir dan mirah kompak dalam keterkejutan.
Amir dan mirah langsung tertunduk malu dan membuang pandangan masing. masing.
"Iya,kamu 'kan pernah bercerita padaku amir,kalau kamu sedang mencari isteri dan waktu itu aku pernah mengatakan,bahwa aku punya se'orang adik perempuan yang dicampak'kan suaminya.Ya' ini si mirah.
Akhirnya mereka semua tertawa karena pertemuan amir dan mirah yang tak disengaja akhirnya menjadi sebuah pertemuan yang pasti meninggalkan kesan di hati dua orang ini.
Malam hari...
Amir yang memutuskan,untuk menginap dirumah musa setelah tadi siang dia mengantarkan mirah dan ratna ke puskesmas,ia menjadi khawatir melihat ke'ada an ratna yang tak kunjung membaik demam nya belum juga reda,padahal sudah diberikan obat.
__ADS_1
Diteras rumah mereka berdua sedang berbincang ditemani teh hangat dan kue putu buatan mirah,sedangkan sang rembulan ikut menampakkan diri walau masih malu malu.
"Nana sudah tidur mir?" amir memecah keheningan
"Sudah,kang.Tadi setelah minum obat dia lansung tertidur pulas,tapi aku jadi khawatir sekali kenapa demam nya tak kunjung reda" ujar mirah sendu.
"Sabar ya mir...pasti nana akan segera sembuh,dia kan anak kuat" amir mengusap bahu mirah menyalurkan ketenangan.
"Terima kasih,kang" mirah tersenyum tulus.
Dibawah sinar bulan yang masih redup amir masih bisa melihat wajah cantik dihadapannya ini,perlahan dia menggenggam tangan mirah.Mirah yang sedang termenung pun terkejut dengan perlakuan amir.
"Kang..." lirihnya.
"Mir...sebenarnya aku sudah jatuh hati terhadapmu,semenjak pertemuan pertama kita di pasar kala itu.Wajah mu,senyum'mu,mata indahmu,suaramu,sikapmu,dan semua yang ada pada dirimu aku tak dapat melupakannya.Selalu terbayang bayang dimataku." amir mengungkapkan isi hatinya.
Sedangkan mirah,dia hanya terpaku mendengar semua pengakuan amir.Namun,tak dipungkiri bahwa dia pun sesungguhnya menyukai amir,tapi dia belum tahu apakah rasa suka itu dibarengi dengan rasa cinta.
"Mir...menikahlah denganku,mari kita bina rumah tangga yang bahagia.Aku menyayangi mu dan anakmu,dan satu lagi...aku punya se'orang anak laki laki berusia sepuluh tahun dia bernama soni.Kasihan anak itu,semenjak ibunya meninggal dia menjadi kesepian.Karena
aku selalu meninggalkannya bekerja.Untuk melupakan kesedihan yang ku rasakan." penjelasan amir membuat mirah tersentuh,ia jadi merasa kasihan dengan nasib soni yang selalu kesepian.
"Beri aku sedikit waktu untuk berfikir dan memutuskan,aku tidak ingin salah langkah dan gagal berumah tangga untuk kedua kalinya" pinta mirah.
Amir mengangguk dan tersenyum.
"Baiklah,aku beri kamu waktu sampai besok" putus amir.Dan mirah pun meng'iya 'kan.
.
.
.
__ADS_1
😊😊